
Raka menatap tajam ke arah Alvin, hingga Alvin merasa heran," ada apa ? kok kamu menatap Papah seperti itu?"
"Untuk apa papah ke kampus? sedangkan papah tahu bukan, kalau aku sudah tidak mengejar lagi di kampus?"
Alvin mencoba tersenyum," papah memang baru saja ke kampus untuk memberi pelajaran kepada gadis yang telah menolak cintamu itu. Dari mana kamu tahu kalau Papah ke kampus? apakah gadis itu yang telah mengadu kepadamu?"
"Papah tidak perlu mengetahui dari mana aku bisa tahu jika papah dari kampus. Apa yang telah papah lakukan terhadap gadis itu? memberi pelajaran seperti apa?" Raka pura-pura tidak tahu dengan apa yang telah di lakukan oleh Alvin.
"Papah nggak melakukan apa pun, hanya saja memberikan peringatan padanya. Dan...
"Dan menghina ibunya? iya kan? dari mana papah tahu Kirana itu gadis yang aku cinta? dan ada hubungan apa kok Papah tahu ibunya?"
Sejenak Alvin diam, dia bingung harus mengatakan apa pada Raka," bodohnya aku, seharusnya aku tidak menghina Kayla di hadapan anaknya, pasti dia telah mengadu pada Raka. Lantas aku harus bilang apa padanya?"
"kenapa Papah diam saja? apa yang telah Papah katakan kepada Kirana, dan dari mana papah mengetahui jika Kirana adalah gadis yang aku cintai. Dan ada hubungan apa dengan ibunya dia?"
Alvin akhirnya mengaku ,j ika dia sempat melihat foto Kirana yang di jadikan wallpaper di ponsel Raka. Dia juga menceritakan bahwa Kirana adalah anak dari mantan istrinya yang pertama.
"Apa, jadi papah punya mantan istri yang lain selain ibunya Ayu? jadi almarhumah mamahku adalah istri yang ketiga?"
Alvin mengangguk pelan seraya tertunduk karena dia merasa malu. Raka bertambah murka setelah mengetahui kebenaran tersebut.
"Satu kali lagi papah telah menutupi rahasia masa lalu Papah terhadapku. Apakah Kirana itu adalah anak kandung papah juga?" tanya Raka kesal.
"Bukan, Kirana anak dari suami yang sekarang. Karena dulu pada saat papah berumah tangga dengan mamahnya Kirana, tidak mempunyai anak," ucapnya singkat.
__ADS_1
Raka pun menafsirkan jika penolakan Kirana ada hubungannya dengan Papahnya," sekarang aku tahu kenapa Kirana menolakku, itu semua karena papah. Pasti kelakuan papah di masa lalu terhadap mamahnya Kirana sangat buruk, hingga ia sangat membenci Papah dan juga membenciku!"
Setelah mengucapkan banyak hal, Raka berlalu pergi dari ruang kerja Alvin. Ia benar-benar sangat marah, kali ini tidak bisa memaafkan atas apa yang telah dilakukan Alvin pada Kirana.
"Raka .. tunggu...nak... Papah masih ingin bicara padamu..."
Tetapi Raka sama sekali tidak peduli dengan panggilan dari Alvin. Dia justru mempercepat langkahnya. Raka melajukan mobilnya sangat kencang menuju ke rumah, dan segera mengemasi semua pakaiannya. Ia memutuskan untuk segera pergi dari rumah.
Bahkan ia sudah memesan tiket pesawat untuk pergi ke luar negeri. Ia. sama sekali tidak peduli dengan perusahaannya. Ia tinggalkan begitu saja.
"Aku tidak menyangka, seorang Papah yang selama ini aku banggakan ternyata seperti ini. Aku sudah berusaha memaafkan atas kesalahannya ysb dulu dimana ternyata dia punya anak dari wanita lain."
"Itupun aku butuh waktu lama untuk bisa memaafkan kesalahannya yang telah menutupi aibnya sendiri dariku. Eh kini ada kenyataan pahit lainnya, ternyata ibu dari gadis yang aku cintai adalah mantan istrinya juga. Luar biasa masa lalu papahku. Heran saja kenapa almarhumah Mamah bersedia menikah dengan papah?"
