Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Terus menunggu


__ADS_3

Saat semuanya tengah sibuk menatap baby Xana, pekikan seseorang membuat baby X itu kaget sehingga Desi langsung memegang kedua tangan nya .


Siapa lagi jika bukan gadis centil yang selalu berteriak sesukanya .


" Adek " Naufal mengusap wajahnya kasar dia sudah menunggu kedatangan Eliza di ruangan itu .


Hingga akhirnya suara bariton nya mengehentikan langkah Eliza saat akan mendekati Xana .


" Adek sedang tidur ,kakak dari luar bersih kan tubuhnya !! Lain kali jangan berteriak adeknya kaget kak " Ujar Naufal menahan kesalnya .


" Mas " Queen menggeleng kan kepala untuk tidak melanjutkan ucapannya " Mba tolong di bantu Zaza nya " Ujar Queen menatap Isna .


" Ayo nona muda" Ujar Isna lembut .


" Tunggu kakak iya ,setelah ini kita akan bermain " Pamit Eliza sebelum mengikuti Isna .


" Jangan memarahinya " Naufal menghela napas panjang " Aku tidak memarahi nya Alexa aku hanya memperingatinya" Ujar Naufal .


" Tapi jangan tinggikan suaramu " Faisal dan Desi hanya tersenyum saja melihat perdebatan ke duanya .


" Iya ... Iya aku yang salah !! Puas " Ujar Naufal akhirnya .


"Nanti Eliza ...."


" Aku tahu Alexa ,aku hanya menggiatkan nya apa kau tidak lihat Xana kaget ini bukan yang pertama " Ucap Naufal.


" Sudah jangan berdebat di depan anak-anak tidak baik " Ucap Desi menenangkan anak dan menantunya .


"Iya Mom " Jawab Queen sedang kan Naufal hanya diam saja .


Saat semuanya tengah terdiam Eliza turun dari atas tergesa-gesa bersama Isna .


" Adek bobo " Tanya Eliza saat sudah di depan Xana .


" Iya, Kaka juga mau bobo " Tawar Desi lembut .


" Boleh " Desi menggaguk " Tapi nanti kakak tindis Ade terus adenya nangis karena sakit " lanjutnya lagi .


Lalu dia mengambil tangan mungil itu membuka satu persatu jarinya dan meletakan jari telunjuk nya .


Lalu dia berbaring di paha Desi menghadap Baby X karena kini mereka tengah duduk di atas karpet bulu sedang kan baby X berada dalam tempat tidur kasur kecil miliknya .


Saat Xana bergerak membuat selimut yang menutupi tubuhnya tergeser sedikit,Eliza pun membenarkan selimut sang adik dengan lembut .



" Jangan di tendang, nanti Ade masuk angin " Ujarnya saat sudah merapikan selimut Xana .


" Dia sangat posesif " Bisik Naufal Queen hanya mengaguk .


Desi mengelus rambut Eliza dengan lembut sambil tersenyum begitu juga Faisal .


" Tidur saja di samping Adek, Tidak papa " Ucap Faisal .


Eliza pun membaringkan tubuhnya di samping kasur Xana bahkan jari Eliza tidak di lepaskan sejak tadi .

__ADS_1


" Bangun, Kaka ingin main !! Apa Ade mengantuk " Ujar Eliza menatap Xana dari samping .


" Ade bangun jika lapar Kak, tapi setelah itu dia tidur lagi sekarang Ade belum bisa main tunggu sedikit lagi jika Ade sudah umur dua atau 3 bulan " Ujar Desi lembut .


" Kenapa lama sekali ?? Kemarin Bunda bilang tunggu Ade lahir sekarang Ade sudah lahir tapi Zaza nunggu lagi " Ujar Eliza matanya tetap fokus pada baby X .


" Ade belum terbiasa kak, jadi Kaka ajak Ade bicara biar dia tahu suara kakak Zaza gimana " Naufal berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mungkin Eliza bisa pahami .


" Iya ayah " Jawab Eliza ,entah dia mengerti atau tidak yang penting dia sudah menjawab .


" Tadi Kaka bikin apa di sekolah " Tanya Queen lembut .


" Zaza tidak bikin papa ,hanya menunggu kapan pulang " Jawab Eliza jujur .


"Apa Zaza punya tugas " Eliza menggaguk "Nanti malam saja iya Bunda, Zaza ingin bersama Ade dulu " Ujar Eliza memelas .


" Tapi nanti jangan sampai lupa " Eliza mengagukan kepalanya .


" Tugas apa " Tanya Naufal .


