
Sesampainya di rumah sakit Amanda dan Alister yang menunggu sejak tadi , langsung berlarian mendekati mobil .
Dan perawat membawa tempat tidur pasien dengan raut wajah yang tegang .
Henry ke luar dari kemudi lalu mengangkat Queen yang selalu merintih kesakitan setelah mommy Ellena ke luar .
" Bantu kakak mu " Amanda dan Alister hanya mengaguk saja lalu mereka masuk dalam rumah sakit sambil mendorong tempat tidur Queen dan langsung masuk dalam ruangan persalinan.
Tidak berselang lama Naufal datang dengan napas yang memburuh .
" Da...d..Dy "
" Masuklah di dalam ada Oma dan mommy mu " Naufal menarik napas Panjang sebelum masuk ke dalam .
Ceklek
" Sa....kit "
" Sayang " Panggil Naufal lirih.
Elvi dan mommy Ellena menatap ke arah pintu di mana Naufal berdiri .
" Maaf, Tahan iya Aku tahu kamu wanita kuat !! Kamu pasti bisa Aku mencintai mu " Ujar Naufal saat sudah di dekat Queen .
" Mommy ke luar dulu ,temani istri mu " Naufal mengaguk sambil mengelus kepala Queen yang berkeringat .
" Kaka Queen ,Amanda periksa dulu iya " Queen hanya mengaguk lemah ,Amanda pun memeriksa pembukaan dan memasukan dua jarinya dalam inti Queen .
" Sssstttt " Naufal menggegam tangan Queen dengan kuat .
" Masih pembukaan 3 , Kaka mau jalan² biar pembukaan nya cepat " Tanya Amanda .
" Apa masih Lama " Tanya Queen lirih .
" Tinggal 7 pembukaan lagi ,setelah itu Kaka bertemu dengan anak kakak " Terang Amanda tenang .
"AaaakkkHhhhhh " Naufal langsung memeluk Queen dan mencium kening wanita itu.
" Aku mencintaimu Alexa ......sangat mencintai mu " Bisik Naufal di telinga Queen lalu kembali mencium kening Queen .
" Mau ..jalan " Ucap Queen saat rasa itu kembali hilang ,jika itu bisa mempercepat makan dia akan lakukan dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya .
" Tapi Yank ...."
" Tidak papa Kaka Ipar ,Kaka Queen masih bisa berjalan " Naufal pun membantu Queen bangun dan turun dari tempat tidur .
" Kamu yakin yank " Queen mengagguk saat sudah berdiri di sisi ranjang sambil memegang perutnya .
" Kalau sakitnya datang kamu bisa melampiaskan padaku " Queen hanya mengaguk lalu mulai berjalan pelan .
Sedangkan Amanda memilih ke luar menemui keluarganya di luar .
Pasti kini mereka tengah khawatir pada Queen yang akan melahirkan .
" Gimana kakakmu " Tanya Alan yang baru saja tiba bersama Jeje serta istri mereka .
" Kak Queen masih pembukaan 3 jadi Kaka ipar sedang membantu berjalan " Jawab Amanda .
" Apa boleh kami masuk " Tanya Jeje .
" Masuklah ,tapi jangan ribut " Mereka masuk setelah mendapat kan persetujuan .
Saat akan masuk Daniel dan Risna juga baru datang .
" Nona Amanda " Panggil Daniel mengehentikan langkah Amanda .
" Kakak Kaka ipar " Ujar amanda Tersenyum.
" Mau lihat kakak Queen " Daniel dan Risna menggaguk .
__ADS_1
Karena memikirkan keadaan Risna , Daniel pun harus membawa mobil dengan keadaan baik sekali pun dia ingin sekali mempercepat laju mobil itu .
Maka kenapa dia baru saja tiba belum lagi langkah laki Risna iya Kalian bisa pikir .
" Kaka Queen lagi pembukaan tiga ,kalian bisa masuk melihat nya " Ujar Amanda .
" Kami tunggu di sini saja Nona " Ujar Daniel tak enak .
" Kalau begitu Amanda masuk dulu iya " Ucap Amanda .
" Iya Non " Jawab Daniel lalu membantu Risna untuk duduk di kursi tunggu .
Sedangkan dalam ruangan Alan dan Naufal sedang menemani Queen .
Saat Queen berhenti dan memegang ke dua tangan pria itu Naufal dan Alan hanya bisa terdiam .
" Sayang jangan buat Bunda sakit " Ujar Naufal sambil mengelus perut Queen .
Queen menghadap Naufal bersandar di pundak nya ,sehingga Alan mengelus bagian pinggang belakang nya .
" Kamu bisa ,kamu wanita kuat aku mencintaimu " Hanya itu yang bisa Naufal Ucap kan sekarang .
" Kaka masih bisa " Queen menatap Amanda yang baru masuk ,lalu mengaguk .
" sayang kita operasi saja iya " Ujar Henry, tapi Queen menolak .