********
"Kirana, apakah di kampus ada masalah? sehingga kamu terlihat murung seperti itu tidak seperti biasanya?"
Tidak ada rasa sungkan sedikit pun, Kirana menceritakan apa yang telah terjadi barusan pada saat dirinya akan pulang, dimana di hadang oleh, Alvin.
Kirana mengatakan apa saja yang barusan dikatakan oleh Alvin kepadanya. Kayla mendengarkan dengan seksama cerita dari anak gadisnya tersebut.
"Ohhhh... jadi dosen muda yang selama ini kamu ceritakan itu adalah anak dari mantan suami mamah? dunia ini begitu sempit ya?" ucap Kayla tidak nampak expresi marah sedikitpun.
"Kenapa Mamah tidak marah pada saat aku ceritakan tentang hinaan yang dilontarkan oleh lelaki tua itu, yang di tujukan pada Mamah? aku saja yang sebagai anak mamah merasa tidak terima. Dan jika saja pada waktu itu tidak sedang ada di kampus, sudah aku tonjok mukanya sekalian supaya bonyok!' oceh Kirana seraya memukul-mukulksn tinjunya ke tangan sendiri.
__ADS_1
"Untuk apa Mamah marah, karena itu tidaklah penting Kirana. Jika kita marah, justru akan membuat orang yang telah menghina kita itu merasa sangat senang dan puas. Mulai sekarang belajarlah untuk bisa menahan amarahmu itu."
"Apalagi kamu adalah seorang wanita, yang kelak akan menjadi seorang ibu dan istri. Karena menjadi seorang istri dan ibu itu tidaklah mudah. Kita harus pandai untuk menahan segala amarah."
"Mamah minta kepadamu, lupakanlah apa yang barusan terjadi di kampus. Sekarang kamu fokus saja belajar, tidak usah memikirkan apa yang telah di katakan oleh lelaki itu."
"Jika suatu hari, dia menemuimu lagi. Sebisa mungkin kamu menghindarinya saja. Tak usah kamu tanggapi dengan perkataan-perkataan yang hanya memancing emosimu saja."
"Lebih baik mengalah, karena mengalah itu tidak selamanya kalah. Tetapi untuk kebaikan semua, terutama dirimu."
"Jika kamu meladeninya dan terjadi perkelahian, siapa yang malu? bukan hanya kamu, tapi mamah dan papah juga."
"Pasti semua orang mengira, kami tidak bisa mendidik seorang anak perempuan. Dan kami telah gagal, jika sampai kamu berkelahi dengan lelaki itu."
Kirana menunduk, dia menyadari akan kesalahannya," maafkan aku ya, mah. Aku janji tidak akan mengulangi hal ini lagi."
"Jangan mentang-mentang kamu pintar bela diri, jadi sebentar-sebentar kamu menantang orang yang telah menghina kita, itu tidak baik. Ilmu bela diri itu, kita gunakan dengan sebaik-baiknya bukan untuk ajang perkelahian bebas."
"Ada waktunya kamu gunakan bela dirimu itu untuk keadaan terdesak. Pasti gurumu itu mengajarinya kan. Dimana waktu yang tepat untuk menggunakan bela diri."
"Jika kamu tiba-tiba di serang dengan tindakan, barulah kamu gunakan keahlianmu itu. Tetapi jika tidak di serang, sebaiknya kamu menghindar saja."
"Jangan sombong dan takabur, ah aku kan bisa bela diri. Perkataan itu tidak baik, karena di atas langit masih ada langit."
"Ingat selalu pesan mamah ya, Nak. Karena mamah ingin punya anak gadis yang tidak sombong."
__ADS_1
Kirana bisa menerima semua nasehat dari Kayla, dia pun memeluk mamahnya," terima kasih ya, mah. Sudah mengingatkan akan kesalahanku. Jika tidak pasti aku bisa menyalah gunakan keahlian bela diriku ini."