Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Permasalahan Selesai


__ADS_3

Sejenak saksh satu dekan memanggil Rony untuk segera datang ke ruangan dekan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Rony begitu kaget pada saat dirinya diminta untuk segera datang ke ruang dekan. Di dalam hatinya bertanya-tanya karena ia sama sekali tidak ingat dengan apa yang telah ia lakukan pada Sandy," ada apa ya tiba-tiba aku kok diminta datang ke ruangan dekan? padahal aku merasa tidak pernah melakukan suatu kesalahan apapun."


Setelah sampai di ruangan dekan, barulah Rony mengingat tentang perbuatannya kepada Sandy," astaga, apakah perbuatanku telah diketahui oleh dekan dan para dosen ya? bahkan ada pula aparat kepolisian. Kalau tidak salah dia adalah Komisaris Besar yang ada di kepolisian. Waduhhhh gawat jika seperti ini?"


Rony pun seketika menjadi panik, wajahnya terlihat sangat pias, keringat dingin mulai mengucur di tubuhnya. Ia gemetaran dan ketakutan apa lagi tatapan mata Kombes Beno begitu tajam kearahnya. Bahkan dirinya sampai membuang muka beralih menatap ke arah yang lain.


"Rony, apa maksud perbuatanmu pada Sandy? apa kamu tidak tahu jika perbuatanmu itu salah? apa lagi yang kamu letakkan di dalam tas Sandy adalah obat terlarang. Jangan-jangan justru kamu yang selalu mengkonsumsinya ya?" hardik Kombespol Beno lantang


"Ma-maaf pak polisi, saya Sam sekali tidak tahu dengan apa yang anda katakan. Maksud perkataan absa saya sama sekali tidak tahu."


Kombespol Beno mendengus kesal," kamu masih saja berpura-pura tidak tahu, hah? wajahmu saja sudah terlihat pias dan ketakutan seperti itu. Nggak usah lagi berpura-pura tidak tahu! apa maksud semua ini, hah?"


Rony begitu gemetaran dan ia pun akhirnya mengaku juga," sa-ya nggak terima gadis yang saya suka dekat dengan Sandy. Makanya saya sengaja menjebaknya supaya Sandy di DO dari kampus ini dan juga dibenci oleh Sella."


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menggelengkan kepalanya, mereka benar-benar tidak menyangka jika apa yang terjadi hanya karena seorang wanita.


"Hem, memang wanita adalah racun dunia," ucap Mickel tanpa sadar.


Sontak saja Kayla melotot kearah Mickel," ngomong apa barusan?"


Mickel pun baru menyadarinya," Maaf sayang, aku salah kata."

__ADS_1


Tingkah keduanya sontak membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terkekeh.


Sudah biasa, Mickel masih saja sempat bercanda di saat ada permasalahan serius. Beno pun sudah paham dengan sifat sahabat baiknya tersebut," Mickel, ternyata kamu masih saja bersikap seperti dulu ya? aku pikir sudah berubah."


"Aku masih seperti yang dulu, menunggumu walau...


"Ih Kak Mimi!" Kayla sangat kesal dan menyikut lengan Mickel.


"Maafkan saya semuanya, kan biar nggak tegang dalam menghadapi suatu permasalahan. Jadi nggak sakit kepala,* ucap Mickel seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.


Sontak saja tingkah laku Mickel mendapatkan kecaman dari salah satu dosen," ayahnya saja seperti ini, pantas saja anaknya juga sama nggak pernah bisa serius. Selalu saja bercanda seperti halnya ayahnya. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya."


Sandy agak sedikit tersinggung dengan apa yang barusan dikatakan oleh seorang dosen yang memang tidak pernah suka dengan Sandy. Tetapi ia diam saja hanya.


Sella terhenyak kaget pada saat dirinya diminta datang ke ruang dekan.Ia merasa tidak pernah melakukan sebuah kesalahan sama sekali. Apa lagi pada saat di ruang dekan banyak sekali orang dan juga ada seorang pria memakai seragam kepolisian yang membuat Sella semakin bingung dan takut.


