
Saat semuanya tengah sibuk menatap baby Xana, pekikan seseorang membuat baby X itu kaget sehingga Desi langsung memegang kedua tangan nya .
Siapa lagi jika bukan gadis centil yang selalu berteriak sesukanya .
" Adek " Naufal mengusap wajahnya kasar dia sudah menunggu kedatangan Eliza di ruangan itu .
Hingga akhirnya suara bariton nya mengehentikan langkah Eliza saat akan mendekati Xana .
" Adek sedang tidur ,kakak dari luar bersih kan tubuhnya !! Lain kali jangan berteriak adeknya kaget kak " Ujar Naufal menahan kesalnya .
" Mas " Queen menggeleng kan kepala untuk tidak melanjutkan ucapannya " Mba tolong di bantu Zaza nya " Ujar Queen menatap Isna .
" Ayo nona muda" Ujar Isna lembut .
" Tunggu kakak iya ,setelah ini kita akan bermain " Pamit Eliza sebelum mengikuti Isna .
" Jangan memarahinya " Naufal menghela napas panjang " Aku tidak memarahi nya Alexa aku hanya memperingatinya" Ujar Naufal .
" Tapi jangan tinggikan suaramu " Faisal dan Desi hanya tersenyum saja melihat perdebatan ke duanya .
" Iya ... Iya aku yang salah !! Puas " Ujar Naufal akhirnya .
"Nanti Eliza ...."
" Aku tahu Alexa ,aku hanya menggiatkan nya apa kau tidak lihat Xana kaget ini bukan yang pertama " Ucap Naufal.
" Sudah jangan berdebat di depan anak-anak tidak baik " Ucap Desi menenangkan anak dan menantunya .
"Iya Mom " Jawab Queen sedang kan Naufal hanya diam saja .
Saat semuanya tengah terdiam Eliza turun dari atas tergesa-gesa bersama Isna .
" Adek bobo " Tanya Eliza saat sudah di depan Xana .
" Iya, Kaka juga mau bobo " Tawar Desi lembut .
" Boleh " Desi menggaguk " Tapi nanti kakak tindis Ade terus adenya nangis karena sakit " lanjutnya lagi .
Lalu dia mengambil tangan mungil itu membuka satu persatu jarinya dan meletakan jari telunjuk nya .
Lalu dia berbaring di paha Desi menghadap Baby X karena kini mereka tengah duduk di atas karpet bulu sedang kan baby X berada dalam tempat tidur kasur kecil miliknya .
Saat Xana bergerak membuat selimut yang menutupi tubuhnya tergeser sedikit,Eliza pun membenarkan selimut sang adik dengan lembut .
" Jangan di tendang, nanti Ade masuk angin " Ujarnya saat sudah merapikan selimut Xana .
" Dia sangat posesif " Bisik Naufal Queen hanya mengaguk .
Desi mengelus rambut Eliza dengan lembut sambil tersenyum begitu juga Faisal .
" Tidur saja di samping Adek, Tidak papa " Ucap Faisal .
Eliza pun membaringkan tubuhnya di samping kasur Xana bahkan jari Eliza tidak di lepaskan sejak tadi .
__ADS_1
" Bangun, Kaka ingin main !! Apa Ade mengantuk " Ujar Eliza menatap Xana dari samping .
" Ade bangun jika lapar Kak, tapi setelah itu dia tidur lagi sekarang Ade belum bisa main tunggu sedikit lagi jika Ade sudah umur dua atau 3 bulan " Ujar Desi lembut .
" Kenapa lama sekali ?? Kemarin Bunda bilang tunggu Ade lahir sekarang Ade sudah lahir tapi Zaza nunggu lagi " Ujar Eliza matanya tetap fokus pada baby X .
" Ade belum terbiasa kak, jadi Kaka ajak Ade bicara biar dia tahu suara kakak Zaza gimana " Naufal berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mungkin Eliza bisa pahami .
" Iya ayah " Jawab Eliza ,entah dia mengerti atau tidak yang penting dia sudah menjawab .
" Tadi Kaka bikin apa di sekolah " Tanya Queen lembut .
" Zaza tidak bikin papa ,hanya menunggu kapan pulang " Jawab Eliza jujur .
"Apa Zaza punya tugas " Eliza menggaguk "Nanti malam saja iya Bunda, Zaza ingin bersama Ade dulu " Ujar Eliza memelas .
" Tapi nanti jangan sampai lupa " Eliza mengagukan kepalanya .
" Tugas apa " Tanya Naufal .
" menulis huruf S ayah " Naufal mengaguk paham .
