Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 22 (2)


__ADS_3

Arif bangun saat matahari kembali bersinar tapi dia masih Beta menutup matanya ,dia memijat kepalanya lalu meregangkan otot-otot nya .


Dia menatap ke samping saat otaknya sudah berputar dengan kejadian kemarin sore hingga berkahir saat malam harinya .


" Endang " Gumam Arif lalu membuka ke dua matanya dan dia sudah tidak melihat wanita itu .


" Shhiiit " Umpat Arif lalu bangun dari tidurnya membuka selimut yang menutupi tubuh polosnya .


Tanpa sadar matanya menangkap bercak darah yang ada di sprei dan juga selimut miliknya .


Arif langsung berdiri tanpa mempedulikan keadaan kamar nya lalu masuk dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya .


Hanya 5 menit Arif sudah ke luar dari kamar mandi dan langsung ke luar Kamar nya dengan lilitan handuk yang menutupi tubuhnya sehingga bekas cakaran Endang yang menahan sakit masih terukir jelas di dada dan belakang bagian atasnya .


Ceklek


Arif masuk dalam kamar Endang yang sudah terlihat kosong ,lalu dia ke luar menuju dapur tapi hasilnya kosong bahkan di meja makan itu juga tidak ada sarapan yang biasanya dia siapkan .


Arif langsung berlari ke kamar nya bahkan dia sampai melewati beberapa anak tangga agar sampai dalam kamar .


Di kontrakan Endang hanya bisa menangis dia sudah meminta izin pada Morgan untuk libur hari ini, selain sakit pada bagian intinya ,hatinya juga ikut sakit di mana Arif begitu kasar dan bahkan dia selalu mengatakan kata kasar padanya .


" Ayah ibu, Endang tidak kuat lagi " dalam tangisnya,Endang memeluk ke dua lutut nya menenggelamkan kepalanya menangis .


" Nada , jika kamu sudah lelah ayo kita temui ayah sama ibu ,kakak juga sudah lelah " Ucapnya .


Endang terus menangis apa lagi ingatan nya selalu berputar tentang kejadian di apartemen .


" AaaakkkHhhhhh " Endang menaikan rambutnya kasar ,menarik² pakaiannya menggosok tangannya dia merasa jijik bahkan dengan tubuhnya sendiri.


" Aku kotor ,aku menjijikan aaakkkkhhhhh Hiks " Endang terus berteriak meluapkan semua sakit yang ada di dadanya .


Endang terus menangis bahkan kamar yang sudah di tinggalkan beberapa Minggu itu sudah sepeti kapal pecah yang tidak berpenghuni .


Bahkan jika ada yang masuk orang akan mengira telah terjadi perang ketiga karena mereka bingung akan injak di mana sprei, selimut, pakaian , barang ² yang lainnya juga sudah berserakan di lantai bahkan ada pecahan kaca cermin .


🌵


🌵


🌵


🌵


🌵

__ADS_1


Arif memasuki ruangan Morgan dengan kasar hingga membuat orang di dalamnya kaget dan hampir mengumpat nya jika saja itu bukan Arif .


" Di mana Endang " Morgan menaikan alisnya " Bukannya dia sakit ,karena dia mengirimkan pesan tidak masuk " Arif mengusap wajah nya kasar lalu mengeluarkan ponselnya .


" Cari Endang di kontrakan jika dia ada di sana segera hubungi saya " Arif kembali menutup panggilan nya lalu duduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar .


" Ada apa " Morgan bertanya dari kursi kerjaannya nya" Tidak ada papa " Jawabnya .


" Baiklah jika kamu belum siap cerita ' Ucap Morgan lalu kembali fokus pada kerjaannya karena Endang libur bisa di pastikan kerjaan nya anak Doble hari ini .


Tidak berselang lama HP nya berdering Arif pun langsung menerima nya .


' Tunggu,aku ke sana " Ucapnya .


" Aku pergi " Pamitnya pada Morgan .


" Hati², selesai kan dengan baik, 5 hari lagi aku akan menikah " Arif hanya mengaguk lalu meninggalkan ruangan itu .