"Sella, kamu nggak perlu takut pada saya. Saya disini hanya ingin bertanya saja untuk memastikan. Diantara Rony dan Sandy, apakah kamu terlibat hubungan serius? misalnya pacaran?"


Sella pun heran kenapa seorang aparat kepolisian menanyakan tentang hal pribadi. Tetapi ia tidak ingin terbawa permasalahan, hingga ia pun berkata," pak polisi, diantara Rony dan Sandy. Saya tidak menjalin hubungan serius. Saya menganggap Sandy hanya sebatas teman saja, dan saya merasa nyaman berteman dengannya. Dan untuk Rony, memang beberapa kali ia menyatakan cinta pada saya, tetapi sayangnyae tolak karena ia bukan cowok yang baik."


Kombespol Beno memicingkan alisnya," bukan cowoknyae yang baik, itu maksudnya seperti apa ya? tolonglahe di jelaskan secara rinci!"


Sella mengatakan bahwa ia tahu benar jika Rony itu suka sekali mengkonsumsi narkoba. Hingga ia tidak mau dekat dengannya walaupun hanya sebagai seorang teman saja. Rony seketika pias, ia mencoba membela diri," kamu bilang apa Sella? aku nggak pernah kok memakai narkoba."

__ADS_1


Pada saat Sella akan berkata lagi, Kombespol Beno menyela," Sella, silahkan kembali ke kelasmu. Dan kamu Rony, nanti akan di periksa apakah kamu benar-benar bersih dari narkoba atau tidak?"


"Waduhhhhh... celaka jika seperti ini! aku akan ketahuan dong! lantas apa yang harus aku perbuat?" batin Rony mulai gelisah.


Kini sudah jelas permasalahan jika Sandy hanyalah sebagai korban jebakan yang dilakukan oleh Rony.


"Pak Dekan dan para dosen, semua sudah jelas bukan? jika Sandy sama sekali tidak bersalah. Dan sekarang juga saya akan bawa Rony untuk diperiksa. Jika memang Rony positif pemakai narkoba, ia akan saya bawa ke tempat rehabilitasi."


Kombespol mencekal lengan Rony dan membawanya pergi dari ruangan dekan. Dan bahkan Kombespol Beno memborgol Rony supaya tidak bisa kabur, karena ia hanya datang sendiri tanpa ditemani oleh salah satu anak buah.


Kombespol Beno juga tidak lupa berpamitan pada Sandy dan orang tuanya. Kini Rony menjadi urusan Kombespol Beno.


Baik Kayla maupun Mickel sangat lega, karena anaknya sama sekali tidak terlibat dengan barang haram tersebut.


"Mah-pah, terima kasih ya. Sudah membantu menyelesaikan permasalahanku ini," ucap Sandy memeluk orang tuanya.


"Seharusnya kamu berterima kasih pada Om Beno. Jika tanpa dia, pasti permasalahan dirimu akan lama entah kapan selesainya, karena para dosen dan dekan tidak mengecek rekaman video CCTV yang ada di ruang kelasmu," ucap Mickel sengaja menyindir.


Hingga dekan pun meminta maaf pada Sandy dan orang tuanya. Serta mengatakan jika Sandy sudah diizinkan untuk kembali kuliah.


"Maafkan saya ya pak, tapi saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sebelum ambil keputusan, seharusnya selidiki dulu siapa yang melapor dan juga selidiki rekaman video CCTV," ucap Mickel seraya berlalu pergi dari ruang dekan dengsn kekesalan.


Sedangkan Kayla justru meminta maaf pada dekan dan para dosen, atas perkataan yang barusan dilontarkan oleh Mickel. Dekan dan para dosen sama sekali tidak tersinggung, karena memang mereka bersalah dan tidak teliti.

__ADS_1


__ADS_2