
Setelah kepergian sang pengusaha serta asisten begitu juga Amanda Rosna dan Isna langsung mendekati Bayi Endang yang belum di namai karena mereka belum ke rumah utama.
Seperti permintaan Arif ,Henry lah yang akan memberikan nama jadi untuk sementara mereka memanggil nya sesuka hatinya .
" Kau melupakan anakmu hanya karena anak Arif " Tanya Rehan menggeleng .
" Sejak tadi aku ingin gendong yah, tapi takut " Jawab Rosna jujur .
" Hati² kandungan mu baru 2 bulan " Rosna mengagukan kepalanya sedang kan Aurellia duduk sambil menonton kartun kesukaan nya .
" Mba Endang nanti jodohkan sama Brad iya " Ucap Isna .
" Terserah, kalau mereka sama² suka lagian mereka masih kecil " Jawab Endang Tersenyum.
" Enteng betul mulutnya , bahkan menukar dengan nyawa pun aku tidak mau ,anakku terlalu berharga untuk kalian " Jawab Arif kesal .
" Kau kira anakku tidak berharga ? Aku juga tidak mau anakku berada di kehidupan mu yang ada nanti dia tersiksa " Jawab Morgan ketus .
" bahkan nama saja dia belum punya " Lanjutnya lagi dengan kesal .
" Kenapa kalian yang berdebat sekalipun kalian melarang kalau mereka saling suka ,kalian mau apa " Tanya Rehan menggeleng .
" Lagian anak baru lahir satunya juga masih dua bulan sudah di jodohkan kiramu ini zaman purba " Lanjutnya menatap Isna .
" Gemas tahu ,lucu baru bulu matanya panjang , hidung mancung bibirnya aku ingin mencium nya " Ucap Isna mengepalkan tangannya ingin sekali meremas anak Endang dan Arif .
" Karena kami pintar membuatnya , kamu mau tahu cara nya ' Dengan polos Isna mengagukan kepalanya.
" Iya " Jawabnya cepat .
" Apa kau tidak tahu membuat nya ,lalu Brad hasil dari mana Isna " Tanya Morgan bingung .
" Dari apartemen " Jawab Rehan tertawa kecil .
" Babe diam dulu " Ucap Isna kesal " Kaya mana Mas Arif " Tanya nya menatap Arif .
" Sering² bergerak, karena itu Endang yang membuatnya bahkan dia tidak pernah lelah ....."
PLak
" Sakit Endang " Ucap Arif .
" kenapa ?? Aku mengatakan yang sebenarnya bahkan aku masih tidur saja tangan mu berada di bawa alasannya hanya karena ingin aku puas " Ucap Arif vulgar .
" Apa harus di katakan mas " Geram Endang kesal .
__ADS_1
" Harus , karena Isna ingin belajar !! Jadi kamu harus lebih aktif karena itu yang aku alami " Lanjutnya lagi .
" Pro juga dia " Ucap Morgan .
"Sayang , seperti kamu harus belajar pada kakak mu itu , sekalipun dia yang terkahir tapi mainnya luar biasa " Ucap Rehan .
" apa sih yah " Ucap Rosna menatap anak Endang .
" Kau harus aktif mulai sekarang , setelah balik nanti aku ingin mempraktekkan nya " Bisiknya membuat Rosna merinding .
" Pulanglah jika tidak tahan ' Ucap Arif .
" Sedikit lagi ,setelah ini aku akan pulang dan meliburkan diri " Jawab Rehan Tersenyum kuda.
" Libur terus ,biar apartemen mu di ratakan " Ucap Morgan .
" Aku tahu isi otakmu apa ?? bahkan kamu sudah menyusun rencana apa lagi Brad ada di rumah tuan Naufal " Ucap Rehan mencibir .
" Kami hanya meluangkan waktu bersama iya kan Honey " Ucap Morgan Tersenyum miring .
" Meluangkan waktu bersama babe itu panjang " Jawab Isna .
" Sekali putaran boleh lah sebelum ke kantor " Ucap Morgan .
