
Kayla dan salah satu anak buahnya bersamaan mematikan panggilan telpon mereka.
"Kak, sepertinya pembicaraan kita, di lanjutkan nanti saja ya. Karena aku penasaran dengan apa yang terjadi di rumah kita yang baru," ucap Kayla.
"Sebaiknya aku ikut ya sayang. Karena aku juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Usna," pinta Mickel.
Mereka pun segera pergi ke rumah baru Kayla, dengan membawa seorang sopir pribadi. Hanya beberapa menit saja mereka telah sampai di pelataran rumah tersebut.
Sony berlari kecil kearah Kayla," untung Bu Kayla segera datang."
Kayla memicingkan alisnya," sebenarnya apa yang terjadi dengan Mbak Usna, Son?" tanya Kayla heran.
Sony tidak berkata, ia justru menunjuk ke arah rumah dan segera melangkah pergi hingga Kayla dan Mickel semakin penasaran, mereka segera melangkah mengikuti langkah kaki Sony.
Setelah sampai di dalam rumah, Kayla dan Mickel terperangah," astaghfirullah aladzim, kenapa malah kondisi rumah menjadi berantakan seperti ini? bukannya bersih malah seperti ini?" Kayla heran sekali.
"Sony, mana Mbak Usna?" tanya Kayla celingukan mencari keberadaan Usna.
"Dia saat ini ada di dalam kamar, dan di kunci oleh Otong karena jika tidak dia semakin berulah. Bahkan barang-barang di dalam kamar di lempar hingga pecah semua, Bu Kayla."
Mendengar penjelasan dari Sony, Kayla semakin tidak mengerti dengan tingkah Usna," Kak Mimie, kok malah seperti ini sih? apa Usna kurang waras kali ya, rada gila kali!" oceh Kayla tanpa sadar.
Mickel mengusap-usap punggung Kayla," sabar sayang, untuk lebih jelasnya kita temui saja Usna dan sebelum ini aku akan telpon bosnya Oddy supaya mengizinkan Oddy pulang dan turut serta menyelesaikan permasalahan ibunya.
Saat itu juga Mickel menelpon Bos Ozi.
__ADS_1
📱"Ada apa Mickel?"
📱"Ozi, sebelumnya aku minta maaf ya. Tolong izinkan Oddy pulang sekarang juga karena ada masalah dengan ibunya. Maaf, aku tidak bisa menjelaskan secara detail permasalahannya di telpon. Ini sangat darurat, tolong ya Ozi."
📱"Baiklah Mickel, aku akan segera memberi tahu hal ini pada Oddy."
📱"Ok, terima kasih ya Ozi atas pengertiannya."
Saat itu juga baik Ozi maupun Mickel bersamaan mematikan panggilan telpon. Dan Ozi segera menemui Oddy," Oddy, sekarang juga kamu pulang ke rumah. Karena ada masalah dengan ibumu, barusan Mickel telpon. Tetapi aku juga tidak tahu apa masalah yang telah terjadi itu."
Mendengar informasi dari Ozi tentang ibunya, Oddy langsung panik dan ia segera pamit pada Ozi untuk segera pulang. Untung saja ia ada sedikit uang jadi bisa pulang dengan naik transportasi umum supaya lebih cepat sampai.
"Apa lagi yang telah ibu perbuat ya? buat malu aku saja!" gumamnya di dalam hati.
Beberapa menit kemudian...
"Astaghfirullah aladzim, apa yang telah ibuku perbuat Om-tante?" tanya Oddy merasa tidak enak hati.
"Kami juga belum tahu apa alasan ibumu berbuat seperti ini. Karena kami sengaja menunggu dirimu kemari terlebih dahulu. Saat ini ibumu dikurung di dalam kamar karena khawatir berbuat ulah lagi," ucap Kayla.
Mereka segera melangkah ke arah kamar dimana saat ini Usna sedang di kurung. Dan pada saat pintu kamar tersebut dibuka, mereka terkejut melihat kondisi kamar yang juga berantakan karena pecahan benda-benda keramik. Sedangkan Usna malah sedang tertidur nyenyak sekali.
