Cinta Untuk Eliza

Cinta Untuk Eliza
part 65(2)


__ADS_3

Saat urusan di dalam ruangan operasi telah selesai ,Arif menempatkan diri untuk ke luar melihat kedua sahabatnya karena Endang dan sang anak pun belum bisa di jenguk sampai nantinya mereka di pindahkan di ruangan perawatan .


Tapi saat membuka pintu ruangan langkah nya langsung terhenti saat melihat sosok pria yang begitu menyeramkan menurut nya bukan hanya dirinya tapi menurut semua orang apa lagi kini ke dua pria itu sudah menatap nya .


Arif menatap ke dua sahabatnya memberikan isyarat lewat sorot mata, dengan langkah tegap sekalipun takut Arif tetap mendekati mereka .


" Tuan " Sapa Arif menundukkan kepalanya .


" Seperti nya kamu sudah tidak butuh pekerjaan " Ucap Jose ketus .


Glek


Arif menelan ludahnya kasar lalu menatap ke dua sahabat nya yang hanya terdiam .


" Saya hanya tidak ingin membuat tuan khawatir " Lidah Henry berdecak .


" Kamu pikir dia siapa ? Kenapa saya harus khawatir bahkan jika pun Elvi di dalam sana aku tidak akan khawatir " Arif menutup mulutnya rapat .


salah iya Ucap nya dalam hati , Rehan dan Morgan menahan senyumnya sambil menunduk .


" Apa anakmu manusia " Tanya Henry .


" Iya tuan, dia bidadari " Jawab Arif dengan bangga .


"Hasil paksaan iya " Sindir Jose .


" Tidak tuan, hasil mau sama mau " Jawabnya tenang .


" Ayo kita pulang " Ucap Henry .


" Apa tuan tidak masuk dulu " Henry dan Jose langsung menatap Arif " Mau bikin apa ?? Melihat istrimu yang terbaring atau ingin kami kembali membela perut nya " Tanya Jose menatap Arif .


' Maafkan saya tuan " Jawab Arif menundukkan kepalanya .


" Menyusahkan saja " Ucap Henry .


" Tuan " Arif kembali menahan ke dua pria itu membuat Henry kesal " Kau ingin mati Hah ,apa kau tahu sudah berapa lama kami di sini hanya menunggu mu ke luar dari ruangan itu Sialan " Umpat Henry kesal .


" Maafkan saya tuan, jika berkenan bolehkan memberikan nama pada putriku " Ucap Arif gugup lalu menatap Morgan dan Rehan yang sudah membulatkan kedua matanya .


" Apa kau kira aku bapaknya ,kau yang membuatnya dan kau meminta nama padaku " Ucap Henry ketus .


" Maafkan saya tuan " Ucap Arif .


" kembali ke rumah utama " Ucap Henry tapi sebelum itu dia mendekati Arif .


bugh

__ADS_1


" Kau kira aku ini Google di saat kau mengatakan itu langsung ke luar apa yang kamu minta" Ucap Henry setelah menendang kaki Arif .


" Ayo kita pergi " Ucap Henry .


" Terimakasih tuan " Ucap Arif menundukkan kepalanya sambil tersenyum .


" Menyusahkan saja ,apa tidak bisa kalian hidup tanpa menggangu kami " Ucap Jose menatap ketiga pengawal pribadi mereka .


" Maafkan kami tuan " Ucap mereka bersamaan .


Hhuuussssss


Ketiga langsung terduduk di kursi tunggu saat Henry dan Jose sudah menghilang dari koridor rumah sakit .


" Bukannya mereka yang selalu menyusahkan kita ,bahkan mereka tidak mengenal waktu saat memberikan kita tugas " Ucap Morgan .


" Bos tidak pernah salah Gan, kalaupun salah itu semua pasti karena kita " Jawab Rehan memejamkan matanya .


" Kenapa kalian tidak bilang jika tuan Henry dan tuan Jose ke sini " Tanya Arif .


" Jangan memarahi kami, jika kamu punya nyali marahi pemegang rumah sakit ini ,itu juga karena mu kenapa tidak bilang pada mereka " Ucap Rehan kesal .


" Karenamu kami seperti kucing yang ketahuan mencuri bahkan hanya untuk menarik napas kami menahan beberapa detik " Timpal Morgan .


" Apa semuanya lancar " Arif mengaguk " Dia sangat cantik " Jawabnya Tersenyum .


" Terimakasih ,maaf baru menemui kalian " Ucap Arif .


" Tidak masalah ,kalau begitu kami pamit dulu " Ucap Rehan .


" Hati" Ucap Arif .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah melewati masa pemulihan Endang sudah di pindahkan ke ruangan paling atas yang pasti nya selalu di temani sang suami .


" Jangan dulu terlalu gerak iya ,sedikit² dulu " Ucap Amanda lembut .


" Kalau kantong nya sudah penuh nanti mereka saja yang urus " Lanjutnya menatap Arif .


" Iya Non " Jawab Arif .


" Kalau ada yang tidak nyaman katakan saja, sebentar lagi obat biusnya akan hilang tapi nanti perawat ke sini lagi mereka akan memeriksa mu tiap 2 jam ' Ucap Amanda ,Endang hanya menjawab lewat senyuman .


" Maaf Non ,baby nya kapan bisa ke sini " Tanya Arif .


" Besok pagi setelah mandi dia akan di antar ke sini " Jawab Amanda .

__ADS_1


" Nanti kalau mau lihat pergi saja ,nanti minta perawat yang menemaninya " Lanjutnya lagi .


" Iya Non , terimakasih banyak " Ucap Arif .


" Iya sudah aku kembali dulu,jangan sungkan untuk menelpon " Ucap Amanda .


" Pelan² iya ,jangan di paksa " Ucap Amanda mengelus lengan Endang .


Sedangkan Morgan dan Rehan setelah kembali dari rumah sakit memilih kembali ke apartemen toh sudah sore juga jadi percuma jika kembali ke perusahaan .


Ceklek.


Morgan memasuki apartemen nya yang tampak sepi mungkin Isna dan Brad berada di kamar .


Karena biasanya mereka berada di bawah sudah sore tapi karena belum jam nya dia pulang jadi mereka masih berada di kamar .


Ceklek


Morgan membuka pintu kamarnya yang ternyata kedua manusia yang di carinya sedang tertidur pulas di atas tempat tidur .


" Tumben " Gumam Morgan , tidak ingin membuat keduanya terbangun Morgan memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu .


hanya butuh 20 menit saja Morgan sudah kembali langsung ke ruangan ganti setelah selsai baru dia bergabung di tempat tidur .


Dengan pelan dia naik ke atas agar tidak membangunkan kedua nya padahal ini sudah sore, mungkin karena lelah Morgan tidak ingin membangunkan sang istri.


CUP


Cup


Morgan mencium bibir Isna sekilas lalu mencium kening Brad yang membuat nya semakin bahagia .


" Baiklah ayo kita istirahat Honey " Ucap Morgan memeluk Isna dari belakang .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😘😘😘


Jangan lupa juga mampir di novel yang lainnya 🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


"


__ADS_2