
Rehan memilih kembali apartemen di mana dulu tempat Adara bersembunyi yang kini sudah menjadi miliknya bersama Rosna tapi bukan Apartemen yang satunya iya .
Apartemen yang dekat dengan perusahaan yang dulu di beli agar Henry tidak mengetahui keberadaan Adara .
Ceklek.
" Princess " Panggil Rehan saat sudah memasuki apartemen .
" Cuci tangan dulu yank " Rehan langsung berjalan ke arah dapur sambil membuka jasnya dan menyimpan dengan asal .
" Tumben pulang cepat " Rehan duduk di samping sang istri memeluk nya dengan erat .
" Aku harus ke Australia nanti malam , kalian di minta ke rumah utama " Rosna hanya bisa mengaguk saja .
Berjalannya waktu dia sudah biasa di tinggal sendiri bahkan saat melahirkan buah cinta mereka dia harus melewati sendirian.
Karena Rehan tidak bisa meninggalkan kan kerjaannya tapi esok harinya Rehan bisa kembali sekalipun hanya sehari ,dan dia bersyukur memiliki bos yang baik seperti Henry dan Elvi serta yang lainnya yang mengerti keadaan nya .
" Berapa lama " Tanya Rosna .
" Seminggu ,kami pergi bertiga " Kini Rehan mendekati putri nya yang sedang berbaring di atas kasur kecilnya .
" Maaf ayah harus meninggalkan mu dan ibu ,jangan rewel iya nanti ayah bawakan hadiah " Rehan mencium pipi sang anak " Jangan di ganggu ,dia baru tidur " Rehan mengaguk .
" Aku siapkan pakaian mu dulu " Rehan menahan tangan sang istri " Nanti saja " Ucap Rehan memeluk sang istri .
" Aku bakal merindukan kalian " Rosna tertawa kecil " Bukannya sudah sering mas pergi " Rehan mengaguk " Tapi tetap aku merindukan kalian ,apa lagi dia " Rehan menatap sang anak yang begitu terlelap .
" Main yukk " Rosna melototkan matanya tajam " Yank aku seminggu Lo nanti liburnya " Rosna menggeleng bingung " Mau yah " Bujuk Rehan .
" Tapi ..."
" Bawah dia di kamar kita main di kamar mandi,aku juga belum mandi setelah itu kita makan " Ucap Rehan tanpa beban .
" Jangan menolak atau mau aku lakukan di sini " Rosna membawa sang anak ke kamar di susul Rehan yang sudah tersenyum senang dia sudah memikirkan banyak gaya dan dia akan melakukan nya .
Sedangkan di kediaman Naufal, Isna menatap bingung pada mobil yang kini sudah terparkir ,syukur dia memiliki bos yang mengerti jika tidak mungkin dia sudah lama di pecat .
__ADS_1
" Kenapa " Tanya Isna .
' Masuk dulu " Isna pun masuk dalam mobil duduk di samping Morgan .
Morgan membawa mobilnya ke luar dari rumah Naufal setelah memastikan Isna memakai sabuk pengamannya .
"Nanti malam aku ke Australia " Isna langsung menatap Morgan .
" Kenapa mendadak " ucap Isna.
Kaget !!
Sudah pasti karena ini pertama nya Morgan meminta izin ke luar negeri jika biasa nya hanya ke luar kota Sekalipun nantinya dia menginap .
" Ada kerjaan yang harus di selesaikan mungkin di sana seminggu " Ucap Morgan lembut .
" Koh lama " Ucap Isna kesal .
" Mau gimana lagi namanya kerjaan " Isna mendengus kesal " Maaf honey " Morgan menggegam tangan Isna .
" Jam 7 ,makanya aku memintamu bertemu sekarang " Isna mengagguk " Aku antar boleh " Morgan menatap Isna lalu menggeleng " Maaf " Isna paham .
" Mau makan apa Hm " Tanya Morgan lembut .
" Yang pedas ,aku lagi kesal " Morgan tertawa kecil " Baiklah,habis itu ke apartemen iya " Isna menaikan alisnya sebelah " Aku harus butuh vitamin honey selama seminggu " Ucap nya sambil tersenyum seringai .
" Mesum "
" Hanya denganmu Honey "
" kemarin "
" Khilaf " Isna berdecak kesal membuat Morgan tertawa lepas .
" Jangan nakal nanti,mungkin aku jarang akan menghubungimu !! Pengawal akan terus bersama kalian " Isna mengagguk saja " Kalau ada waktu aku pasti hubungi " Ucap Morgan .
"Apa Tuan Rehan dan tuan Arif juga " Morgan menggaguk " Biasanya hanya salah satu dari kami tapi mungkin ini agak sulit jadi kamu pergi bertiga dan mendadak " Ucap Morgan.
__ADS_1
" Hati² di sana ,jangan lupa makan ,jangan lewatkan sarapan nya juga !! Istirahat yang cukup " Morgan mengaguk Tersenyum " apa setelah pulang nanti kita menikah saja " Ucap Morgan .
" Tunggu Nyonya melahirkan dulu " Ucap Isna .
" Baiklah,yang penting asupan tenagaku selalu ada " Jawab Morgan .
" Menyebalkan " Cicit Isna kesal .
Mobil mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup mewah .
" Kita sampai " Isna mengaguk lalu menyusul Morgan yang lebih dulu .
" Ayo "Morgan mengulurkan tangannya dengan senang hati Isna menerima itu .
Lalu mereka masuk dalam restoran bersama ,Isna sudah memikirkan apa yang nantinya dia makan .
Lain Rehan dan Morgan ,Arif sibuk dengan pekerjaan sebelum nanti jam 5 dia akan kembali ke apartemen .
" Ayo baby ,kita selesai kan ini karena kita akan berpisah selama seminggu dan kamu akan bertemu dengan orang yang lebih seram dari aku " Ucap Arif berbicara pada dokumen yang ada di depannya .
" Cih menjijikan " Gumam Arif, saat memikirkan dua sahabatnya yang mungkin saja saat ini sedang bercocok taman .
Mendingan dia fokus pada pekerjaan nya karena seminggu bukan waktu yang singkat ,sehari saja libur bisa penuh meja kerjanya apa lagi seminggu .
Sekalipun nanti ada sang pemilik perusahaan tapi tetap saja perusahaan itu tidak pernah kosong dari berkas dan yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1