Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
Teman Edward


__ADS_3

Setelah makan malam Queen dan Naufal ikut bergabung di ruangan tengah .


" Tadi kalian pergi periksa " Tanya mommy Ellena .


" Iya mom " Jawab Queen .


" Gimana " Tanya Adara antusias .


" Laki² kak " Jawab Queen Tersenyum .


" Wah baby Ed ada temannya " Ujar Adara Tersenyum .


" Benaran laki² bukan bencong ' Cibir Henry menatap sengit Naufal .


" Mommy " Elvi menatap tajam suaminya " Ucapan itu doa,apa kamu mau Cucu mu bencong " Ujar Elvi .


" Aku akan membunuhnya" Ucap Henry serius .


" Zaza mau nya adik nya apa "Eliza mengangkat kepalanya menatap Adara ,karena dia sedang bermain dengan twins di karpet .


" Perempuan Aunty Dara ,biar Zaza ada teman mani princess Elsa " Lalu dia kembali fokus pada Twins.


" Nanti ayah buat kan yang cewe iya " Naufal Tersenyum seringai .


" Jangan maniak,kau kira anakku pencetak anak untukmu yang ini saja belum ke luar kau sudah merencanakan membuat nya hamil " Ujar Henry menatap Naufal .


" Eliza yang mau Dad " Ujar Naufal.


" Main sama Lux sana " Cibir Henry.


" Kalau laki² gimana sayang " Tanya Queen menatap Eliza .


" Hm Hm Hm boleh ,tapi harus kaya Ade Edward iya "


" Suruh bundamu membuatnya dengan uncle mu "


PLak


" Sakit Elvina kenapa kamu suka sekali memukul ku hah " Bentak Henry kesal .


" Makanya jangan asal bicara Ray dan Queen kakak adik bahkan mereka ke luar hanya beda menit " Henry berdecak .


" Aku juga tahu, apa kau lupa siapa yang mendampingi mu " Gerutu Henry .


Mommy Ellena dan Daddy Radit hanya menggeleng saja melihat tingkah anak semata wayangnya itu .


Tidak berselang lama mereka melihat Reza yang turun dengan wajah yang memerah .


" Mau ke mana nak " Tanya Elvi lembut.


" Pergi mom " Jawab Reza tanpa menghentikan langkahnya .


" Ke mana " Tanya Henry .


" Cari udara " Raymond langsung berdiri .


" Aku ikut Reza dulu iya " Adara hanya mengaguk saja.


" Mom, apa kita tidak kelewatan pada Raine " Tanya Queen yang merasa bersalah .


" Lagian kenapa kalian mendiamkan Raine " Tanya Daddy Radit.


" Queen juga tidak tahu Opa ,tapi lihat semua orang diam Queen juga ikut diam " Jawab Queen dengan tatapan bingung .

__ADS_1


" Adara tidak " Jawab mommy Ellena membuat Queen menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Mau lihat Riane di kamar " Elvi menggeleng " Biarkan dia sendiri dulu, mungkin dia butuh waktu sendiri saat ini " Jawab Elvi .


" Bunda,Ade kapan ke luar ??" Tanya Eliza membuyarkan lamunan mereka .


" Sabar sayang 5 bulan lagi " Jawab Queen lembut .


" Kenapa lama sekali ,apa dulu juga Zaza selama itu di perut bunda Lian " Semua orang saling melirik .


" Hebm ,Zaza mau ketemu bunda Lian tidak " Naufal menatap horor Queen .


" Alexa jangan aneh² " Queen hanya mengedipkan ke dua Matanya .


" Tidak " Jawab Eliza tegas .


" Kenapa " Kini Elvi yang bertanya pada Eliza.


" Zaza tidak suka, setiap bersama Zaza bunda Lian hanya menanyakan ayah , Terus Zaza di biarkan bermain dengan mba Isna " Jawab Eliza jujur .


"Tapi bagaimana pun dia bunda Zaza ,yang melahirkan Zaza dia mengandung Zaza seperti bunda mengandung Ade ,jadi Zaza tidak boleh membencinya " Ucap mommy Ellena lembut .


" Iya Eyang " Jawab Eliza patuh ,Naufal hanya tersenyum saja .


" Bunda sudah tanya Opa Davin " Queen menggeleng " Zaza mau sekolah bunda " Rengek Eliza kesal .


" Iya² besok Bunda tanya Opa Davin iya " Bujuk Queen .


