Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Ingin Bertemu Hendrik


__ADS_3

Sesampainya di rumah, entah kenapa Kayla ingin sekali bertemu dengan Hendrik. Dan pada saat mobil telah sampai di pelataran rumah, Kayla enggan turun.


"Pah, kita ke rumah Hendrik yuk?" ajaknya pasang wajah memelas.


"Mending mamah istirahat saja, mungkin saat ini Hendrik sedang di kantor. Nanti papah telpon Hendrik biar dia kesini saja, mah," Mickel menolak secara halus ajakan Kayla, karena ia tahu Kayla masih sakit.


"Kok gitu sih, Mamah juga ingin ketemu Rindi dan mantan ibu mertuanya serta Airin. Pasti kan ia sudah pulang sekolah. Buat hiburan mamah, pah. Ayohlah kita ke rumah Hendrik, misalkan ia sedang ada di kantor ya sudah nggak apa-apa. Yang penting kita ke rumahnya dulu, entah ada atau tidak ada itu tidak masalah buat mamah. Please lah pah," pinta Kayla merengek seperti seorang anak kecil saja.


Hingga Sandy pun tidak tega," sudahlah pah, turuti saja kemauan mamah. Toh permintaannya nggak neko-neko bukan?"


Hingga akhirnya Mickel pun menuruti kemauan Kayla, ia memerintahkan sang sopir untuk segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Hendrik. Bahkan Sandy turut serta, karena ia juga bosan jika di rumah seorang diri tidak ada orang tuanya.

__ADS_1


Perjalanan ke rumah Hendrik hanya memakan waktu beberapa menit saja. Saat ini Rindi sedang ada di warung makannya. Sesuai dengan perkiraan Kayla, memang Airin sudah pulang sekolah. Dan saat ini sedang bermain di rumah bersama dengan neneknya.


Melihat kedatangan Sandy dan orang tuanya, Airin sangat senang dan ia antusias untuk menyambut dan langsung berlari ke arah Kayla," omaaaaaa Kaylaaaaaa datanggggg aasek!"


Kayla langsung menangkap tubuh mungil Airin dan menggendongnya dalam pelukannya," ibu buka ya warungnya? tadi Oma sempat lihat deh."


'Iya Oma, kalau ayah sedang pergi mencari Tante Kirana," ceplos ucap Airin tanpa ditanya sudah berkata dengan sangat jujur tanpa tedeng aling-aling.


"Airin main dulu sama Om Sandy ya. Oma dan Opa mau ketemu ibumu sebentar saja ya." Kayla menurunkan Airin yang saat ini ada di dalam gendongannya.


Sementara saat ini nenek Airin sedang di dapur guna membuat minuman untuk Sandy dan orang tuanya. Karena sudah ada satu Minggu, asisten rumah tangga tidak berangkat bekerja dikarenakan sedang pulang kampung.

__ADS_1


Pada saat nenek Airin datang dengan membawa nampan berisikan minuman dan cemilan, ia celingukan karena tidak mendapati adanya Kayla dan Mickel, yang ada hanya Sandy dan Airin. Ia pun celingukan," loh mana Bu Kayla dan Pak Mickel, Nak Sandy?" tanyanya heran.


"Barusan pergi, Bu. Itu ke warung makan Mbak Rindi, untuk bertanya tentang Kak Hendrik karena barusan Airin berkata jika Kak Hendrik sedang mencari Kak Kirana," jawab Sandy seraya tersenyum kearah nenek Airin.


Didalam hati Nenek Airin gelisah," aduh Airin-Airin. Seharusnya jangan mengatakan apapun tentang Nak Hendrik karena Bu Kayla sedang sakit, wajahnya saja masih terlihat pucat. Aduhhh bagaimana reaksinya jika mengetahui bahkan Nak Hendrik mencari Nak Kirana di tengah hutan?" batin Nenek Airin gelisah.


Sontak saja sikap diamnya yang secara mendadak mengundang rasa penasaran bagi Sandy.


"Sebenarnya Kak Hendrik mencari Kak Kirana kemana sih, Bu? setahuku kan seluruh perkampungan sudah di jelajahi oleh para anak buahnya, tetapi tidak membuahkan hasil," tanyanya menyelidik.


***********†********************

__ADS_1


Mohon dukungan like, vote, komentar, jangan lupa bintangnya yang banyak. Biar Author semangat update 🙏🙏🙏🥰🥰🥰. Terima Kasih


__ADS_2