
" Papa " Pekik Eliza saat masuk dalam rumah yang di mana Daniel sudah menunggu di depan pintu .
" prince mana " Daniel menatap Naufal yang hanya menaikan bahunya " Di dalam " Jawabnya bingung .
Mereka langsung menuju ruangan keluarga di mana sudah ada orang tua Daniel , mertuanya Risna dan juga baby kanz .
" Nona Bos "
" Duduk saja tidak usah berdiri " Ucap Queen saat melihat Risna akan berdiri .
" Maaf baru datang , waow dia sangat tampan Ris " Puji Queen saat melihat Baby Kanz yang berada di gendongan nya .
". Terimakasih " Ucap Risna .
" Mama ,apa dia adik Zaza " Risna mengaguk Tersenyum " kenapa cowo " Risna menaikan alisnya menatap Daniel bingung .
" Kenapa " Tanya Daniel lembut .
" Kenapa bukan cewe " Jawabnya jujur .
" Berdoalah semoga adik Zaza nanti salah satunya cewe bukan bunda sedang hamil kembar " Eliza mengaguk " Tapi lama lagi " Naufal dan Queen hanya bisa tersenyum .
" Salim dulu sama kakek nenek kakak " Eliza pun langsung berdiri mencium punggung tangan orang tua Daniel dan Risna .
" Cucunya Faisal " Adit hanya mengaguk " Bukannya kau sudah melihat nya di pernikahan Risna sama Daniel " Tanya Adit .
" Aku sibuk " Jawabnya seadanya .
" Sibuk dari mana ?? Bahkan tahumu hanya menyuruh saja " Cibir Adit .
" Siapa ....."
" Ayah jangan lagi iya " Mohon Risna saat keduanya kembali berdebat .
" Besok kita pulang " Ucap Iin .
" Tidak bisa ,aku masih mau di sini " Ucap Usman tegas .
" Apa kau tidak malu menumpang di rumah ku " Cibir Adit .
" Aku akan tidur di hotel Risna ,di mana letaknya " Tanyanya pada Risna .
' Ayah " Pekik Risna tertahan agar tidak membuat Kanz kaget " Di sini ada bosnya Risna ada bos Abang juga bisa diam " Lanjutnya dengan kesal .
" Maaf nona bos ,tuan Naufal " Ucap Risna tidak enak .
" Tidak papa ,tidak perlu sungkan bukannya kita sudah perna melihat ini mungkin akan sering " Jawaban Queen Tersenyum .
" Papa " Daniel menatap Eliza " Kenapa hm " Tanya nya .
'" Zaza bawa hadiah untuk prince tapi sepertinya dia belum bisa mainkan " Ucap Eliza .
" Nanti kalau dia sudah bisa nanti Papa berikan padanya " Jawab Daniel .
" Apa dia minum susu dari Mama juga " Risna mengaguk " Mau gendong " Eliza menatap Risna berbinar " Boleh " Risna membalas nya dengan senyuman .
" Ris nanti jatuh " Ucap Queen khawatir .
" Tidak Nona bos " Jawab Risna " Kaki kakak di lipat iya " Marni yang paham kebingungan Eliza langsung membantu nya .
" Makasih nenek " Marni hanya membalas nya dengan ciuman di kepala Eliza .
" Jangan tegang iya " Ucap Risna ,di anggukan Eliza .
Perlahan Risna menyimpan kanz di pangkuan Eliza sambil menahan kepala anaknya.
" Sayang " Tegur Daniel meringis begitu juga Naufal .
__ADS_1
" Risna sudah " Tegur Queen tapi Risna terus melanjutkan bahkan kini tangan kecil Eliza sudah menahan bagian leher Kanz begitu juga bagian bawahnya .
" Abang HP nya cepat " Ucap Risna lalu mengambil HP Daniel yang di dekatnya .
Mengambil potret Eliza dan kanz " Senyum kak " Eliza menampakkan senyum manisnya sekalipun gugup .
Risna tersenyum saat melihat hasil fotonya lalu menyimpan HP nya .
" Ayah foto Zaza " Naufal pun mengeluarkan HPnya mengambil potret Eliza dan Kanz lalu dia kembali duduk .
" Papa prince nya goyang " Pekik Eliza heboh.
" Risna cepat " Queen tak kalah heboh dari Eliza membuat Risna tertawa kecil lalu memegang tangan anaknya .
" Seperti nya istri mu tidak membutuhkan anak " Ucap Naufal .
' Dia begitu tenang memberikan Kanz pada Eliza ,Xana saja yang sudah besar kami tidak berani membiarkan mereka hanya berdua " Lanjutnya lagi .
" Kau terlalu takut nyatanya Eliza bisa " Ucap Daniel Tersenyum .
" Iya tapi merinding aku nya kalau jatuh gimana anakmu belum cukup seminggu " Daniel hanya tersenyum saja .
" Pegal " Risna langsung mengambil Kanz dari gendongan Eliza " Bawa sini " Risna pun memberikan pada Naufal .
