Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Sifat Buruk


__ADS_3

Dengan sangat sabar Kayla menuntun Dira membawanya melangkah ke mobil Sandy yang sudah terparkir di depan bandara. Setelah semua masuk kedalam mobil, Sandy melakukannya arah rumah Dira. Karena ia ingin mengantarkan Dira terlebih dahulu.


Sepanjang perjalanan, tidak ada satupun yang bersuara. Mereka semua diam dengan pemikiran masing-masing. Dora sibuk dengan ponselnya, ia berkali-kali berusaha menelpon Drajat, akan tetapi nomor ponsel justru tidak aktif.


"Keterlaluan, sudah tahu aku tergelincir dan kaki keseleo. Tega sekali pergi begitu saja, dan bahkan tanpa mengaktifkan ponselnya. Apa Mas Drajat sama sekali tidak khawatir dengan kondisiku?" gumamnya didalam hatinya.


Hingga tak terasa mobil yang dikemudikan oleh Sandy telah sampai di depan pintu gerbang rumah Dira. Kebetulan saat ini Drajat memang sedang menunggu kepulangan Dira.


Mendengar bunyi klakson mobil, Drajat segera meminta security untuk membuka pintu gerbang. Awalnya ia pikir Dira pulang dengan taxi on online. Tetapi pada saat ia melihat Sandy yang mengemudi dan di sampingnya ada Dira, ia menjadi tidak enak hati pada keluarga Kayla.

__ADS_1


"Ya Allah, setelah apa yang di katakan oleh Dira. Orang tua Kirana masih mau membantunya. Semoga saja hal ini membuat Dira sadar san tidak bersikap angkuh pada keluarga Kirana," gumam Drajat didalam hatinya.


Drajat segera berlari kecil kearah Kayla yang akan menuntun Dira. Ia pun mengambil alih Dira dan menuntunnya masuk kedalam rumah. Setelah itu dia mengucapkan terima kasih kepada Sandy dan orang tuanya.


"Ya Allah, saya jadi malu pada kalian bertiga. Karena istri saya sudah beberapa kali bertindak tidak baik tetapi kalian masih saja sudi membantunya. Saya saja yang suaminya, sampai kesal dan tidak tahan dengannya makanya saya barusan sengaja meninggalkan dirinya sendiri di bandara. Terimakasih atas segala kebaikan kalian ya."


Drajat merasa sangat beruntung karena anaknya memiliki mertua yang sangat baik. Dan sangat menjunjung tinggi jiwa kemanusiaan.


"Kami pamit pulang, karena tidak bisa berlama-lama. Esok pagi kami akan mencari informasi kembali tentang keberadaan Kirana dan Derry," ucap Mickel tersenyum ramah.

__ADS_1


"Baiklah, semoga esok ada kabar baik. Esok kami pun akan melakukan hal yang sama. Sandy, hati-hati dalam mengemudi apa lagi ini sudah malam. Om ucapkan terima kasih ya sudah mengantar Tante Dira," ucap Drajat menatap kearah Sandy.


"Sama-sama om," jawab Sandy singkat.


Segera Sandy dan orang tuanya masuk ke dalam mobil. Karena waktu sudag terlalu malam. Sementara Drajat masuk ke dalam rumah tanpa lupa mengunci pintu rumah dan ia masuk kedalam kamar.


"Kamu lihat kan, mereka masih punya rasa empati padamu. Tetapi kamu sama sekali tidak punya rasa sopan santun sedikitpun. Sudah di tolong tidak mau mengucapkan terima kasih," tegur Drajat pada Dira yang sedang sibuk mengolesi kakinya yang tergelincir dengan minyak gosok.


Sejenak Dira menghentikan aktifitasnya, dan ia menatap tajam kearah Drajat," ini semua salahmu mas. Kenapa juga kamu pergi begitu saja pada saat aku terjatuh. Aku berteriak memanggilmu, tapi kamu sana sekali tidak peduli padaku. Jika saja terjadi apa-apa padaku bagaimana?" oceh Dira.

__ADS_1


"Jika terjadi apa-apa padamu, itu salahmu sendiri. Kamu tergelincir juga itu sebuah peringatan supaya kamu bisa menjaga tutur katamu itu," nasehat Drajat.


__ADS_2