Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
anakmu mengerikan


__ADS_3

Hari terus bergulir berganti Minggu dan bulan ,di mana kini kandungan Queen sudah menginjak bulan ke 9 tinggal menunggu hari kapan anak Naufal akan launching ,dan Risna pun sudah melewati ngidam dan mual yang membuat kepala Daniel ingin sekali pecah .


Seperti ibu hamil pada umumnya Risna selalu menginginkan sesuatu yang menurut Daniel di luar akal manusia .


Belum lagi saat dia terbangun larut malam hanya karena dia lapar ,padahal sebelumnya dia sudah makan .


Tapi sebisa mungkin memberikan dan menemani ibu hamil itu sekalipun dia selalu kesal .


Pagi Hari nya di kediaman Naufal yang kini mereka kembali ke rumah orang tuanya .


Saat semuanya sudah kembali membaik setelah masalah antara dia dan mantan istri nya serta dengan ayah kandung Eliza .


Dan hingga sekarang pun Naufal dan yang lainnya memilih bungkam tapi suatu saat mereka akan menjelaskan pada Eliza siapa orang tua sebenarnya .


" Sayang hati² " Queen hanya mengaguk Tersenyum .


Seperti kata Amanda dia harus berjalan setiap pagi jadi sebisa mungkin Naufal menemani nya sebelum melakukan kewajiban nya di perusahaan .


" Cape " Keluh Queen karena semakin ke sini perut nya semakin besar dan semakin susah untuk di ajak jalan².


" Duduk dulu ayo " Naufal mendudukan Queen di kursi yang ada di situ lalu mengelus kening sang istri yang berkeringat .


" Minum dulu " Naufal memberikan botol air minum dan membantu istri nya .


" Eliza belum bangun " Tanya Queen sambil mengatur napasnya .


" Seperti nya belum " Jawab Naufal sambil menutup kembali botol minuman .


" Ayo masuk " Queen mengaguk lalu berdiri di bantu Naufal .


" Berat iya yank " Queen hanya tersenyum " Tidak mas " Jawab Queen .


" Semoga nanti dia tetap akur saat bersama Eliza " Queen pun berharap begitu pada sang anak .


Sekalipun mereka tidak ada hubungannya darah sama sekali.


Tapi Queen susah mengagap Eliza anaknya sebelum dia mengetahui siapa ayah kandung putri nya itu .


" Lo dari belakang nak " Tanya Desi saat berpapasan pada anak dan menantunya .


" Iya Mom " Jawab Queen .


" Iya sudah mandi dulu ,mommy mau ke dapur dulu " Ujar Desi .


" Iya Mom,maaf tidak bisa bantu² " Ujar Queen sendu .


" Sudah² mommy bosan dengarnya " Ujar Desi meninggalkan Queen dan Naufal begitu saja .


" Ayo " Ujar Naufal lalu masuk dalam kotak besi yang di buat semenjak Queen hamil 6 bulan .


Dan itu pun atas permintaan Henry pria yang sangat posesif pada wanita yang di sekitar nya .


Siapa lagi kalau bukan Mommy Ellena,Elvi sang Istri ,Queen serta Raine di mulut lemez .


" Tumben Zaza belum bangun " Tanya Queen karena biasanya anak itu selalu menemaninya jalan² pagi di taman .


" Mungkin dia lelah " Jawab Naufal .


" Iya ,semakin ke sini dia semakin aktif kadang aku sendiri bingung " Ujar Queen .


" Itu semua karenamu ,dulu saat pulang sekolah dia hanya akan ke perusahaan bermain di sana sampai sore lalu kami pulang ke rumah, sampai di sini pun dia hanya turun saat akan makan dan bercerita sama Daddy dan mommy tentang yang dia lewati seharian " Ujar Naufal .


" Makasih sudah hadir di kehidupan kami,Maaf jika dulu aku menyakitimu membuatmu kecewa dan terluka Karena sifat egoku yang mementingkan perasaan ku sendiri tanpa melihat siapa yang tulus dan tidak " Lanjutnya lagi sambil mengelus perut besar Queen yang selalu menendang kuat .

__ADS_1


" Arga " Pekik Queen membuat Naufal tertawa kecil .


" Aku hanya menyapa nya Alexa ,masa itu aja tidak bisa " Ujar Naufal .


" Tapi anakmu membuatku sakit " Bertempatan dengan itu pintu kotak besi itu terbuka .


Dan ternyata sang pelaku pembahasan sedang berdiri berkacak pinggang menatap kedua orang yang tidak tahu menahu .


" Princess sudah bangun " Eliza mendengus kesal .


" Kenapa tidak bangunkan Zaza " Ucap Eliza menatap tajam. Naufal dan Queen .


" Kan biasanya kakak bangun sendiri ,Bunda dari tadi nungguin kakak di taman sama ayah " Bela Queen yang memang itu adanya .


" Kan Bunda bisa minta pelayan bangunkan Zaza jika sudah lama tidak turun " Naufal dan Queen saling memandang .


Apa kini mereka tengah di marahi sama anak pertama mereka ,ingin sekali Queen dan naufal tertawa tapi tidak ingin membuat gadis centil itu kembali mengamuk .


