Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Diminta Memberikan Pertolongan


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Kayla dan Mickel langsung menyambangi ruang rawat Isal. Dimana didalam ruangan tersebut juga ada istri Isal yakni Usna dan Oddy anaknya sedang cemas.


"Mickel, kemarilah! asa hal yang ingin aku sampaikan kepadamu."


Isal melambaikan tangannya lemah kearah Mickel.


Segera Mickel menghampirinya didampingi oleh Kayla.


"Seharusnya kamu nggak usah banyak bicara dulu Isal, tetapi fokus dengan kesehatanmu saja," nasehat Mickel tetapi tidak didengarkan oleh Isal dengan alasan umurnya tidak akan lama lagi.


"Wak-tu-ku ting-gal se-dikit lagi, dan aku


ingin min-ta to-long pa-damu. Karena hanya ka-mu yang bi-sa aku percaya saat ini. To-long jaga istri dan anak-ku, aku mo-hon maaf ka-rena membe-banimu dengan per-mintaan terakhirku ini. Te-ta-pi ti-dak ada yang bi-sa aku min-tai to-long ha-nya di-rimu saja," ucapnya terbata-bata dengan menahan rasa lara didadanya.


Mickel menggenggam jemari tangan Isal," kamu nggak boleh berkata seperti itu, karena aku yakin kamu pasti sembuh demi istri dan anakmu."


Tetapi Isal sudah tidak berkata lagi, ia justru menyunggingkan senyuman tanpa arti, dan tiba-tiba menitiklah air mata di pelupuk matanya. Tiba-tiba tatapan matanya meredup dan pada akhirnya ia pun menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.


Jerit tangis tak dapat dihindarkan lagi oleh Usna dan Oddy karena orang yang mereka kasihi telah meninggal dunia.


Kayla merasa iba melihatnya, ia pun berusaha memberikan penghiburan kepada Usna selaku istri dari almarhum Isal. Sedangkan Mickel mencoba menenangkan hati Oddy.

__ADS_1


Setelah beberapa saat ibu dan anak ini merasa sudah bisa mengontrol kesedihan mereka, barulah Mickel membicarakan tentang proses pemakaman untuk almarhum Isal. Tetapi terlebih dahulu Mickel memanggil dokter.


Sejenak Mickel memanggil dokter yang merawat Almarhum Isal lewat sebuah tombol yang ada di atas brankar dimana saat ini Almarhum Isal berbaring.


"Inalillahi wa Ina ilaihi raji'un, sebenarnya sudah lama pasien menahan rasa sakitnya. Apa lagi ia sudah begitu lama di rawat di rumah sakit ini. Sekarang pasien sudah tidak tersiksa lagi dengan penyakitnya. Ibu yang sabar dan tabah, karena semua sudah menjadi kehendak Allah SWT," ucap sang dokter.


Beberapa saat kemudian...


Prosesi pemakaman dilangsungkan, dan hanya beberapa kerabat dari keluarga almarhum yang datang melayat. Padahal almarhum terkenal banyak saudara dan juga mendiang orang tuanya orang yang disegani di kota tersebut. Hal ini tentu saja membuat Mickel heran," maaf Usna, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu. Tolong jangan tersinggung dengan apa yang ingin aku tanyakan ini."


Mickel merasa ragu pada saat dirinya akan bertanya tentang hal pribadi kepada Usna.


"Katakan saja Mas Mickel, nggak usah sungkan. Jika aku bisa jawab pertanyaan akan aku jawab dan jika tidak bisa aku akan diam saja," ucap Usna seraya menghapus air matanya.


"Karena almarhum Mas Isal dibenci oleh sanak saudaranya karena kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Bahkan reputasinya sebagai seorang pengusaha juga tercoreng karena ini. Hingga ia gulung tikar karena sudah tidak ada lagi para pengusaha yang sudi bekerja sama dengannya," ucap Usna.


