Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Pencarian Lagi


__ADS_3

Esok harinya, Hendrik segera beraksi untuk melanjutkan pencariannya terhadap Kirana dan Derry. Ia bahkan terjun langsung, tidak hanya sekedar memberi perintah kepada semua orang bayarannya.


"Mas Hendrik yakin ingin turun tangan sendiri mencari keberadaan Kirana dan suaminya? kalau di hutan itu rawan binatang buas loh mas. Lagi pula Mas ksn sudah memerintah banyak orang, menurutku sih nggak perlu, mas," saran Rindi pada saat Hendrik akan pergi.


Entah kenapa Rindi kini semakin takut kehilangan Hendrik. Dan Hendrik juga bisa merasakan hal itu. Perhatian Rindi semakin hari semakin bertambah besar. Dan Rindi sering kali terlihat salah tingkah jika Hendrik menatapnya dalam waktu yang cukup lama.


"Rindi, aku tahu jika kamu khawatir denganku bukan? percaya saja jika aku bisa jaga diri dengan baik dan juga bisa terhindar dari bahaya. Doakan saja supaya suamimu ini selalu sehat dan selamat ya," pinta Hendrik seraya mengusap kepala Rindi tanpa sadar.


Lagi-lagi dada Rindi berdegup kencang karena ulah Hendrik. Dan Hendrik lagi-lagi wajahnya pias. Ia segera mengulurkan tangannya, Rindu pun segera mencium punggung tangan suaminya.


"Ayahhhhhhh....."


Tiba-tiba terdengar suara cempreng Airin, ia langsung berlari kedalam pelukan Hendrik. Sedangkan Hendrik juga tidak tinggal diam, ia menyambut Airin dan langsung memeluknya," ada apa anak ayah yang cantik ini?"

__ADS_1


"Ayah, aku kangen banget loh. Sekarang kok jarang ya kita main bareng-bareng lagi. Sekarang kan hari libur," rengek Airin.


Hendrik bingung, mendadak ia dilema karena ia akan pergi untuk mencari Kirana," aduhhh bagaimana ini ya? kasihan juga Airin jika aku tidak turuti kemauannya. Karena memang


sudah lama aku nggak aja main Airin."


Hendrik memutar otaknya, mencari cara supaya alasan yang dia berikan pada Airin tidak menyakiti hati si kecil.


"Hah, Tante Kirana hilang? ya sudah nggak apa-apa ayah, ayah cari saja Tante Kirana. Semoga Tante Kirana segera ditemukan ya ayah. Ayah yang hati-hati ya," pesan Airin.


Hendrik begitu kagum dengan sikap dewasa Airin. Ia tidak menyangka jika Airin tidak ngambek malah memberikan pesan supaya berhati-hati.


"Terima kasih ya, Nak. Ayah semakin sayang padamu, dan ayah janji akan pulang secepatnya. Nanti kalau ayah sudah pulang, kita main sama ibu. Airin nggak boleh nakal dan harus nurut sama. ibu dan nenek ya,' pesan Hendrik.

__ADS_1


Hendrik memeluk tubuh kecil Airin serta mengecup pipi dan keningnya. Airin membalasnya dan ia mencium punggung tangan Hendrik.


Dengan berat hati Hendrik pergi saat itu juga, karena ia sudah terlambat. Para anak buahnya sudah menunggu dari tadi.


Airin dan Rindi menatap kepergian Hendrik. Tiba-tiba si kecil Airin berkata," semoga Tante Kirana lekas ketemu ya Bu. Supaya ayah tidak kecapean dalam mencarinya.


Sejak Hendrik tak lagi di panggil Kak oleh Airin, baik Kirana dan Sandy juga tidak dipanggil kak.


Rindi bersyukur karena Airin penurut. Dirinya juga sempat khawatir jika Airin tidak mau ditinggal pergi oleh Hendrik seperti yang lalu. Hingga uka Hendrik pergi, ia harus menunggu Airin lengah. Jika tidak seperti itu, Hendrik sama sekali tidak bisa pergi kemanapun.


Perlengkapan yang dibawa oleh Hendrik begitu lengkap. Ia membawa senapan laras panjang dan juga Laras pendek. Serta perlengkapan lainnya. Karena semua itu untuk waspada Jika ada binatang buas mendekat. Bahkan ia sengaja tidak memberi tahu pada keluarganya jika akan turun tangan sendiri ke hutan.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga ini yang terakhir pencarian dan membuahkan hasil yang memuaskan. Semoga tim aku bisa menemukan Kirana dan Derry dalam kondisi sehat tanpa kurang suatu apapun. Mah-pah, maaf aku sengaja tidak memberi tahu pada kalian karena aku tidak ingin membuat kalian khawatir," gumamnya di hati.

__ADS_1


__ADS_2