
Permasalahan yang dialami oleh Sandy sudah selesai, lagi-lagi Kombespol yang membantu menyelesaikan permasalahan keluarga Mickel.
Saat ini Rony sudah dibawa ke sebuah pusat rehabilitasi untuk diberikan pengarahan dan pengajaran supaya benar-benar tidak lagi ketergantungan dengan obat-obatan terlarang.
Pihak keluarga Mickel tidak membawa kasus ini ke jalur hukum sesuai dengan permintaan Sandy, karena ia tidak tega jika Rony masuk ke dalam sel hanya karena permasalahan sepele.
Pada saat Rony berada di sebuah pusat rehabilitasi pada penggina barang terlarang, Kombespol Beno menasehatinya.
"Keberuntungan sedang ada dipihakmu, karena Sandy tidak menuntut dirimu. Jika saja ia melakukan itu, saat ini kamu sudah mendekam di dalam jeruji besi. Ia masih punya hati nurani walaupun kamu sudah menyakitinya. Jadikan semua yang terjadi padamu ini sebagai sebuah pelajaran. Supaya kedepannya kamu bisa menjadi manusia yang produktif!"
"Jauhi obat-obatan yang hanya akdn membuat masa depanmu suram. Jika ingin mendapatkan segala kebaikan, seharusnya koreksi dirimu dan berbuatlah baik. Mana ada gadis yang mau dengan pemuda pecandu narkoba. Bukan hanya Sella, bahkan semua gadis yang ada di dunia ini akan berpikir seribu kali."
"Hanya gadis bodoh saja yang mau bersama dengan pemuda pecandu narkoba. Atau gadis yang berprofesi seperti dirimu juga. Orang baik pasti berjodoh dengan orang baik. Dan juga sebaliknya, orang jahat juga akan berjodoh dengan orang jahat."
"Jangan sia-siakan masa mudamu untuk merusak dirimu sendiri. Apa kamu nggak kasihan dengan orang tuamu yang berjuang banting tulang untuk menyekolahkan dirimu setinggi mungkin?"
"Jangan kamu sia-siakan pengorbanan orang tuamu. Seharusnya kamu berbenah diri, membuktikan kepada orang tuamu bahwa kamu sanggup membahagiakan mereka. Dengan sebuah prestasi yang gemilang bukan dengan menjadi pecandu narkoba seperti ini."
"Alangkah sedihnya orang tua melihat kondisimu seperti ini. Berubahlah menjadi lebih baik selagi masih ada waktu. Dan jangan lah menyia-nyiakan kesempatan yang ada."
Setelah memberikan nasehat panjang lebar kepada Roni, Kombespol Beno berlalu pergi dari tempat pusat rehabilitasi pecandu narkoba.
Seperginya Kombespol Beno, Roni pun menyadari akan semua kesalahan nya. Ia pun tiba-tiba menitipkan air matanya, Ia merasa sangat berdosa dan bersalah kepada orang tuanya. Yang telah bersusah payah bekerja serabutan di usianya yang tidak muda lagi, hanya untuk memberikan pendidikan yang layak bagi dirinya.
"Pak-bu, aku minta maaf atas segala dosaku ini. Aku janji tidak akan melakukan hal buruk lagi. Aku ingin memberikan kebahagiaan kepada kalian berdua, di sisa umur kalian yang sudah tidak muda lagi."
__ADS_1
Orang tua Roni bekerja menjadi seorang buruh di sebuah pabrik. Umur mereka sudah memasuki masa paruh baya. Mereka saat ini berada di kampung. Dan Roni sengaja menempuh pendidikan di kota. Ia tinggal di sebuah kost.
Saat ini orang tuanya sedang dalam perjalanan menuju ke kota untuk menjenguk dirinya.
********
Lain halnya dengan kasus Iman, ia memutuskan untuk mencabut tuntutan pada Vina dan Raka karena hasil visum tidak juga keluar. Dan juga bukti rekaman video CCTV tidak cukup kuat untuk menyeret Vina dan Raka ke dalam bui.
Tetapi kini Iman yang mendapatkan tuntutan balik dari Raka atas kasus pencemaran namanya baik dan juga kasus tindak kekerasan.
