Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Akhirnya Jujur


__ADS_3

Kirana menjawab," kebetulan cuma satu pelajaran, mah. Hingga aku bisa pulang cepat dan memutuskan untuk ke mall karena ada hal yang ingin aku beli. Tetapi malah tak sengaja bertemu mamah di sini."


"Memangnya siapa laki-laki tadi, mah? yang ingin kurang ajar sama, mamah?" Kirana sangat penasaran dengan sosok Alvin yang sempat mengganggu Kayla.


"Bukan siapa-siapa, mungkin saja lelaki tadi salah mengenali orang," Kayla sengaja berbohong, karena dia tidak ingin membuka lagi kisah masa lalunya yang sangat, pahit.


"Aku rasa saat ini Mamah sedang berbohong kepadaku, tidak mungkin mamah tidak mengenal lelaki tadi," batin Kirana tidak percaya dengan perkataan dari, Kayla.


"Mamah lain kali kalau mau pergi-pergi nggak usah sendirian, minta ditemani aku atau Sandy kan bisa? pokoknya setelah kejadian ini, aku tidak ingin melihat mamah pergi seorang diri, biasanya kan minta ditemani aku?" Kirana mulai cerewet menasehati Kayla.


"Lama-lama kamu sama seperti Sandy saja ya, ketularan cerewet," goda Kayla terkekeh.


Ibu dan anak ini pun segera melangkah bersama, mengelilingi mall tersebut. Sementara Kirana menelpon sopir pribadi yang mengantar Kayla untuk pulang terlebih dahulu, karena Kayla akan pulang bersamanya.


Sementara saat ini Alvin sedang kesal," sialan sekali, padahal aku belum sempat mengorek keterangan lebih jelas dari Kayla, tiba-tiba datang gadis barbar yang ternyata adalah anaknya. Tetapi wajah gadis itu benar-benar sangat mirip dengan Kayla tidak ada yang dibuang sama sekali seperti kembaran Kayla saja. Bagai pinang dibelah dua. Apakah hanya gadis itu saja, anaknya? apakah ia memiliki anak lain ya? ya ampun kenapa aku menjadi sangat penasaran dengan kehidupan Kayla yang sekarang? padahal kami sama sekali sudah tidak ada hubungan suami istri, tetapi entah kenapa kok rasa ingin tahuku tentang Kayla begitu besar."


Alvin terus saja memikirkan Kayla, dan ingin sekali mengetahui dimana tempat tinggalnya yang sekarang. Hingga di rumah pun, ia terus saja mengingat akan Kayla. Ia bahkan sama sekali tidak peduli dengan sikap Raka yang dingin padanya.


Tapi tidak dengan Kayla, sesampainya di rumah dia sama sekali tidak mengingat pertemuannya dengan Alvin. Justru yang masih saja mengingatnya adalah Kirana, bahkan ia masih mengingat dengan jelas wajah Alvin.


Hingga ia pun keceplosan pada saat makan malam, ia menceritakan yang terjadi di mall pada Mickel dihadapan Kakak dan adiknya.


"Pah, tadi pada saat di mall aku tidak sengaja bertemu dengan Mamah. Mamah sedang diganggu oleh seorang lelaki seumuran papah," ucapnya begitu saja membuat Kayla sempat tersedak karena kaget.


"Uhuk Uhuk Uhuk "

__ADS_1


Mickel lekas mengambilkan air minum untuk istri tercintanya.


"Apakah yang dikatakan oleh Kirana itu benar, mah? apakah Mamah mengenal lelaki itu?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut, Mickel.


"Iya Pah, aku bosan di rumah saja jadi iseng ke mall. Tetapi ada seseorang yang tiba-tiba menggangguku dan kebetulan Kirana tiba-tiba datang dan mengusir lelaki itu," ucap Kayla.


"Mah, lain kali kalau pergi jangan sendirian. Aku mau kok, menemani Mamah," ucap Sandy.


"Mah, kamu belum jawab pertanyaanku yang satunya lho. Apakah Mamah kenal lelaki yang mengganggu Mamah tersebut?" tanya Mickel lagi.


Sejenak Kayla terdiam, dia bingung karena ingin jujur kepada suaminya,


tetapi dia sudah berbohong pada Kirana.


