Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Curhat


__ADS_3

Sejak Raka bertemu dengan Kirana, dia selalu saja tersenyum sendiri. Dia merasa bahagia, padahal dirinya belum juga bisa mendapatkan hati si gadis.


"Raka, sepertinya kamu sedang bahagia sekali? apakah sedang jatuh cinta? kenapa pacarmu nggak di kenalin ke Papah?" Alvin merasa penasaran dengan perubahan sikap pada, Raka.


"Aku baru kenal, Pah. Tapi dia sudah berhasil menggetarkan hati ini. Hanya saja sikapnya itu acuh tak acuh, Pah. Apakah dulu papah juga merasakan hal yang sama, pada saat pertama kali bertemu, mamah?"


Alvin tersenyum, di dalam hatinya mengatakan hal lain," hati ini bergetar pada saat bertemu Kayla. Dan ia juga cuek, tetapi lama-lama luluh. Sayangnya karena kesalahan fatalku hingga pisah darinya, kok aku jadi ingat dia ya? apakah dia sudah punya anak? karena dulu pada saat bersamaku satu tahun, tidak juga hamil? rasaku pada Almarhumah ibunya Raka, biasa saja. Aku hanya memandang harta, hingga aku mau menikah dengan, Almarhumah ibunya, Raka."


Raka terus saja memperhatikan Alvin," cie-cie...pasti papah sedang ingat masa lalu bersama almarhumah mamah ya?"


Raka sama sekali tidak tahu cerita masa lalu Alvin, karena Almarhumah ibunya tidak pernah mengatakannya. Karena pada saat memutuskan untuk menikah, Alvin meminta pada Almarhumah ibunya Raka, untuk menjaga rahasia masa lalunya.

__ADS_1


"Pah, aku ingin sekali seperti Papah dan mamah. Saling setia hingga maut memisahkan," ucap Raka.


Kembali lagi Raka tidak tahu watak asli Alvin yang suka sekali bermain perempuan di belakang ibunya. Bahkan saat ini Alvin juga sedang mendekati Ayu, yang tak lain anak kandungnya sendiri.


"Aminn, buruan di Pepet kalau nggak ingin di ambil lelaki lain. Jangan sampai lepas, kalau kamu suka dengan seorang gadis," ucap Alvin.


"Seperti papahmu ini, yang sedang mepet Ayu. Tetapi hingga detik ini belum juga berhasil. Hheee," batin Alvin girang.


*********


"Mah-pah, aku lagi kesel banget di kampus. Ada dosen baru tapi sok kegantengan banget. Herannya semua teman cewekku itu terperangah seperti di hipnotis pada saat ia memperkenalkan diri. Sedangkan aku asik saja membaca, tak memperhatikan dirinya. Eh kok aku di tegur olehnya, dan di panggil suruh kedepan," ucap Kirana seraya asik mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Terus, kamu di suruh apa di depan? angkat satu kaki atau loncat-loncat?" tanya Hendrik.


"Nggak lah, ka. Aku cuma di tanya nama terus di nasehati gitu dech.. Setelah itu aku di suruh duduk lagi. Nyebelin nggak sih, dosen kek gitu."


Sandy malah ngakak pada saat mendengar cerita Kirana," hhhaaa sekarang mah iya bilang nyebelin. Entar lama-lama bilang ngangenin."


"Kamu sehari saja nggak goda aku nggak asik ya? seenaknya saja kalau bicara!" protes Kirana.


Kayla dan Mickel hanya saling pandang satu sama lain seraya saling melempar senyuman.


"Pah, punya tiga anak saja seperti ini selalu rame. Apa lagi kalau dulu kita benar-benar punya sebelas anak, bagaimana ya?" Kayla terkekeh.

__ADS_1


"Ajib gileeeee... Papah minta punya sebelas anak, mah? kaya kesebelasan sepak bola saja."


Sontak semua yang ada di meja makan terkekeh mendengar si bungsu berbicara. Memang diantara ketiga anak Kayla, yang suka iseng dan usil ya si bungsu. Kalau si sulung pendiam, tidak banyak kata. Dia hanya berkata seperlunya saja, setelah itu paling senyam senyum jika ada yang mengatakan hal lucu.


__ADS_2