Kombespol Beno telah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menangkap paksa Iman di rumahnya. Iman sangat terkejut pada saat dirinya di cekal paksa dan diseret masuk ke dalam mobil kepolisian.
"Pak, apa-apaan ini?"
Lina yang sempat melihat hal itu juga ikut terkejut. Ia segera ikut pula ke kantor polisi untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi pada Iman.
"Apa yang sebenarnya Mas Iman lakukan, hingga aparat kepolisian menangkap paksa seperti itu ya?" Lina terus saja melajukan mobilnya mengikuti laju mobil kepolisian.
Setelah sampai di kepolisian, baik Lina maupun Iman terkejut dengan adanya sosok Raka.
"Mas Iman, apakah kamu berbuat ulah pada keponakan Vina?" tanya Lina heran.
Iman mendengus kesal seraya melotot ke arah Raka," jadi semua ini karena ulahmu!"
Raka pun tersenyum sinis," ini bukan ulahku tetapi ulahmu sendiri. Karena kamu telah melakukan pencemaran nama baik terhadapku dan Tante Vina, Dengan menuduh kami tanpa bukti, atas musibah yang terjadi pada istri dan anak mu! juga atas apa yang kamu lakukan terhadapku pada saat berada di pintu gerbang rumahku. Kamu harus membayar segala perbuatanmu kepada kami!"
__ADS_1
"Makanya jangan seenaknya melaporkan kalau tidak mempunyai bukti yang kuat dan jangan seenaknya main hakim sendiri dengan melakukan tindak kekerasan pemukulan jika tidak ingin terjerat kasus sendiri."
Raka menyerahkan sepenuhnya tuntutannya kepada Kombespol Beno. Iman hanya bisa diam, sedangkan Lina benar-benar kecewa dengan perilaku Iman. Ia pun berlalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan lagi apa yang akan terjadi pada Iman. Ia juga tidak mau tahu untuk masa hukuman yang akan dijalani oleh Iman.
Karena rasa kecewa Lina sudah sangat besar padanya. Hingga ia pun kini sudah tidak peduli lagi pada nasib menimpa Iman.
Sementara saat ini Vina di rumah sedang menjelaskan tentang duduk permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan Iman pada orang tuanya.
Iapun kini menceritakan semuanya secara jujur pada ayah dan ibunya. Baik Bu Riris dan Ayah Sugeng sebenarnya sempat kecewa atas ketidak jujuran Vina terhadap mereka. Tetapi mereka lapang dada memaafkannya.
"Kami berharap kejadian yang telah menimpa kepadamu bisa menjadi sebuah pembelajaran. Jangan lagi kamu menyembunyikan segala sesuatu dari orang tuamu lagi ya. Itu sama saja kamu tidak pernah menganggap kami ada," ucap Ayah Sugeng.
"Iya Vina, apa yang ayahmu katakan itu benar. Sebenarnya kami merasa sangat sedih dan kecewa kepadamu. Tetapi karena kami sangat menyayangimu, kami pun memaafkanmu," ujar Bu Riris.
Vina benar-benar menyesali ketidakjujuran yang pernah dia lakukan di masa lalu. Ia pun saat itu juga meminta maaf kepada orang tuanya. Dan berjanji untuk tidak melakukan kebohongan lagi. Atau tertutup pada orang tuanya.
"Ayah-ibu, aku minta maaf ya. Aku janji tidak akan bersikap seperti ini lagi."
Derai airmata tak bisa dibendung oleh Vina lagi. Orang tuanya juga memberikan nasehat supaya Vina tidak terus-menerus mengasihani diri sendiri. Hingga tidak membuka diri untuk pria lain.
"Vina, berdamailah dengan masa lalu dan buka lembaran baru," ucap Ayah Sugeng.
"Vina, kamu masih ada kesempatan untuk bisa membina rumah tangga. Asalkan kamu tidak menutup diri lagi terhadap pria yang ingin dekat padamu," ucap Bu Riris.
Vina mengiyakan apa yang di nasehatkan oleh orang tuanya.
__ADS_1