" Prince berat juga " keluhnya lalu meluruskan kakinya di sambut gelak tawa dari orang dewasa .
" baby Xana pasti lebih berat iya kan kak " Tanya Adit ,Eliza mengagguk .
" Dia berat sekali Opa ,sama kaya baby Ed sama baby El " Aduh Eliza .
" Dia cerewet sekali seperti faisal " Ucap Usman .
" Jangan memulai nanti mulut ayah ibu masukan cabe " Ucap Iin ketus membuat Usman terdiam .
Adit dan Marni ingin sekali tertawa begitu juga Daniel dan Naufal ,mereka sendiri bingung kenapa ketiga manusia itu susah sekali akur ,padahal mereka sudah memiliki kehidupan masing masing.
Tapi selalu saja mengungkit masa lalu yang membuat orang sekitar mereka tertawa sekaligus kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Maaf " Isna hanya terdiam " Masih sakit " Tanya morgan pelan .
" Sakit tapi enak " Jawabnya Tersenyum .
" Kau nakal " Morgan menarik pelan hidung Isna .
" Istirahat lah nanti sebentar aku antar pulang "
" Sekarang saja takutnya mereka sudah pulang " Ucap Isna .
" Menurut lah, itu akan jadi urusanku " Ucap Morgan .
" Tapi Hhhmmmppp " Isna menatap tajam Morgan yang kembali membungkam mulutnya bahkan pria itu kini sudah berada di atas tubuhnya .
" Sekali lagi boleh " Isna melotot kan mata nya " Boleh " Isna memejamkan matanya kuat " Honey " Panggil Morgan lembut .
" Hei jawab dulu " Tanya Morgan Tersenyum seringai .
" Le-pas kan ta-nga nya " Bukannya lepas Morgan semakin mempercepat gerakannya .
" Boleh atau tidak " Ucapnya sambil memasukkan jarinya di bawah sana .
" Bo-leh Aaaahhh " Morgan langsung mengisap dua benda kenyal yang ada di depannya mengulum, mengisap dan memainkan pucuknya .
" Ba......be Aahhhhhh ......Morgan "
" Kau sudah basah honey " Bisik Morgan lalu mengisap leher serta kuping Isna .
__ADS_1
Membuat wanita itu seperti cacing kepanasan belum lagi gerakan tangan nya di bawah sana ,mengaduk² lahan yang baru saja di bobol .
" Masuki aku " Morgan hanya tersenyum " Ba...Be Ahhhhhh "
Morgan menuntun adik kecilnya !!
Jleb
" Aahhhhhh "
" Aaarrgghhhh " Morgan menghentakan sekali Sekalipun masih susah tapi tidak seperti tadi yang harus bersabar .
" Sakit " Isna mengaguk pelan " Tapi tidak sesakit tadi " Morgan pun mulai bergerak pelan .
" Eugh milikmu sangat enak honey " Geram Morgan di sela permainan .
" Ahhhhhh aku ....ingin ...di atas " Morgan langsung menghentikan gerakan nya .
" Aku ingin memasukkan mu " Lanjutnya ,Morgan pun membalikkan keadaan kini Isna sudah berada di atas tubuhnya .
" Aaarrgghhhh " Geram Morgan saat Isna mulai bergerak pelan .
Mungkin karena ini pertama jadi Isna belum terbiasa ,tapi begini saja sudah membuat Morgan melayang lahan sempit menggigit milik Isna membuat adik kecilnya sesak didalam sana .
Tidak ingin hanya berdiam diri Morgan meremas benda yang bergerak tepat di depannya lalu mengisapnya secara bergantian membuat Isna semakin panas dingin .
sehingga gerakannya semakin cepat Morgan yang merasakan itu langsung meremas bokong sintal milik Isna Tanpa melepaskan mulutnya .
" MorganHhhhhhh" Lenguh panjang Isna sambil berpegangan pada pundak Morgan .
" Ahhhhhh "
" Eugh honey.....pelan² " Desah Morgan .
Bagaimana tidak Isna begitu bergairah sehingga menyentuh GSpot miliknya dan membuat adik kecilnya semakin sesak .
" Mau ke .... Aaahhhhh "
" Bersama " Morgan langsung mengambil ahli permainan lalu membalikkan badan Isna .
Jleb
" MorganHhhhhh " Pekik Isna saat masuk lewat belakang
Morgan meremas pinggang ramping Isna ini sangat nikmat bahkan dia tidak perna menemukan dari wanita yang perna dia tiduri .
Morgan terus bergerak dengan cepat dan hentakan yang begitu kuat . sehingga suara mereka memenuhi ruangan itu .
Syukur tidak ada orang lain hanya ada mereka saja sehingga mereka bisa bebas berteriak.
" Aku ...Sampai ...Honey .."
" Aaahhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh " Morgan menancap kan semua miliknya dalam lahan sempit itu hingga membuat Isna memejamkan matanya kuat .
Dia masih mempertahankan miliknya didalam sana sampai akhir tubuhnya ambruk di samping Isna dan memeluk wanita itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna jadikan novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
like
koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