
Dua hari berlalu Arif dan Endang sedang menuju ke kantor Morgan setelah melakukan pekerjaan di luar ,baru dia akan kembali ke perusahaan nya karena Endang pergi bersamanya maka dia akan mengantar nya kembali .
Kini sikap Arif pada Endang ada kemajuan sedikit sekali pun kadang masih berbicara ketus dan semua itu berubah saat mendapat kan laporan tentang kehidupan Endang dan adiknya yang sedang berjuang antara hidup dan mati .
Saat ke duanya terdiam dering HP Endang membuat keduanya saling menatap lalu Endang mengambil HP nya dalam tas .
" Nada " Gumamnya lalu mengangkat panggilan itu .
" Iya dek " Jawab Endang lembut .
" Sa-kit " Endang langsung menegang kan duduknya " Kakak akan pulang " Jawab Endang panik .
" Tuan ...."
' Tenangkan dirimu " Ucpa Arif lalu menambah kecepatan mobilnya menuju tempat tinggal Endang .
Sebelum nya dia sudah tahu semua tentang Endang dari laporan yang di terima, secara perlahan sikap pun sedikit berubah sekalipun masih saja ketus .
Hanya 15 menit mereka sampai di sebuah kontrakan minimalis, Endang langsung turun dari mobil tanpa mengatakan apa pun pada Arif .
Tidak ingin terjadi papa Arif pun turun menyusul ke dalam .
" Nada " Pekik Endang menangis saat melihat adiknya sudah tidak sadarkan diri dengan hidung yang mengeluarkan darah .
' Kita ke rumah sakit " Ucpa Arif lalu mengangkat tubuh Nada yang terlihat pucat .
" Buka pintu nya " Endang membuka pintu bagian belakang lalu dia masuk lebih dulu baru Arif memasukkan Arif .
" Dek ,bangun jangan tinggalkan Kaka sendiri,kakak mohon dek " Arif hanya terdiam sambil fokus pada jalanan nya.
Endang membersihkan hidung sang adik dengan lengan bajunya ,tidak ada rasa jijik sama sekali yang ada hanya rasa khawatir dan takut .
Arif menambah laju mobilnya menuju rumah sakit keluarga Mateo menurutnya di sana lebih baik lagi .
Sambil menjalankan mobil Arif menghubungi seseorang di seberang sana .
__ADS_1
" Hallo "
" Maaf tuan mengganggu, saya bawa pasien menuju rumah sakit tadi dia pingsan mengeluarkan darah di hidung nya . .."
" Kami akan menunggu " Potong Alister lalu mematikan sambungan telepon tanpa menunggu Arif .
" Dek jangan bikin kakak takut ,kamu sudah janji mau temani kakak jalan² " Ucpa Endang dalam tangisannya .
20 menit kini mobil Arif sudah berada di rumah sakit dengan sigap perawat langsung membawa tempat tidur pasien menuju mobil Arif .
Alister menghentikan langkahnya saat melihat sekertaris Sang istri , lalu dia menggeleng saat menghampiri Arif dan Endang .
" Tuan saya mohon bantuannya " Alister hanya mengaguk lalu mengikuti perawat yang langsung membawa adik Endang ke ruangan .
" Buka bajumu " Arif langsung membuka blazer Endang dan memakai kan jas nya menutup tubuh Endang .
" Makasih tuan " Arif menggegam tangan Endang lalu menyusul ke dalam rumah sakit .
" Dengar aku baik ² " Kini mereka sudah duduk di depan ruangan pemeriksaan Nada, Endang menatap Arif yang memegang pundaknya " Jangan menampakan kesedihan mu pada adikmu sesakit apa pun itu ,di sini hanya kamu kekuatan nya dan kamu harus kuat " Endang mengaguk sekalipun cairan bening itu selalu saja ke luar " Aku akan bersama " Arif memeluk Endang sehingga tangisan wanita itu kembali pecah dan memeluk tubuh Arif dengan erat .
Hingga beberapa menit pintu ruangan terbuka membuat Arif melepaskan pelukannya .
" Bagaimana Tuan " Alister dapat melihat jika Arif begitu khawatir sama dengan Endang .
Dan dia tidak paham apa sebenarnya hubungan ke duanya tapi apa pun itu semoga yang terbaik .
" Kita harus mencari ginjal yang cocok untuk nya "Arif memejamkan matanya kuat
Tapi tidak bagi Endang dia membeku di tempat nya .
Ginjal ,itu sangat tidak mungkin di mana mereka akan menemukan ginjal kalau pun ada pasti itu sangat mahal .
Bahkan pengobatan nya selama ini saja itu mengunakan gaji nya dan syukur nya bisa menutupi itu .
" Pakai ginjalku Dok " Alister dan Arif langsung menatap Endang .
__ADS_1
" Kau gila " Bentak Arif emosi " Tapi ...."
" Diam " Bentaknya lagi .
" Sekalipun pakai ginjal anda ,belum tentu cocok dan bisa di terima oleh tubuhnya ,karena kita harus melakukan beberapa pemeriksaan " Ucap Alister menenangkan ke duanya .
" Periksa saya sekarang dok " Ucap Endang serius .
" Lalu saat saya memeriksa anda ,dan semua nya cocok apa semuanya akan membaik ,apa kamu bisa hidup dengan satu ginjal ,kalau pun bisa kamu Tidak akan sekuat sekarang sedang kan adikmu harus melakukan perawatan bahkan memerlukan waktu setahun kalau tubuhnya baik " Terang Alister.
" Kami paham perasaan mu ,karena ini bukan pertama bagi saya ,tapi masih banyak cara lain tanpa harus mengorbankan diri sendiri kalau cara itu masih bisa di terima " Ucap Alister
" Untuk sekarang bawa dia ke rumah sakit yang bagus, bukannya saya tidak mampu atau di sini tidak bisa tapi di sana rumah Sakit nya jauh lebih baik " Ucap Alister .
" Saya perlu bicara Dengan nya Tuan " Alister mengaguk paham .
" Dok apa saya bisa bertemu adikku " Tanya Endang terbata .
" Untuk sementara jangan dulu,kalau begitu saya pamit dulu " Ucap Alister .
" Terimakasih tuan " Alister hanya mengangguk saja
" Kita perlu bicara " Endang mengaguk mengikuti langkah Arif dengan berat sesekali dia menatap pintu ruangan sang adik .
Ayah ibu maafkan Endang yang tidak bisa menjaga Ade Batin Endang menangis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dukung terus pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘😘
like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