" Iya nanti ayah minta pelayan untuk membangunkan princess ayah yang cantik ini , sekarang ayo kita mandi dulu nanti ayah antar Zaza ke sekolah iya " Hanya itu jalan satu² nya agar putrinya tidak kembali mengamuk .


"Zaza mau mandi sendiri ,nanti Ade tahu kalau mba Isna mandiin " Ujarnya lalu meninggalkan Queen dan Naufal .


" Anakmu semakin mengerikan Alexa " Queen hanya tertawa saja .


" Ayo aku sudah gerah " Naufal mengaguk lalu membawa Queen ke arah kamarnya .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Setalah melewati drama pagi bersama Eliza kini mereka sedang duduk meja makan dengan sarapan masing-masing .


Saat mereka baru saja duduk Mba Isna datang mendekati Queen .


" Nyonya " Panggil Isna pelan .


" Hebm Apa bisa setelah mengantar nona muda ,saya pamit sebentar " Ujar Isna menunduk .


" Dengan Morgan " Isna terdiam dia tidak berani membuka suara .


" Pergilah,Nanti Eliza di jemput ayah nya " Ujar Queen lembut .


"Biar saya ....."


" Sudah sana sarapan nanti Morgan menunggumu lama " Potong Queen cepat .


" Terimakasih Nyonya ,tuan " Naufal hanya mengaguk saja .


" jangan pulang sampai sore " Ujar Naufal .


" Iya tuan , terimakasih " Jawab Isna lalu meninggalkan meja makan itu .


" Biar Daddy sama mommy saja yang jemput Eliza " Ujar Faisal.


" Memang Daddy tidak sibuk " Tanya Naufal.


" Apa kamu menyindir Daddy karena hanya berada di rumah " Tanya Faisal menatap kesal ke arah sang putra .


" Naufal hanya bertanya ,jika Daddy tersinggung itu urusan Daddy " Ujar Naufal seadanya .


" Sudah ayo makan " Ujar Desi menghentikan perdebatan antara ayah dan anak itu .


Naufal mengambil piring yang sudah terisi dengan lauk pauk yang ada di depan Queen lalu membalikan kursinya menghadap sang istri .


"By pakai sambal boleh " Naufal menggeleng " Ini masih pagi nanti Ade sakit " Ujar Naufal .

__ADS_1


" Tapi siang boleh iya " Naufal mengaguk " Sedikit ,ayo buka " Queen pun membuka mulutnya lebar .


" Bunda manja " Cibir Eliza tanpa menatap ke arah Queen .


" Princess " Tegur Naufal .


" Zaza tidak minta di suapin ayah ,tapi bunda setiap hari " Lanjutnya lagi .


" Adenya Kaka ingin di suapin Ayah " Bukannya marah Queen malah membalas nya dengan ucapan lembut .


" Oma Elvi tidak ada adeknya tapi Opa Henry kadang menyuapi Oma " Ujar Eliza Polos .


" Terus kata Aunty Raine itu karena Oma terlalu cinta sama Opa ,apa bunda juga begitu padahal ayah tidak ganteng " Naufal menatap tajam anaknya .


" Siapa bilang ayah tidak ganteng ,malahan ayah yang paling tampan " Puji Queen membuat Naufal mengejek Eliza .


" Bunda "


" Buka yank " Queen membuka kembali mulutnya.


" Kenapa bunda Lian tidak menemui Zaza lagi " peserta di meja makan itu langsung menatap ke arah Eliza yang terlihat santai .


" Zaza merindukan bunda Lian " Eliza menggeleng " Tidak ,Zaza bersyukur tidak dia tidak lagi menemui Zaza " Jawabnya tenang .


" Lagian Zaza sudah tau kenapa bunda Lian meninggalkan Zaza dan ayah dulu "Lanjutnya lagi .


" Dari siapa " Tanya Faisal .


" Dulu saat ayah selalu bersama bunda Lian ,pelayan selalu berbicara tentang itu dan Zaza mendengar nya " Naufal menghela napas berat .


" Sudah ayo makan ,nanti Zaza telat kasian Attar menunggu kakak terlalu lama " Ujar Queen mengakhiri pertanyaan Eliza .


" Nanti bekal nya di bagi iya " Eliza mengagukan kepalanya .


Setelah selesai kini Naufal berpamitan pada ke dua orang tuanya begitu juga Eliza .


Lalu dia berpamitan pada sang istri yang masih duduk di kursi .


" Aku kerja dulu jika ada papa ,hubungi saja , Cup " Ujar Naufal lalu mencium kening Queen .


" Ayah kerja dulu iya " Ujar Naufal yang di jawab dengan tendangan .


" Ssstttt" Naufal mengelus lengan Queen saat wanita itu meringis " Maaf " Queen hanya mengaguk saja .


" Ade ,kakak sekolah dulu iya ,nanti Kaka pulang cepat lalu main sama Ade " Ujar Eliza lembut sambil mengelus perut Queen .


Lagi² Queen kembali meringis karena tendangan dari anaknya .


Dan tentunya itu membuat Eliza bahagia karena selalu mendapat kan balasan .


" Maaf bunda " Queen mengaguk " Belajar yang benar kak, jangan nakal " Eliza hanya mengaguk lalu meninggalkan meja makan itu bernama Naufal .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2