Setelah kepergian Arif tidak berselang lama Rehan masuk.


" Kau sibuk " Morgan menatap ke pintu lalu menggaguk " Kenapa tidak megambil cuty kamu akan menikah " Ucapnya lalu duduk di samping Morgan .


" Aku ambil cuty pun kami tidak akan honeymoon ,Isna sendang hamil muda " Ucapnya .


" Kau benar " Jawab Rehan tertawa kecil " Mana manusia kutub itu " Lanjutnya .


" Dan dia ke sini mencari Endang " Lanjutnya menatap Rehan .


" Apa yang di lakukan pria itu ,apa yang terjadi " Morgan menggeleng tidak tahu .


" Nanti saja kita tanyakan , sekarang pikirkan sedang kacau " jawab Morgan .


" Apa kamu memikirkan hal yang sama " Morgan mengaguk " Tapi aku tidak yakin karena kamu tau dia tidak akan melakukan hal seperti itu kamu bisa lihat dari caranya selama ini " Rehan mengaguk membenarkan dengan ucapan Morgan .


lalu dia mengeluarkan laptop kerjanya menyimpan nya di atas meja dan siap untuk bekerja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai nya di kontrakan Arif langsung meminta anak buah nya membuka pintu ,tanpa menunggu waktu pintu sudah terbuka .


" Jaga di luar " Titah Arif langsung masuk dalam rumah , tujuan nya kamar .


Dan dia sudah tahu kamar Endang ada di mana tanpa membuang waktu dia langsung membuka pintu itu .


Ceklek

__ADS_1


Arif berdiri layaknya patung di ambang pintu menatap sekeliling kamar yang begitu berantakan , sedang kan Endang belum sadar dengan kehadiran Arif .


Arif masuk dengan pelan karena kamar itu bukan lagi kapal pecah mungkin bisa di bilang dapur pecah .


Hap


" Maaf " Endang langsung menegang bahkan kini Badannya bergetar dan Arif bisa rasakan itu .


" ma...."


" Jangan sakiti aku aku mohon " Gumam Endang mencoba lepas dari pelukan Arif tapi pria itu semakin memeluk nya .


" Maaf ,aku Tidak akan menyakiti mu maafkan aku " Endang menggeleng cepat menutup kedua kuoingnya memejamkan matanya .


Berharap apa yang dia dengar hanya ilusinya saja .


" Aku kotor, aku menjijikan " Arif semakin mempererat pelukannya mengutuk dirinya yang terlalu emosi sehingga menyakiti Endang .


Dia bingung kenapa harus marah melihat Endang bersama pria lain, bahkan mereka tidak memiliki hubungan apa pun , Bahkan Arif sering membawa wanita ke apartemen nya sebelum masalah itu .


Lalu apa yang membuat nya harus kesetanan saat melihat Endang di antar orang lain dan Tersenyum lembut pada orang lain ,belum lagi Semenjak kejadian di perusahaan itu Endang selalu menghindari nya dia bingung .


" Kamu Bersih kamu tidak kotor kamu wanita suci " Endang menggeleng cepat nyata nya dia sekarang sudah tidak suci lagi .


" Aaaakkkkkhhhhh " Arif membawa Endang menghadap nya memeluk nya dengan erat mengelus punggung wanita itu dengan lembut .


" Maafkan aku, maaf " Hanya itu yang bisa di ucapkan Arif .


Entah karena lelah menangis atau memang nyaman dengan pelukan itu Arif mendengar dekuran halus dari mulut wanita itu .


Dengan pelan Arif mengangkat tubuh wanita itu yang sesekali masih terdengar tangisan .


" Bereskan di dalam ,kamu bawa mobil kita akan ke hotel ' Ucap Arif saat sudah sampai di luar .


" Baik Bos " Ucap salah satu dari mereka lalu berlari membukakan pintu mobil .


" Tidurlah " Arif mengelus pundak Endang dengan lembut hingga wanita itu kembali tertidur dalam pelukan hangat pria yang sudah menyakitinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😚😚


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2