Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Meninggal Juga


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan oleh Vina dan Kayla, membuat Alvin menitikkan air matanya. Ia pun tersenyum dan perlahan menutup matanya, hal ini membuat Vina dan Kayla merasa ada yang aneh dengannya.


"Vin, jangan-jangan.....


Kayla menatap ke arah Vina dengan tatapan penuh kecurigaan.


Sejenak Vina minta tolong seorang perawat yang kebetulan melintas di ruang rawat tersebut," Sus, kemari sebentar.


Sang perawat pun masuk ke dalam ruang rawat Alvin," ada apa ya, mbak?" tanyanya heran.


"Sus, tolong periksa pasien apakah masih bernyawa atau sudah meninggal. Karena tiba-tiba menutup matanya," pinta Kayla.


Sang perawat memeriksa nadinya," inalillahi wa Ina ilaihi raji'un. Pasien sudah meninggal dunia, mbak."


Kayla dan Vina saling berpandangan, sementara perawat tersebut segera keluar dari ruangan tersebut karena dirinya akan ke ruangan pasien jatahnya memeriksa.


Sejenak Raka dan opa serta opanya penasaran, mereka masukkane ke dalam.


"Tante, ada apa? apakah yang telah terjadi pada, Papah?" tanyanya mulai tidak enak hati.


"Papahmu sudah meninggal dunia," ucap Vina.


Raka terperangah menatap ke jazad Alvin. Ia pun tak kuasa untuk menitikkan air matanya. Begitu pula dengan Ayah Sugeng dan Ibu Riris, mereka juga tak kuasa untuk tidak menahan rasa sedihnya. Bagaimana pun, Alvin adalah anak sulungnya.


Hanya Kayla dan Vina saja yang tidak menangis. Sementara Mickel saat ini sedang berada di kantin untuk ngopi karena ia tiba-tiba merasa kantuk yang teramat sangat.


"Inalillahi wa Ina lilahi rojiun. Semoga tenang di alam sana ya, Pah. Alhamdulillah, setidaknya Papah sudah minta maaf pada Tante Vina dan Tante Kayla. Semoga saja Allah juga memberikan pintu maaf juga untuk papah."


Segera Raka menghubungi pihak rumah sakit, dia ingin meminta tolong pihak rumah sakit memakamkan jenazah Alvin. Hingga saat itu juga jenazah Alvin segera di kebumikan sesuai dengan prosedur yang berlaku di rumah sakit.


Bau anyir yang keluar dari tubuh Alvin juga tidak hilang-hilang. Walaupun beliau sudah meninggal dunia, tetapi bau itu masih sangat menyengat.

__ADS_1


Acara pemakaman begitu sederhana, di lakukan dan di hadiri oleh sanak saudara saja. Karena Raka tidak ingin ada banyak orang dalam prosesi pemakaman.


Beberapa jam kemudian....


Setelah acara pemakaman telah selesai, Raka pun menghampiri Vina dan Opa-Omanya.


"Oma-Opa-Tante, aku mohon dengan sangat. Kiranya kalian tinggal di rumahku ya? masa iya aku tinggal seorang diri. Aku pasti akan merasa kesepian jika tinggal sendirian. Tolong jangan menolak permintaanku ya?"


Baik Vina maupun orang tuanya tak lantas mengiyakan permintaan dari Raka. Sejenak mereka saling berpandangan satu sama lain, seolah untuk saling memberikan persetujuan.


"Vina, bagaimana menurutmu?" tanya Ayah Sugeng, karena ia tidak yakin jika Vina akan mengizinkan dirinya dan istrinya tinggal di rumah Raka.


"Ya Vina, kami ikut saja apa yang menjadi keputusan dirimu," ucap Bu Riris.


Vina pun menyunggingkan senyumnya," baiklah, ayah -ibu. Mari kita tinggal di rumah Raka. Setelah aku pikir, memang tidak enak jika kita tinggal berlama-lama di rumah, Mbak Kayla."


"Alhamdulillah, terima kasih Tante Vina."


Saat itu juga, Vina dan orang tuanya segera mengemasi semua pakaiannya yang ada di rumah milik Kayla yang selama ini mereka tempati. Setelah Itu, mereka memutuskan untuk ke rumah Kayla, guna mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan Kayla.


"Kayla, kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan darimu untuk kami. Kami pamit ya, karena akan tinggal bersama dengan Raka, sesuai dengan permintaannya."


Ayah Sugeng mewakili Bu Riris dan Vina untuk mengucapkan terima kasih tersebut.


"Sama-sama, ayah. Syukurlah kalau kalian ingin tinggal bersama dengan Raka. Tapi menurut saya itu memang jalan yang terbaik. Kasihan juga Raka jika selamanya tinggal sendirian," ucap Kayla.


Setelah cukup lama bercengkrama dengan Kayla, Vina dan orang tuanya berpamitan pergi dari rumah tersebut.


Mereka pun kembali ke rumah Raka, sesuai dengan permintaan dari Raka.


Beberapa hari kemudian....

__ADS_1


Vina dan orang tuanya sudah bisa beradaptasi tinggal di rumah Raka. Perbuatan Raka terhadap mereka sangat baik dan ramah.


"Vina, kamu lihat kan? tidak selamanya seorang anak akan mewarisi sikap buruk orang tuanya,' ucap Ayah Sugeng.


Vina pun tersenyum," iya Ayah.Aku memang awalnya sempat berpikir jika Raka mewarisi sikap Ayahnya, ternyata aku memang salah."


"Makanya jangan suka berprasangka buruk pada seseorang. Karena itu sama saja kamu suudzon pada orang," ucap Ibu Riris.


"Iya-iya, maaf. Sudah dech Ayah dan ibu nggak usah terus menghakimi aku yang pernah berprasangka buruk pada Raka. Tante minta maaf ya, Raka?"


Raka dengan senang hati menerima permintaan maaf dari Vina.


Kehidupan mengalir begitu lancarnya. Semua bisa mengatasi setiap permasalahan yang terjadi di dalam rumah ini.


Sementara saat ini Kayla sedang pergi dengan Airim ke pusat perbelanjaan untuk membeli semua barang-barang kebutuhan Airin.


"Nak, kamu pilih saja yang cocok menurut dirimu ya?" ucap Kayla tersenyum ke arah Airin.


"Pak, tolong temani Airin sebentar saja. Karena aku ingin ke toilet."


Belum juga Mickel menjawab, Kayla sudah berlari terbirit-birit karena sudah tidak tahan lagi untuk buang air kecil. Mickel yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala sewya tersenyum melihat tingkah Kayla seperti anak kecil saja.


Selagi dirinya gugup mencari keberadaan toilet di pusat perbelajaan tersebut, tiba-tiba ada seorang wanita menubruk dirinya. Hingga membuat Kayla sempat tersentak kaget.


"Maaf, mbak. Saya sedang menghindari seseorang yang terus mengejar saya."


Pada saat wanita tersebut meminta maaf pada Kayla, ada seseorang berjalan sedikit berlari ke arah Kayla dan juga dirinya.


Sontak saja wanita yang tadi sempat menabrak Kayla, langsung berlari tunggang langgang.


"Ada apa ya dengan mereka? kok kejar-kejaran di mall ini," batinnya penasaran, hingga ia sempat melupakan jika dirinya saat ini akan ke toilet umum yang ada di mall tersebut.

__ADS_1


Kayla hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


__ADS_2