
Setelah makan malam Queen dan Naufal ikut bergabung di ruangan tengah .
" Tadi kalian pergi periksa " Tanya mommy Ellena .
" Iya mom " Jawab Queen .
" Gimana " Tanya Adara antusias .
" Laki² kak " Jawab Queen Tersenyum .
" Wah baby Ed ada temannya " Ujar Adara Tersenyum .
" Benaran laki² bukan bencong ' Cibir Henry menatap sengit Naufal .
" Mommy " Elvi menatap tajam suaminya " Ucapan itu doa,apa kamu mau Cucu mu bencong " Ujar Elvi .
" Aku akan membunuhnya" Ucap Henry serius .
" Zaza mau nya adik nya apa "Eliza mengangkat kepalanya menatap Adara ,karena dia sedang bermain dengan twins di karpet .
" Perempuan Aunty Dara ,biar Zaza ada teman mani princess Elsa " Lalu dia kembali fokus pada Twins.
" Nanti ayah buat kan yang cewe iya " Naufal Tersenyum seringai .
" Jangan maniak,kau kira anakku pencetak anak untukmu yang ini saja belum ke luar kau sudah merencanakan membuat nya hamil " Ujar Henry menatap Naufal .
" Eliza yang mau Dad " Ujar Naufal.
" Main sama Lux sana " Cibir Henry.
" Kalau laki² gimana sayang " Tanya Queen menatap Eliza .
" Hm Hm Hm boleh ,tapi harus kaya Ade Edward iya "
" Suruh bundamu membuatnya dengan uncle mu "
PLak
" Sakit Elvina kenapa kamu suka sekali memukul ku hah " Bentak Henry kesal .
" Makanya jangan asal bicara Ray dan Queen kakak adik bahkan mereka ke luar hanya beda menit " Henry berdecak .
" Aku juga tahu, apa kau lupa siapa yang mendampingi mu " Gerutu Henry .
Mommy Ellena dan Daddy Radit hanya menggeleng saja melihat tingkah anak semata wayangnya itu .
Tidak berselang lama mereka melihat Reza yang turun dengan wajah yang memerah .
" Mau ke mana nak " Tanya Elvi lembut.
" Pergi mom " Jawab Reza tanpa menghentikan langkahnya .
" Ke mana " Tanya Henry .
" Cari udara " Raymond langsung berdiri .
" Aku ikut Reza dulu iya " Adara hanya mengaguk saja.
" Mom, apa kita tidak kelewatan pada Raine " Tanya Queen yang merasa bersalah .
" Lagian kenapa kalian mendiamkan Raine " Tanya Daddy Radit.
" Queen juga tidak tahu Opa ,tapi lihat semua orang diam Queen juga ikut diam " Jawab Queen dengan tatapan bingung .
__ADS_1
" Adara tidak " Jawab mommy Ellena membuat Queen menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Mau lihat Riane di kamar " Elvi menggeleng " Biarkan dia sendiri dulu, mungkin dia butuh waktu sendiri saat ini " Jawab Elvi .
" Bunda,Ade kapan ke luar ??" Tanya Eliza membuyarkan lamunan mereka .
" Sabar sayang 5 bulan lagi " Jawab Queen lembut .
" Kenapa lama sekali ,apa dulu juga Zaza selama itu di perut bunda Lian " Semua orang saling melirik .
" Hebm ,Zaza mau ketemu bunda Lian tidak " Naufal menatap horor Queen .
" Alexa jangan aneh² " Queen hanya mengedipkan ke dua Matanya .
" Tidak " Jawab Eliza tegas .
" Kenapa " Kini Elvi yang bertanya pada Eliza.
" Zaza tidak suka, setiap bersama Zaza bunda Lian hanya menanyakan ayah , Terus Zaza di biarkan bermain dengan mba Isna " Jawab Eliza jujur .
"Tapi bagaimana pun dia bunda Zaza ,yang melahirkan Zaza dia mengandung Zaza seperti bunda mengandung Ade ,jadi Zaza tidak boleh membencinya " Ucap mommy Ellena lembut .
" Iya Eyang " Jawab Eliza patuh ,Naufal hanya tersenyum saja .
" Bunda sudah tanya Opa Davin " Queen menggeleng " Zaza mau sekolah bunda " Rengek Eliza kesal .
" Iya² besok Bunda tanya Opa Davin iya " Bujuk Queen .