Mickel semakin tidak mengerti dengan jawaban dari Usna. Ia ingin sekali bertanya lagi tapi khawatir menyinggung perasaannya. Tetapi sikap diam Mickel bisa terbaca oleh Usna," mas pasti bingung kan, permasalahannya bagaimana? aku sendiri juga bingung mas."


"Karena beberapa pekan sebelum Almarhum sakit, ada suatu insiden terjadi dimana ada salah satu saudara yang datang dan tiba-tiba mengatakan banyak hal buruk kepada Almarhum Mas Isal. Orang itu mengatakan jika almarhum bekerja tidak jujur dan melakukan korupsi. Orang itu memberikan suatu bukti palsu tetapi seperti nyata."


"Bukti pembelian saham dengan jumlah yang besar dengan nama almarhum suami saya. Dan juga bukti penyelewengan dana perusahaan yang direkayasa oleh saudaranya tersebut."

__ADS_1


"Kami sudah berusaha menjelaskan kepada semua orang tapi tidak ada yang percaya. Dan kami juga berusaha mencari bukti tapi juga tidak bisa menemukan. Hingga kami harus kehilangan semua harta kami begitu saja hanya untuk membayar kerugian yang tidak jelas itu."


"Kami terpaksa melakukan hal itu karena kami sama sekali tidak bisa menemukan bukti yang kuat untuk membersihkan nama almarhum suami saya."


"Sejak saat itu kondisi suami saya drop dan lebih parahnya lagi di temukan penyakit komplikasi didalam tubuhnya yang sudah cukup lama menggerogoti tubuh suami saya. Hanya saja selama ini suami.saya tidak pernah begitu peduli dengan kesehatan."


"Hingga setiap ia jatuh sakit, tidak pernah mau diajak kedokter dengan alasan manja, sedikit-sedikit ke dokter. Sakit selalu di buat sembuh sendiri hingga sampai benar-benar drop."


Banyak hal yang di ceritakan oleh Usma kepada Mickel dihadapan Kayla. Mickel merasa heran karena selama ini Almarhum Isal tidak pernah mengeluh apa pun padanya.


"Terakhir bertemu, almarhum tidak berkata apapun. Hanya berkata jika dirinya gampang sekali masuk angin sebentar-sebentar sakit. Ia tidak cerita tentang ulah jahat saudaranya itu," ucap Mickel.


Usna mengatakan," memang Almarhum sengaja melakukan hal itu karena ia tidak ingin membebanimu mas. Ia lebih memilih mengorbankan semua harta demi menyelesaikan permasalahan ini," ucap Usna.


Kayla ikut geram mendengarnya," wah itu terlalu bodoh. Maaf aku berkata seperti ini. Seharusnya walaupun kita tidak punya bukti kuat untuk membuktikan diri ini tidak bersalah, kita harus berpegang teguh pada kebenaran. Dan yakin akan menemukan suatu buktinya. Jangan asal pasrah dan menyerahkan semua harta begitu saja. Ini namanya di bohongi, ditipu mentah-mentah tetapi pasrah dan menyerah. Hal yang seperti ini yang tentu saja membuat si penipu semakin merajalela. Ia bisa menipu orang lain dengan cara yang sama yang dilakukan kepada almarhum Isal," ucap Kayla.


Usna malah merasa tidak senang dengan apa yang barusan dikatakan oleh Kayla," berkata itu gampang Mbak Kayla. Tetapi jika anda sendiri yang menghadapi hal ini pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang almarhum suami saya lakukan."


Kayla tersenyum," mbak Usna, aku mohon maaf bila mbak tersinggung dengan kata-kata saya. Tetapi jika saya yang ada di posisi tentu saja saya akan bergerak seperti yang saya katakan tadi."


Begitulah Kayla, ia memang baik hati. Tetapi ia tidak suka jika ada hal yang tidak tegas karena dirinya memang selalu bersikap tegas dalam menghadapi semua permasalahan.

__ADS_1


"Sudah sayang, nggak usah di bahas lagi. Intinya saat ini kita harus mengabulkan permintaan terakhir Almarhum," ucap Mickel menengahi perdebatan tersebut.


__ADS_2