" Biar sakitnya hilang sayang " Tetap sama queen menolak ,dia ingin mengalami lahiran normal.
Sekalipun Normal dan SC pasti sama² sakit nantinya .
Tidak Berselang lama Alister masuk sambil membawa gelas minum dan bubur .
"Berikan Ini ,Kaka Queen butuh tenaga " Henry pun langsung berdiri mengambil mangkok bubur sedangkan Alan mengambil minuman .
Seperti ini para pria itu lah yang bekerja sedang kan istri mereka duduk dengan wajah tegang dan gugup .
Jeje berjalan ke samping Naufal memberikan minuman pada Queen .
Setelah itu Queen kembali berjalan dengan pelan² ,saat dia berhenti ke empat pria itu juga berhenti
Jeje dan Henry bergantian menyuapi Queen hingga bubur dan minuman di tangan mereka habis .
Amanda meminta Naufal untuk membawa Queen untuk kembali di periksa.
" Pembukaan 5 " Ujar Amanda .
" Dari tadi pulang pergi hanya dua pembukaan nak " Amanda hanya mengaguk saja .
Tok ....tok ...
Alister membuka pintu ruangan ternyata mertua Queen datang dengan tas pakaian bayi dan juga pakaian Queen .
" Maaf kami terlambat " Ujar Faisal .
" sudah tidak papa ,pakaian Mereka " Tanya mommy Ellena .
" Iya Bu " Jawab Desi lalu menatap sang menantu dan mendekati dan memeluknya .
Tidak ada ucapan atau apa pun itu hanya ada pelukan saja karena Desi tidak kuat hanya untuk berucap dia takut menangis dan membuat menantunya berpikiran .
" Operasi iya yank " Queen menggeleng " Biarkan seperti ini " Jawabnya lirih .
" Tapi Yank aku tidak sanggup melihat mu begini "Queen Tersenyum lembut " Demi anak kita iya " Naufal hanya bisa mengaguk saja ,lalu kembali membantu Queen turun dari tempat tidur .
" Masih bisa " Queen mengaguk sambil bersandar di pundak Naufal Saat rasa itu kembali muncul .
" I love you " Queen hanya mengaguk saja dalam pelukan suaminya yang mengelus punggung nya dengan lembut .
"Daddy temani Daniel di luar iya ,dia sudah datang " Naufal menatap Faisal lalu mengaguk .
__ADS_1
" Makasih Dad " Faisal hanya mengaguk lalu ke luar dari ruangan itu .
" Jalan " Naufal membantu Queen berjalan dengan pelan dalam ruangan itu .
Waktu terus berputar hingga waktu sudah memasuki jam makan siang .
Tapi pembukaan Queen hanya naik hanya satu atau dua sehingga kini dia baru pembukaan 7 .
" Operasi saja iya yank " Queen tetap menolak,toh lagi 3 bukan jadi tidak apa untuk menahan sedikit lagi .
" Tinggal 3 Mas "
" Tapi yank ..."
" I love you " Naufal memilih mengalah jika sudah begini .
" I love you more " Balas Naufal .
Kini posisi Queen sudah di atas tempat tidur pasien setengah duduk ,dan Naufal duduk di pinggiran nya membantu sang istri .
" Daddy " Henry menatap Naufal.
" Makan siang dulu ,ini sudah siang " Henry menatap jam tangan mahalnya .
" Bawa mommy mu ke kantin Boy " Alister mengaguk .
" Daddy tidak makan "
" Nanti yank ,kalian makan duluan nanti kalian sakit ,minta penjaga kantin untuk mengantar ke sini untuk Amanda " Ujar Henry .
" Jangan membantahku Elvina" Ana menarik lengan Elvi sebelum pria itu kesal .
" Kamu makan apa sayang " Tanya Elsa pada Amanda .
" Terserah Ibu ,aku makan semuanya " Ujar amanda yang duduk di samping Daddy Radit .
" Panggil dengan mertua Queen dan Daniel serta istrinya " Ujar Daddy Radit .
" Iya Dad " Jawab Mommy Ellena .
Kini di ruangan itu hanya ada para pria di tambah Alister .
" Boy makan " Ujar Henry .
" Sedikit ....Iya Dad " Balas Alister lalu ke luar dari ruangan itu. belum di amuk .
"Mas makan dulu " Naufal hanya tersenyum " Aku sudah makan tadi sebelum ke sini " Elak Naufal .
Henry menatap Queen yang sedang menahan sakit dengan tatapan datarnya.
Entahlah apa yang sedang di pikirkan pria itu yang jelas saat ini semua orang yang ada di ruangan itu tidak berani bertanya atau hanya sekedar bersuara .
Mereka sangat tahu sifat Henry jika sudah seperti itu jadi mereka memilih diam menatap ke arah tempat tidur pasien .
Dimana Naufal selalu memberikan semangat pada sang istri dan sesekali memberikan air minum dan bubur yang kembali di pesan agar Queen tidak kehabisan tenaga nantinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Naufal dan Queen
Daniel dan Risna
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1