" Nanti bunda lupa lagi " Queen menggeleng cepat " Tidak sayang " Jawabnya .
Tanpa mereka sadari Henry menelpon Davin .
" Kapan Eliza sekolah " Eliza menatap Henry.
" Kau dokternya bodoh " Umpat Henry kesal .
" Besok pagi aku ke rumah "
" Iya gunakan jubah putih mu dengan benar jangan hanya menerima gaji tapi kau tidak bekerja " Ucap Henry ketus .
" Maka buat diri kalian sakit parah ,agar jubah putihku berguna " Balas Davin tak kalah tajam .
" Kau menyumpah ....."
" Aku lagi membajak lahan bangsat ,kenapa menggagu ku " Umpat Davin
Tut ...
" Aku akan membunuhmu Davin " Bentak Henry saat melihat layar hp nya .
" Daddy ada Eliza " Protes Queen .
" Aku tidak peduli " Jawab Henry kesal .
" Kau gadis centil ,kapan kau berlatih " Naufal menatap Henry .
" Berlatih ada Dad " Tanya Naufal serius .
" Menembak,panah, berkuda dan masih banyak lagi " Naufal melotot kan matanya sedangkan Queen hanya bisa memejamkan mata .
" Kenapa Naufal tidak tahu Dad " Protes Naufal .
" Tanyakan pada dirimu ?? Apa dulu kamu punya waktu untuk mereka Cih, bahkan waktumu hanya untuk ****** itu " Naufal menghela napas panjang .
__ADS_1
" Eliza masih kecil Dad " Protes Naufal .
" Bahkan Queen umur dua tahun sudah pegang pistol sekalipun hanya mainan " Jawab Daddy Radit .
" Tidak usah takut , Eliza di ajari agar dia bisa melindungi dirinya karena pengawal saja tidak cukup kamu tahu dunia bisnis gimana banyak yang menjatuhkan kita ,dan senjata mereka satu²nya istri dan anak " Ujar Daddy Radit .
Naufal menghela napas panjang ,bahkan melihat Queen memegang senjata itu membuatnya merinding lalu apa kabar jika dia melihat Eliza yang memegang itu sekalipun itu belum senjata benaran .
Memikirkan saja sudah membuat Naufal merinding apa lagi ??? Naufal menggeleng kan kepalanya mengusir pikiran kotor yang tiba² saja muncul .
" Naufal akan dampingi " Ujar Naufal.
" dia sudah di dampingi pelatihnya , kau hanya bisa melihat nya dari jarak yang sudah di tentukan " Jawab Henry .
" Iya tidak papa " Jawab Naufal .
" Nanti Eliza sembuh total dulu Dad " Jawab Queen .
" Iya " Jawab Henry .
" Dad apa baby Ed baby El juga akan begitu " Henry dan Daddy Radit menaikan alisnya sebelah menatap Adara .
" Pertanyaan bodoh macam apa itu " Cibir Henry .
" Eliza saja sudah berlatih,tentu saja mereka juga apa lagi Edward dia akan menggantikan Raymond ,apa kau lagi di alam lain " Skak !!!
Berpikir lah sebelum bertanya Adara , sekalipun kamu ingin bertanya .
Lebih baik urungkan tunggu suamimu, Sekali pun tidak jauh berbeda pedas dengan mertuamu .
Queen Tersenyum melihat wajah pias Adara, Bagi mereka yang tidak mengenal Henry .
Mungkin akan langsung bunuh diri saat itu juga karena mulut pedasnya .
" Apa kau yakin lulus kuliah !! Kau tidak menyogok dosen mu " Adara menghela napas .
" Daddy bisa periksa " Ujar Adara lirih .
" Kau kira aku kurang kerjaan harus memeriksa hal seperti itu "
"Daddy !! Apa tidak bisa Tidak berdebat dengan menantu mu , syukur Vania dan Amanda tinggal di paviliun jika tidak mungkin mereka juga kena sasaran Daddy " Ujar Elvi yang sudah jengah .
" Seperti nya hanya Reza yang aman di rumah ini " Ujar Queen tertawa kecil .
" Cih manusia dingin itu tidak jauh berbeda dengan Raymond " Cibir Henry.
" Kau pun sama " Ucap mommy Ellena .
" Siapa bilang, kalian saja terlalu paber " Bela Henry yang tidak ingin di salah kan .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1