Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Ide & Saran


__ADS_3

Setelah mendapatkan penghiburan dari Derry, Kirana pun sudah tidak gelisah dan cemas lagi. Hatinya sudah benar-benar lega," terima kasih ya suamiku tercinta."


Kirana memeluk erat Derry.


"Ia istriku tersayang,"


Derry membalas pelukan Kirana dengan mengusap surai hitam Kirana.


Mereka pun merencanakan sesuatu untuk bisa menggapai perkampungan. Selama satu bulan ini mereka hidup di hutan dengan makan seadanya. Buah-buahan yang ada di hutan tersebut.


Dengan berbekal sedikit keahlian, Derry membuat benda tajam sendiri. Dia menemukan besi panjang pada saat dirinya sedang mencari buah untuk menjadi santapan dirinya dan Kirana.


Derry menyalakan api dengan batu dan batu ia tepuk-tepuk hingga mengeluarkan percikan api ke dalam ranting yang sengaja ia kumpulkan.


"Sayang, kamu sedang buat apa?" Kirana penasaran, ia duduk di samping Derry.


"Aku ingin membuat sebuah pedang dengan besi ini untuk senjatamu. Dan juga buat satu pisau. Sedangkan kayu ini, untuk aku buat panahan. Bahkan aku juga akan buat tombak untuk menangkap ikan di pesisir panasi. Jika menjelang sore, banyak sekali ikan di pesisir. Semua senjata ini akan kita gunakan untuk berjaga-jaga pada saat kita melakukan perjalanan ke perkampungan terdekat dari hutan ini. Karena sudah berkali-kali kita gagal bukan? karena banyak sekali binatang buas sedang kita tidak memiliki senjata apapun. Aku nggak mau kita selamanya hidup di dalam gua ini."


Kirana sangat bersyukur karena memiliki seorang suami yang memiliki keahlian dalam bidang kerajinan benda-benda tajam. Dia juga heran, karena Derry yang dulu sangat penakut.

__ADS_1


"Sayang, kenapa sekarang kamu kok berani ya? kamu juga tidak pernah mengeluh, padahal yang aku tahu dulu kamu sangatlah penakut dan bahkan sama sekali tidak bisa berkelahi. Tapi kemarin aku lihat kamu berani melawan seekor ular," ucap Kirana.


Derry mengatakan jika semua perubahan yang ada dalam dirinya karena Kirana. Ia ingin membuktikan pada Kirana bahwa ia bisa menjadi seorang kepala keluarga yang pemberani.


"Aku selalu ingat kata-katamu dulu, katanya aku ini pria kok seperti banci. Sejak saat itu aku berusaha merubah untuk menjadi lebih baik. Karena aku ingin membuktikan padamu bahwa aku layak untuk menjadi seorang suami, seorang kepala keluarga. Aku ingin bisa melindungi dirimu, bukan aku yang dilindungi olehmu," ucap Derry.


Kirana sangat kagum dan bangga memiliki suami seperti Derry. Pemuda yang selalu berpenampilan sederhana tidak seperti pemuda yang lain.


Sementara Hendrik dan keluarganya juga tak pernah lelah dalam mencari keberadaan Kirana dan Derry.


"Semua perkampungan yang ada di sekitar jatuhnya pesawat telah aku selidiki, tetapi tidak aku temukan adanya tanda-tanda Kirana dan Derry. Lantas mereka ada dimana ya?" batin Hendrik merasa bingung.


"Jika aku tidak juga menemukan Kirana dan Derry, pasti mamah akan terus sedih. Lantas aku harus mencari kemana lagi ya? bahkan seluruh orang bayaranku menyerah begitu saja."


Hendrik terus saja murung, membuat Rindi ikut sedih. Ia pun menghampiri suaminya yang sedang duduk merenung di balkon kamar," mas Hendrik, apakah masih belum juga ditemukan keberadaan Kirana dan Derry? ini minum dulu mas, siaia tahu bisa sedikit membutmu fresh."


Hendrik menghela napas panjang, ia pun duduk di kursi yang ada di balkon dan meraih minuman yang telah di buatkan oleh Rindi.


"Sampai detik ini aku belum berhasil menemukan keberadaan Kirana dan Derry. Padahal aku sudah bekerja keras dengan mengerahkan seluruh orang bayaranku ke berbagai perkampungan yang ada di sekitar pesisir laut dimana waktu itu pesawat terbangnya terjatuh," ucap Hendrik.

__ADS_1


Sejenak Rindi terdiam, tetapi dia mendadak memberikan sebuah saran.


"Mas, kamu hanya mencari di semua perkampungan? apakah memang perkampungan itu letaknya tepat di pesisir atau di pinggiran lautnya?"


"Yang aku tahu tidak semua pesisir laut itu langsung ada sebuah perkampungan. Ada juga yang berada di pesisir laut itu adalah sebuah hutan. Jika memang Mas sudah mencari di perkampungan tidak ada. Kenapa mas nggak mencari di hutan-hutan yang ada disekitar pesisir pantai?"


Mendengar saran dari Rindi, mendadak wajah Hendrik berbinar-binar penuh ceria," benar sekali yang kamu katakan. Terima kasih ya sayang?"


CUP!


Tanpa sadar Hendrik mengatakan kata sayang sembari mengecup kening Rindi. Hal ini membuat wajah Rindi bersemu merah. Hendrik baru menyadarinya," hehehe... maafkan aku ya Rindi. Aku reflek tadi."


Hendrik salah tingkah, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena menahan rasa malu. Didalam hatinya bergumam," astaghfirullah aladzim, kenapa aku bisa berbuat seperti tadi ya? apakah aku sudah mulai bisa membuka hatiku untuk Rindi? apakah aku sudah mulai jatuh cinta padanya? sebenarnya aku tidak salah ya, karena aku sudah sah menikah dengan Rindi. Bahkan aku juga ...ah entahlah."


Sejenak Hendrik melamun, Rindupun menepuk bahunya," Mas Hendrik, kamu kenapa diam saja?"


"Nggak apa-apa, aku hanya sedang memikirkan saran darimu itu Rindi. Aku akan segera memerintahkan semua orang bayaranku lagi untuk mencari Kirana dan Derry di hutan-hutan. Oh ya, aku minta maaf karena sejak hilangnya Kirana dan Derry, aku jadi tidak ada banyak waktu untuk bisa bermain dengan Airin,' ucap Hendrik.


Rindi wanita yang sangat perhatian dan bijaksana serta sabar. Ia sama sekali tidak mempermasalahkan tentang hal itu. Justru ia ikut prihatin dengan apa yang sedang menimpa di keluarga Hendrik.

__ADS_1


__ADS_2