"Mah, kenapa kamu diam saja? jika kamu memang kenal katakan saja kenal, dan jika memang tidak ya katakan saja tidak?" tegur Mickel mengagetkan lamunan Kayla.


"Mah, aku itu bukan anak kecil lagi yang mudah dibohongi. Mamah itu tak perlu menutupi jati diri lelaki itu jika memang benar mengenalnya," ucap Kirana.


"Maafkan mamah ya, Kirana. Lelaki itu Alvin, pah," ucap Kayla.


"Apakah dia mengganggumu, mah?" tanya Mickel.


"Iya Pah, dia sempat menggangguku tetapi untung saja Kirana datang menolongku," ucap Kayla sudah tidak bisa berbohong lagi.


"Siapa Alvin itu, mah?" tanya Sandy penasaran.

__ADS_1


Sejenak Kayla menatap ke arah Mickel, seolah meminta persetujuan. Apakah dia harus menceritakan tentang kisah masa lalunya kepada anak-anaknya atau tidak? Karena selama ini baik Kayla maupun Mickel tidak pernah membuka kisah masa lalu Kayla dihadapan anak-anaknya.


"Biarkan aku saja yang tercerita kepada anak-anak ya, mah."


Kayla mengangguk pelan pada saat suaminya mengatakan hal itu. Kemudian Mickel menceritakan kepada ketiga anaknya siapakah sebenarnya Alvin itu.


"Oh jadi lelaki itu mantan suami, mamah? pantas saja terlihat seperti sangat mengenal Mamah pada saat aku datang," ucap Kirana.


"Mamah tenang saja, aku akan selalu menjaga mamah. Dengan catatan jika Mamah pergi ke manapun jangan seorang diri lagi. Setidaknya ada seseorang yang menemani Mamah, entah itu aku ataupun Sandy ataupun salah satu anak buah papah," ucap Kirana.


"Iya Mah, sudah berapa kali aku tekankan pada mamah untuk tidak pergi sendirian, setidaknya membawa salah satu anak buah, Papah. Kita harus selalu waspada," ucap Mickel.


"Iya, Maaf. Mamah nggak akan pergi sendirian lagi."


Ucap Kayla menangkupkan kedua tangannya di dada meminta maaf.


Di dalam hati Mickel mulai ada rasa curiga dengan munculnya kembali, Alvin. Karena selama ini kehidupan mereka jauh sekali dari kabar Alvin. Mereka sama sekali tidak tahu menahu jika selama ini baik Alvin dan Naya tinggal di kota yang sama dengan mereka.


"Sepertinya Alvin punya niat tidak baik pada, Kayla. Aku tidak akan tinggal diam dan harus waspada untuk ini. Aku tidak akan membiarkan Alvin atau siapapun mengganggu ketenteraman rumah tanggaku. Aku akan memerintahkan dua orang anak buah kepercayaanku untuk selalu mengawal Kayla tanpa sepengetahuannya. Karena aku tidak ingin hal buruk terjadi pada, Istri tercintaku," batin Mickel.


Dia begitu sangat mengasihi istrinya sepenuh hati. Apa lagi mereka saat ini sudah sangat bahagia dengan adanya tiga anak yang sudah dewasa. Mickel tidak ingin kehadiran Alvin mengacaukan segalanya.


Setelah makan malam usai, di dalam kamar, Mickel pun iseng menanyakan kembali tentang Alvin.


"Sayang, jangan marah ya? karena aku ingin bertanya tentang pertemuanmu dengan, Alvin. Apa saja yang ia katakan padamu?" tanya Mickel penasaran.

__ADS_1


"Dia hanya bertanya aku sudah punya berapa anak, tetapi aku tidak menjawab atau meresponnya, Ka. Aku bahkan memutuskan untuk berlalu dari hadapannya, tetapi ia malah mencekal lenganku dan datanglah Kirana langsung mendorong keras tubuh Alvin. Dan mengajakku pergi dari hadapannya. Bahkan Kirana sempat meninju perut Alvin."


Mendengar cerita dari Kayla, Mickel terkekeh," anakmu itu benar-benar kerennnnn."


__ADS_2