" Nanti bunda lupa lagi " Queen menggeleng cepat " Tidak sayang " Jawabnya .


Tanpa mereka sadari Henry menelpon Davin .


" Kapan Eliza sekolah " Eliza menatap Henry.


" Kau dokternya bodoh " Umpat Henry kesal .


" Besok pagi aku ke rumah "


" Iya gunakan jubah putih mu dengan benar jangan hanya menerima gaji tapi kau tidak bekerja " Ucap Henry ketus .


" Maka buat diri kalian sakit parah ,agar jubah putihku berguna " Balas Davin tak kalah tajam .


" Kau menyumpah ....."


" Aku lagi membajak lahan bangsat ,kenapa menggagu ku " Umpat Davin


Tut ...


" Aku akan membunuhmu Davin " Bentak Henry saat melihat layar hp nya .


" Daddy ada Eliza " Protes Queen .


" Aku tidak peduli " Jawab Henry kesal .


" Kau gadis centil ,kapan kau berlatih " Naufal menatap Henry .


" Berlatih ada Dad " Tanya Naufal serius .


" Menembak,panah, berkuda dan masih banyak lagi " Naufal melotot kan matanya sedangkan Queen hanya bisa memejamkan mata .


" Kenapa Naufal tidak tahu Dad " Protes Naufal .


" Tanyakan pada dirimu ?? Apa dulu kamu punya waktu untuk mereka Cih, bahkan waktumu hanya untuk ****** itu " Naufal menghela napas panjang .

__ADS_1


" Eliza masih kecil Dad " Protes Naufal .


" Bahkan Queen umur dua tahun sudah pegang pistol sekalipun hanya mainan " Jawab Daddy Radit .


" Tidak usah takut , Eliza di ajari agar dia bisa melindungi dirinya karena pengawal saja tidak cukup kamu tahu dunia bisnis gimana banyak yang menjatuhkan kita ,dan senjata mereka satu²nya istri dan anak " Ujar Daddy Radit .


Naufal menghela napas panjang ,bahkan melihat Queen memegang senjata itu membuatnya merinding lalu apa kabar jika dia melihat Eliza yang memegang itu sekalipun itu belum senjata benaran .


Memikirkan saja sudah membuat Naufal merinding apa lagi ??? Naufal menggeleng kan kepalanya mengusir pikiran kotor yang tiba² saja muncul .


" Naufal akan dampingi " Ujar Naufal.


" dia sudah di dampingi pelatihnya , kau hanya bisa melihat nya dari jarak yang sudah di tentukan " Jawab Henry .


" Iya tidak papa " Jawab Naufal .


" Nanti Eliza sembuh total dulu Dad " Jawab Queen .


" Iya " Jawab Henry .


" Dad apa baby Ed baby El juga akan begitu " Henry dan Daddy Radit menaikan alisnya sebelah menatap Adara .


" Pertanyaan bodoh macam apa itu " Cibir Henry .


" Eliza saja sudah berlatih,tentu saja mereka juga apa lagi Edward dia akan menggantikan Raymond ,apa kau lagi di alam lain " Skak !!!


Berpikir lah sebelum bertanya Adara , sekalipun kamu ingin bertanya .


Lebih baik urungkan tunggu suamimu, Sekali pun tidak jauh berbeda pedas dengan mertuamu .


Queen Tersenyum melihat wajah pias Adara, Bagi mereka yang tidak mengenal Henry .


Mungkin akan langsung bunuh diri saat itu juga karena mulut pedasnya .


" Apa kau yakin lulus kuliah !! Kau tidak menyogok dosen mu " Adara menghela napas .


" Daddy bisa periksa " Ujar Adara lirih .


" Kau kira aku kurang kerjaan harus memeriksa hal seperti itu "


"Daddy !! Apa tidak bisa Tidak berdebat dengan menantu mu , syukur Vania dan Amanda tinggal di paviliun jika tidak mungkin mereka juga kena sasaran Daddy " Ujar Elvi yang sudah jengah .


" Seperti nya hanya Reza yang aman di rumah ini " Ujar Queen tertawa kecil .


" Cih manusia dingin itu tidak jauh berbeda dengan Raymond " Cibir Henry.


" Kau pun sama " Ucap mommy Ellena .


" Siapa bilang, kalian saja terlalu paber " Bela Henry yang tidak ingin di salah kan .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Dukung terus Naufal dan Queen


Daniel dan Risna


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2