
Raka sangat kecewa dengan sikap Papahnya yang menurutnya terlalu egois," bukannya jika orang tua berbuat salah, anak juga memberikan nasehat. Bukan hanya orang tua saja yang boleh mensehati. Heran juga aku pada papah, salah tapi tak pernah mau mengakui kesalahannya. Kasihan juga, Ayu hidupnya.
Raka kini tidak akan mengatakan apapun lagi pada, Alvin. Dia benar-benar kecewa karena mendapatkan bentakan dari Alvin. Raka hanya fokus untuk bisa mendapatkan cinta Kirana.
Tetapi ia telah salah paham padanya, waktu itu," aku tidak bisa melupakan Kirana, tetapi dia lebih memilih pacaran dengan om-om. Lantas aku harus bagaimana ya? apakah aku sadarkan dia? tetapi jika sudah cinta, tidak memandang usia bukan?"
Terus saja Raka mikirkan tentang Kirana, dan ia masih saja ingat kebersamaan Kirana bersama Mickel. Ia tidak tahu jika Mickel adalah papah kandung Kirana.
*******
Pagi menjelang...
Seperti biasa keluarga Kayla sedang sarapan bersama di meja makan.
"Mah-pah, sudah lihat video viral di Facebook belum?" ucap Sandy seperti biasa dia yang paling aktif berbicara di saat segala situasi.
"Video apaan sih? lagi sarapan kok bahas video?" ucap Kayla.
Sandy menunjukkan video tersebut dimana Kirana menghajar dua preman. Kayla sempat terpengarah," Kirana, sejak kapan kamu bisa bela diri?"
"Oh...itu jadi viral? padahal papah sempat melihatnya loh, mah," sela Mickel.
Sejenak Kirana menceritakan, bahwa dirinya sudah bisa bela diri dari usia dini. Pada saat masuk SLTP.
'Hah, selama itu? kok kami sama sekali tidak tahu menahu? memangnya kapan kamu latihannya, dan siapa gurunya?" tanya Kayla.
"Gurunya...ada dech."
Kirana sama sekali tidak memberi tahu siapa guru bela dirinya. Karena sang guru tidak mengizinkan dirinya untuk memberi tahunya.
"Kenapa kamu menutupi guru bela dirimu itu? memangnya salah ya jika Mamah dan papah ingin mengetahuinya? Padahal kami ingin mengucapkan terima kasih kepadanya loh," ucap Mickel.
"Salah sih nggak, mah-pah. Hanya saja orang itu tidak mau jika jati dirinya diketahui oleh orang lain."
Kayla dan Mickel semakin penasaran dengan jati diri guru bela diri Kirana yang tidak mau diketahui keberadaannya.
__ADS_1
"Aneh, kok bisa begitu sih? memangnya kenapa jika kami ingin mengetahuinya? gurumu itu seorang lelaki atau wanita?"
Kayla semakin ingin tahu saja, tetapi Kirana tidak ingin memberitahukannya. Karena itu adalah pesan dari guru bela dirinya," Maaf ya, mah-pah. Aku belum bisa memberitahu kalian. Nanti aku akan konfirmasi dengan guruku terlebih dahulu. Jika ia mengizinkannya pasti aku akan mengenalkannya pada papah dan Mamah."
"Ya ampun sebegitunya, sampai harus main rahasiaan segala. Lantas kalau aku juga ingin latihan bela diri bagaimana coba, Kak?" tanya Sandy.
"Memangnya kamu serius ingin latihan juga, karena itu tidaklah mudah," Kirana tidak yakin dengan keputusannya omongan, Sandy.
Orang tua Sandy merasa heran, karena Kirana yang wanita saja bisa bela diri, tetapi Sandy yang lelaki justru nggak bisa.
"Ajak sekali tuh, Kakak kalian yang super pendiam," ucap Mickel.
"Ih, Papah. Kok aku di bawa-bawa sih? sudah ah, aku mau berangkat ke kantor."
Begitulah Hendrik, anak sulung Kayla yang sifatnya sangat pendiam. Dia benar-benar tidak banyak kata. Walaupun kerap kali di pancing oleh Kayla atau Mickel. Tetap saja tidak terpengaruh. Dia lebih suka menghindar seperti sekarang ini.
