
Pada saat di toilet, lagi-lagi Kayla bertemu dengan wanita yang telah menabrak dirinya. Dan saat ini dirinya sedang bersembunyi.
Kayla pun akhirnya bertanya pada wanita tersebut karena rasa penasarannya tak juga hilang," mbak, sebenernya ada apa? kok sepertinya wajah mbak sangat ketakutan? siapa sebenarnya lelaki yang terua mengejar mbak?"
"Lelaki itu orang yang dulu membantu saya bisa bekerja ke luar negeri. Tetapi aku tidak kerasan karena selama dua tahun di sana aku tidak mendapatkan gaji malah aku selalu di siksa," ucapnya.
"Lantas untuk apa lelaki itu mengejarmu?" Kayla semakin ingin tahu saja.
"Aku kabur dari luar negeri di bantu oleh seseorang hingga bisa berada di tanah air. Tetapi lelaki itu tidak terima kalau aku kanir daek majikanku yang ada di negara lain," ucapnya tersengal-sengal.
Kayla merasa iba padanya, hingga ia pun akan membantunya untuk bisa lolos dari lelaki yang terus saja mengejar dirinya.
"Kamu jangan keluar dari toilet ya. Aku akan bantu kamu untuk bisa lari dari lelaki itu. Tapi aku pergi dulu sebentar dan nanti aku akan segera kembali," ucap Kayla tersenyum ke arah wanita yang lebih muda darinya.
Wanita tersebut menganggukkan kepalanya, kemudian ia masuk kembali ke dalam toilet sesuai arahan dari Kayla. Sedangkan Kayla segera membeli satu stel pakaian, kacamata, rambut palsu.
Setelah semuanya di dapa, ia segera kembali ke toilet. Dan meminta si wanita memakai semua yang ia beli. Dengan tujuan untuk menyamar supaya tidak tertangkap oleh lelaki yang terus saja mengejar dirinya.
Wanita tersebut bersedia melakukan saran yang di inginkan oleh Kayla. Dan saat itu juga, ia mengganti pakaian yang ia kenakan dengan pakaian yang di belikan oleh Kayla. Begitu juga dengan rambut palsu dan juga wig.
Belum juga wanita itu berkenalan dan mengucapkan terima kasih, Kayla sudah terlebih dahulu pergi karena Mickel sudah menelpon untuk segera Kayla kembali ke tempat dimana saat ini ada Mickel dan Airin.
"Ya... padahal aku ingin sekali berkenalan dengan wanita baik itu, malah dia sudah pergi terlebih dahulu. Ya sudah deh, semoga saja lain waktu bisa bertemu dengannya lagi."
__ADS_1
Wanita ini melangkah keluar dari toilet, ia berjalan bertentangan dengan arah perginya Kayla.
Sementara saat ini Mickel sedang mengerucutkan bibirnya menetap sinis ke arah Kayla," Mamah dari mana saja sih kok lama banget?"
Belum juga Kayla menjawab pertanyaan dari Mickel, Airin ikut pula berkata," Iya, mamah lama sekali. Padahal aku sudah lapar loh."
Kayla menyunggingkan senyuman kearah Airin," maafkan Mamah ya, nak. Barusan toilet itu penuh jadi ngantri."
"Oh begitu ya, Mah. Seharusnya kalau ngantri, mamah cari toilet yang lain saja. Ya sudah nggak apa-apa, sekarang kita cari makan yuk mah-pah. Aku sudah lapar sekali."
Kayla dan Mickel menerima ajakan dari Airin untuk segera mencari makan. Dan saat itu juga mereka menemukan tempat makan yang sangat nyaman dan strategis. Segeralah mereka memesan menu makanan yang mereka sukai di cafe tersebut.
Airin benar-benar sudah tidak tahan lagi menahan rasa laparnya, hingga ia makan dengan lahapnya. Hal ini membuat Kayla san Mickel terperangah pada saat melihatnya.
Si kecil Airin memperlambat cara makannya, dan ia pun tersipu malu," maafkan aku ya pah. Karena sudah tidak bisa menahan rasa lapar jadi seperti ini."
Mickel dan Kayla terkekeh mendengar permintaan maaf dari Airin. Airin anak yang penurut dan patuh. Ia sama sekali tidak pernah membantah segala yang di katakan oleh Mickel san Kayla. Di dalam sekolahnya juga ia tergolong murid yang pintar. Walaupun ia tidak berafa di peringkat pertama, tetapi ka selalu berada di peringkat kedua.
Sejenak mereka makan bersama di cafe tersebut saling bercanda ria. Mickel dan Kayla sangat bersyukur bisa bertemu dengan Airin. Karena suasana rumah dan suasana hati mereka menjadi lebih indah dan selalu ceria setiap saat.
Airin benar-benar membawa dampak positif di rumah Kayla. Tidak hanya Kirana yang sangat sayang pada Airin. Tetapi Hendrik dan Sandy juga sangat mengasihinya.
Ketiga anak Kayla, sama sekali tidak merasa iri atau cemburu dengan perhatian dari orang tuanya terhadap Airin.
__ADS_1
Selagi mereka makan, di depan pintu cafe ada seorang nenek pengemis yang menengadahkan tangannya untuk meminta belas kasih.
Kebetulan Kayla dari jauh melihat akan hal itu. Ia segera memanggil salah satu dari pelayan.
"Mbak, kemari sebentar bisa?"
"Bisa, Bu. Ada apa ya? apakah ada pesanan yang lain?" tanya pelayan itu dengan sangat ramah.
"Tolong bungkusan satu paket makanan untuk pengemis yang ada di pintu cafe itu, dan tolong berikan uang ini untuknya. Dan yang ini untuk jajan mbak."
Sang pelayan sangat berterima kasih karena jarang-jarang ada yang memberinya uang tips.
Setelah mengucapkan terima kasih sang pelayan menghampiri nenek tersebut dan memberikan uang tersebut pada si nenek. Dan berpesan pada nenek tersebut untuk menunggu sejenak, karena ia akan membungkus makanannya terlebih dahulu.
"Nek, ini ada uang dari salah satu pelanggan di cafe ini. Dan saya minta nenek untuk menunggu sejenak ya, karena saya skdn membungkuskan makanan untuk nenek."
Si nenek mengucapkan terima kasih seraya mengangguk pelan. Dia bersedia menunggu untuk mendapatkan makanan.
"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya ada orang baik juga yang memberi aku uang dan makanan. Semoga saja amal ibadanya di terima oleh Allah, dan di limpahkan rezekinya."
Si nenek mendoakan Kayla.
Setelah si nenek mendapatkan makanan tersebut, ia berpamitan pada pelayan dengan sangat ramah," terima kasih ya, Mbak. Aku doakan cafe ini selalu ramai. Dan sampaikan terima kasih pada orang yang telah berbaik hati pada saya."
__ADS_1
Si pelayan mengganguk pelan dan tersenyum ke arah nenek. Setelah ltu ia kembali bekerja. Dan nenek melangkah pergi dengan jalan begitu lambat karena usianya yang tidak muda lagi.