"Astaghfirullah aladzim, ya Allah...ibu kenapa berbuat ulah terus sih?" ucap Oddy.
Oddy segera membangunkan Usna, walaupun sempat dilarang oleh Kayla dan Mickel. Tetapi menurut Oddy, permasalahan ini harus segera di selesaikan saat itu juga. Hingga Kayla dan Mickel sudah tidak bisa lagi melarang Oddy untuk membangunkan Usna.
__ADS_1
"Bu, bangun cepat!" dengan penuh kekesalan Oddy menepuk kasar bahu Usna supaya lekas bangun.
Sontak saja Usna tersentak kaget dan ua terbangun seraya mengerjakan matanya. Ia tersenyum pada saat melihat ada Oddy-Kayla-Mickel," eh kalian rame-rame datang kemari ada apa ya?" tanya Usna seolah tidak terjadi apa-apa.
Oddy sangat kesal," ibu nggak usah berbasa-basi. Sebenarnya ada apa, ibu berbuat onar lagi? apa belum cukup dalam mempermalukanku selama ini, hingga berulah lagi?" tegur Oddy melotot ke arah Usna.
Kini kemarahan Oddy sudah sampai di puncak ubun-ubun, hingga Mickel merasa khawatir dan ia mencoba menenangkan hati Oddy," tahan emosimu Oddy! kita selesaikan dengan pikiran dingin."
"Ya Oddy, kemarahan justru akan memperuncing permasalahan saja," ucap Kayla membenarkan perkataan Mickel.
Walaupun di dalam hati Kayla juga sangat kesal dengan perbuatan buruk Usna. Tetapi ia masih bisa menahan amarahnya tersebut.
Oddy semakin malu karena Kayla dan Mickel masih bisa bersabar terhadap perilaku ibunya yang sangat buruk," dengar itu Bu. Setelah apa yang ibu perbuat, baik Om Mickel maupun Tante Kayla masih saja bersabar. Kalau aku yang jadi mereka tidak akan bisa sabar!"
"Coba Ibu katakan kenapa berbuat ulah lagi seperti ini?" tanya Oddy kesal.
"Karena Ibu tidak mau diperlakukan sebagai seorang pembantu. Dimana harga diri ibu seperti di injak-injak oleh Kayla. Selama ini ibu selalu di hormati bukan? pada saat kondisi keuangan kita bagus. Rumah mewah dan ada beberapa asisten rumah tangga serta ada mobil dan sebagainya," ucap Usna.
"Astaghfirullah aladzim, semua itu hancur musnah juga karena ulah ibu bukan? jika tidak, semua pasti masih ada bahkan mobil, rumah dan tabunganku juga habis oleh ibu bukan? kenapa ibu selalu beranggapan jika diri ibu ini benar? sadarlah Bu, jika perbuatan ibu ini salah!" ucap Oddy sangat marah.
Kayla mendengar perkataan Usna, ia pun sudah yakin sekali dengan pemikiran dirinya bahwa Usna itu tidak waras, mempunyai penyakit jiwa yang harus segera di obati karena Usna tidak pernah merasa apa yang telah di perbuat dirinya adalah suatu kesalahan.
"Oddy maaf, ibumu sudah tidak bisa diatasi. Yang dia butuhkan saat ini adalah psikiater atau psikolog. Jika kamu izinkan, biar kami bawa ibumu ke dokter spesialis tersebut," ucap Kayla dengan sangat yakin.
Sejenak Oddy terdiam, di dalam hatinya bergumam," hah, masa iya ibuku punya gangguan jiwa?"
__ADS_1
Pada saat Oddy akan menjawab, Usna telah menyela," heh Kayla, aku ini waras dan sehat, kamu pikir aku ini gila hingga mau bawa aku ke dokter psikiater? lancang banget kamu ya!"
Kayla tersenyum," jika Mbak Usna tidak terganggu jiwanya seharusnya sadar dengan segala tindak tanduk yang buruk dan berusaha berubah memperbaiki diri untuk bisa menjadi lebih baik. Bukannya bertindak untuk semakin lebih buruk."