" Eliza ngantuk " Tanya Faisal saat melihat cucu pertama nya itu menguap .
' Hebm " Jawabnya dengan deheman , Desi pun memukul pelan bokong Eliza dengan lembut .
" Gara² Ade " Ucapnya sebelum menutup matanya mungkin karena lelah bermain di sekolah atau lelah menunggu Xana bangun membuat Eliza mengantuk.
" Mau ke mana " Naufal menahan tangan Queen saat wanita itu berdiri .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sedangkan di perusahaan Daniel tengah sibuk dengan setumpuk pekerjaan dengan wajah datarnya dia membaca dan mempelajari satu persatu huruf yang kini berada di depannya .
Tapi tunggu kenapa dia sesekali tersenyum ,apa dia merasa lucu dengan kata-kata yang ada di hadapannya .
" Kenapa wajah mu memerah " Tanya Daniel saat mata nya sekilas melihat iPad yang juga berada di depan nya .
" Abang " Rengek manja dari seberang .
Pantas dia tersenyum ternyata pria itu sedang melakukan panggilan video bersama sang istri yang juga sedang bekerja di butik milik istri bos nya sendiri .
" Nanti sama² iya ke sana, karena ada beberapa hal yang ingin aku bahas bersama Naufal " Ujar Daniel .
" Apa tidak bisa ketemunya di sana saja " Ucap Risna yang tak enak dengan karyawan yang lainnya .
Karena mereka akan menjenguk baby Xana untuk pertama kalinya selama dia lahir ,tapi untuk kesekian kalinya baginya Risna .
" Tidak, kamu tahukan alasannya apa " Tolak Daniel tegas.
" Aku akan bilang pada mereka untuk membawa mobil pelan" Iya sejak kembali bekerja secara perlahan Daniel selalu mengantar dan menjemput Risna .
Dengan begitu wanita itu tidak akan membawa mobilnya sekalipun awalnya masih hingga usia kandungan nya dua bulan Daniel melarang nya secara keras .
Karena dia tidak ingin terjadi papa dengan mereka, sekalipun mungkin itu hanya ketakutan nya saja tapi tidak ada salahnya kan mewaspadai.
__ADS_1
Walaupun mungkin nanti biar bersamanya akan terjadi hal yang tidak terduga tapi Daniel selalu berdoa semoga Tuhan selalu melindungi mereka saat berada di dalam atau pun di luar rumah.
' Kita sudah sering bahas ini sayang ,jadi jangan membuat modmu rusak dan malas makan " Ucap Daniel serius.
" Jangan marah, aku hanya tidak ingin kalian kenapa² !! Iya aku tahu mereka Tidak mungkin akan membawa mobil di luar kewarasan mereka ,tapi aku hanya takut yank " Ucap Daniel lembut .
" Iya Abang ,Risna tahu " Jawabnya dengan bibir manyunnya.
" Kondisi kan bibirnya " Risna pun langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan nya .
" Apa Ade rewel yank " Risna menggeleng " Dia sadar jika ibunya sedang bekerja " Jawab Risna .
" kalau tidak bekerja " Goda Daniel .
" Seperti cacing kepanasan " Daniel tertawa kecil " Tapi aku suka dan malam nanti aku menunggunya " Jawabnya dengan senyum mengejek nya .
" Apa Abang tidak tahu kalau badan ku sakit " Daniel menaikan alisnya sebelah dan menatap iPad nya .
" Bagian mana yang sakit ?? Bukannya kamu menikmati nya , Aaahhhh Abang faster please " Risna langsung menatap sekeliling nya berharap tidak ada orang .
Padahal dia sendiri berada di ruangan kerjanya .
" Abang " pekik Risna kesal .
" Kenapa ?? Memang benar kan , Bahkan dengan beraninya memulai ronde ke dua dan memimpin permainan dengan panasnya " Risna menutup wajahnya karena panas .
Dia sendiri bingung kenapa semenjak hamil dia seperti singgah betina yang kelaparan .
Padahal dulu dia tidak begitu apa karena tertular Daniel yang selalu mesum .
Entahlah Risna sendiri bingung memikirkan itu .
" Abang " Daniel tertawa kencang membuat Risna semakin malu bercampur kesal .
" AAaahhh Daniel Hhhhh ini sangat Enak "
Tut ....tut ...
Risna langsung mematikan panggilan video itu karena kesal . sendang kan Daniel masih saja tertawa .
" Bersiaplah sebentar untuk merayu sarang mu " Ujar Daniel menatap ke arah sang junior .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1