" menulis huruf S ayah " Naufal mengaguk paham .


" Eliza ngantuk " Tanya Faisal saat melihat cucu pertama nya itu menguap .


' Hebm " Jawabnya dengan deheman , Desi pun memukul pelan bokong Eliza dengan lembut .


" Gara² Ade " Ucapnya sebelum menutup matanya mungkin karena lelah bermain di sekolah atau lelah menunggu Xana bangun membuat Eliza mengantuk.


" Mau ke mana " Naufal menahan tangan Queen saat wanita itu berdiri .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sedangkan di perusahaan Daniel tengah sibuk dengan setumpuk pekerjaan dengan wajah datarnya dia membaca dan mempelajari satu persatu huruf yang kini berada di depannya .


Tapi tunggu kenapa dia sesekali tersenyum ,apa dia merasa lucu dengan kata-kata yang ada di hadapannya .


" Kenapa wajah mu memerah " Tanya Daniel saat mata nya sekilas melihat iPad yang juga berada di depan nya .


" Abang " Rengek manja dari seberang .


Pantas dia tersenyum ternyata pria itu sedang melakukan panggilan video bersama sang istri yang juga sedang bekerja di butik milik istri bos nya sendiri .


" Nanti sama² iya ke sana, karena ada beberapa hal yang ingin aku bahas bersama Naufal " Ujar Daniel .


" Apa tidak bisa ketemunya di sana saja " Ucap Risna yang tak enak dengan karyawan yang lainnya .


Karena mereka akan menjenguk baby Xana untuk pertama kalinya selama dia lahir ,tapi untuk kesekian kalinya baginya Risna .


" Tidak, kamu tahukan alasannya apa " Tolak Daniel tegas.


" Aku akan bilang pada mereka untuk membawa mobil pelan" Iya sejak kembali bekerja secara perlahan Daniel selalu mengantar dan menjemput Risna .


Dengan begitu wanita itu tidak akan membawa mobilnya sekalipun awalnya masih hingga usia kandungan nya dua bulan Daniel melarang nya secara keras .


Karena dia tidak ingin terjadi papa dengan mereka, sekalipun mungkin itu hanya ketakutan nya saja tapi tidak ada salahnya kan mewaspadai.

__ADS_1


Walaupun mungkin nanti biar bersamanya akan terjadi hal yang tidak terduga tapi Daniel selalu berdoa semoga Tuhan selalu melindungi mereka saat berada di dalam atau pun di luar rumah.


' Kita sudah sering bahas ini sayang ,jadi jangan membuat modmu rusak dan malas makan " Ucap Daniel serius.


" Jangan marah, aku hanya tidak ingin kalian kenapa² !! Iya aku tahu mereka Tidak mungkin akan membawa mobil di luar kewarasan mereka ,tapi aku hanya takut yank " Ucap Daniel lembut .


" Iya Abang ,Risna tahu " Jawabnya dengan bibir manyunnya.


" Kondisi kan bibirnya " Risna pun langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan nya .


" Apa Ade rewel yank " Risna menggeleng " Dia sadar jika ibunya sedang bekerja " Jawab Risna .


" kalau tidak bekerja " Goda Daniel .


" Seperti cacing kepanasan " Daniel tertawa kecil " Tapi aku suka dan malam nanti aku menunggunya " Jawabnya dengan senyum mengejek nya .


" Apa Abang tidak tahu kalau badan ku sakit " Daniel menaikan alisnya sebelah dan menatap iPad nya .


" Bagian mana yang sakit ?? Bukannya kamu menikmati nya , Aaahhhh Abang faster please " Risna langsung menatap sekeliling nya berharap tidak ada orang .


Padahal dia sendiri berada di ruangan kerjanya .


" Abang " pekik Risna kesal .


" Kenapa ?? Memang benar kan , Bahkan dengan beraninya memulai ronde ke dua dan memimpin permainan dengan panasnya " Risna menutup wajahnya karena panas .


Dia sendiri bingung kenapa semenjak hamil dia seperti singgah betina yang kelaparan .


Padahal dulu dia tidak begitu apa karena tertular Daniel yang selalu mesum .


Entahlah Risna sendiri bingung memikirkan itu .


" Abang " Daniel tertawa kencang membuat Risna semakin malu bercampur kesal .


" AAaahhh Daniel Hhhhh ini sangat Enak "


Tut ....tut ...


Risna langsung mematikan panggilan video itu karena kesal . sendang kan Daniel masih saja tertawa .


" Bersiaplah sebentar untuk merayu sarang mu " Ujar Daniel menatap ke arah sang junior .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2