" Apa tidak cape " Tanya Isna menggeleng .
" Kalian itu sama semua tidak ada yang waras , isi otaknya hanya ************ saja " Cibir Rosna membuat ke tiga pria itu tertawa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesuai ucapannya Rehan dia tidak ke perusahaan hari ini, sesampainya di apartemen dia langsung meminta Rosna untuk menidurkan Aurellia di kamarnya karena ini sudah siang .
Setelah selesai dia menyusul suaminya yang sudah menunggunya di atas tempat tidur yang hanya menggunakan boxer .
" Yang Hitam sayang " Lidah Rosna berdecak lalu ke kamar mandi membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum melayani suaminya .
Rehan menunggu Rosna di tempat tidur dengan gelisah ,dia sudah beberapa kali dia mondar mandir lalu kembali ke tempat tidur nya .
30 menit menunggu akhirnya Rosna ke luar dari ruangan ganti hingga mengentikan langkah Rehan langsung menatap nya .
Glek
Dengan susah payah Rehan menelan ludahnya kasar, liurnya langsung menetes menatap lapar ke arah Rosna Yang begitu panas menurut nya .
dengan pelan dia mendekat ke arah Rosna sambil menatapnya dengan lapar .
__ADS_1
" Kau menggoda ku " Rosna langsung menabrak badan sang suami saat Rehan menariknya dalam pelukannya .
Tidak ingin membuang waktu Rehan langsung menarik tengkuk sang istri lalu melahap bibir sang istri dengan kasar tangan satunya langsung mengkup benda kenyal yang sudah menantang sejak tadi .
" Aku tidak akan membiarkan mu istirahat sampai Hhhmmmppp " Mulut Rehan langsung di bungkam Rosna sambil mendorong pelan tubuh suaminya ke arah tempat tidur .
" Ayah yang akan meminta ampun " Ucap Rosna mendorong pelan tubuh sang suami lalu naik ke atasnya dengan seksi .
" Sa.......yang " Geram Rehan saat Rosna menggesekkan miliknya di atas senjatanya yang masih di tutupi begitu juga miliknya .
Rosna terus bergerak sambil menatap Rehan yang masih memejamkan matanya,dengan pelan Rosna mengusap bidang dada suaminya membuat Rehan membuka mata dengan liar Rosna mengisap jarinya ke luar masuk dalam mulutnya membuat Rehan semakin sesak .
" Kau ....nakal ...baby " Ucap Rehan serak menahan gairah nya .
Rosna memegang kedua tangan Rehan yang memegang kedua pinggang nya lalu dia mengambil tangan itu memegang kedua benda kenyalnya .
" Aaahhhh " Desah Rosna saat Rehan meremas benda kenyal itu.
Rosna membuka kain penutup bawahnya menarik tali samping pinggang nya lalu mengakat tubuhnya sedikit membuka kain kecil itu .
" Ssssttt Aahhhh Baby " Geram panjang Rehan saat Rosna kembali menggesekkan kedua benda itu .
" Ayah ingin aku berkerja " Rehan mengaguk bahkan kini dia sudah memegang kedua pinggang Rosna menahan tubuh nya sungguh dia sudah tidak tahan.
Rosna turun dari tubuh suaminya membuka kain penutup yang menutupi senjata .
Rehan menatap apa saja yang di lakukan sang istri hingga akhirnya dia kembali menggeram saat benda berurat itu di kulum dalam mulut basah sang istri .
" Rosna Aaahhhhh .... ini Aaahhh " Rehan langsung memegang rambut sang istri . .
Rosna menatap sang suami yang begitu seksi menurutnya apa lagi wajahnya yang terlihat sayu membuat Rosna bergairah hingga dia kembali memasukan senjata itu hingga semuanya .
" Aaarrrggggghhhhhhh "
" Cepat ...baby jangan menyiksa .... Aaahhhh " Geram Panjang Rehan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semoga lulus iya ,jadi vote like dan hadiahnya jangan lupa juga mampir di novel yang lainnya
Dukung terus tiga pengawal keluarga Mateo 😘😚😚😚
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