"Mah, dulu ngidam apa sih? pada saat hamil, Ka Hendrik? dia sifatnya kok gitu banget sih?" ucap Sandy.
"Hust...kamu nggak boleh mengatakan hal seperti itu. Nanti kalau ternyata kakakmu belum berangkat, dia dengar pasti marah loh," tegur Kayla.
Sandy pun diam saja, dia tak berani berkata lagi setelah mendapatkan teguran dari, Kayla.
"Kamu nggak bisa menuntut supsya kakakmu itu berubah. Sekarang Mamah minta kamu untuk tidak banyak kata. Pasti kamu juga tidak bisa bukan?"
"Seperti halnya dengan Kakakmu itu, dia memang sudah aslinya Pendiam. Nggak mungkin bisa di rumah menjadi cerewet seperti dirimu."
Sandy sudah salah tingkah jika Kayla sudah berbicara," iya maaf, mamah sayang. Sudah dech ceramahnya, panjang sekali. Aku jadi bingung di buatnya."
"Kebiasaan kamu itu seperti itu, Sandy. Senang sekali mengkritik orang lain, tetapi sendiri nggak mau di kritik sama sekali," ejek Kirana.
*********
Kirana dan Sandy segera berangkat kuliah. Mickel juga berangkat ke kantor. Kini kondisi rumah berubah menjadi sepi, hanya Kinara saja seorang diri.
"Jika suami dan anak-anak sudah pada beraktivitas, aku sendirian seperti ini. Sebaiknya aku healing sejenak dech ke luar untuk menghilangkan penat.
__ADS_1
Saat itu juga Kayla memutuskan untuk pergi bersama dengan sopir pribadinya. Karena ia sudah di nasehati oleh Mickel, tidak di izinkan mengemudi sendiri.
Kayla memutuskan untuk ke mall, dan ia melangkah menyusuri lokasi busana pria dan wanita. Dan pada saat ia mengamati baju-baju seraya mundur-mundur, ia menabrak seorang pria.
BRUG!
"Maafkan saya,......Mas Alvin?"
Kayla tersentak kaget pada saat mengetahui siapa orang yang tak sengaja ia tabrak.
"Kayla? sudah lama sekali ya kita nggak bertemu, sejak aku dengar kabar kamu menikah. Bagaimana kehidupan rumah tanggamu sekarang ini?" Alvin terus saja menatap tak berkedip kearah Kayla, hingga Kayla merasa jengah.
"Alhamdulillah baik."
Kayl lekas berlalu pergi karena merasa ada gelagat tak enak, melihat cara Alvin menatap dirinya.
Namun Alvin menghadang langkahnya," tunggu dulu, Kay. Kita kan sudah lama nggak bertemu, kenapa mesti buru-buru? lagi pula aku tidak akan berbuat aneh padamu, hanya ingin ngobrol sejenak. Kamu kok bisa terlihat awet muda ya, Kay. Masih seperti dulu, tidak ada perubahan sama sekali."
"Maaf, Mas Alvin. Aku tidak ada waktu untuk ngobrol denganmu, karena aku masih banyak pekerjaan. Tolong menyingkir dari hadapanku!" ucap Kayla mulai kesal.
Namun bukan Alvin namanya kalau nggak keras kepala," Kay, galak amat sih? aku kan hanya ingin ngobrol dari hati ke hati masa iya kamu menolak?"
Kayla mendorong tubuh Alvin begitu saja, dan ia akan segera melangkah pergi. Akan tetapi Alvin mencekal lengannya, hingga Kayla memberontak," lepaskan! atau aku teriak, biar semua orang datang kemari!"
"BUG!"
Tiba-tiba datang Kirana secepat kilat meninju perut Alvin.
"Auh!" Sontak saja Alvin kesakitan dan melepaskan cekalan tangannya pada Kayla.
"Jangan kurang ajar ya sama mamahku!" bentak Kirana hingga semua pengunjung mall melihat ke arahnya.
Sejenak Alvin menatap ke arah Kirana, setelah itu dia beralih dari tempat itu.
"Mamah, ngga apa-apa?"
__ADS_1
"Loh, kok kamu nggak kuliah?"
Kayla di tanya bukannya menjawab, dia malah balik bertanya pada Kirana.