
Selagi dirinya tidak bisa berdiri, beberapa menit kemudian datanglah seorang wanita yang mengulurkan tangan kepadanya," mari aku bantu berdiri Mbak Dira."
Ternyata wanita itu adalah Kayla, ia tidak tega pada saat melihat Dira kesulitan untuk bisa berdiri sendiri. Dira diam saja, ia hanya melirik sinis ke arah Kayla.
"Mah, biarkan saja. Toh Tante Dira nggak mau dibantu sama mamah. Yuk kita pulang saja, biarkan saja dia sendirian. Suaminya saja nggak peduli padanya, jadi untuk apa kita peduli dengannya yang.....
"Sandy, kita nggak boleh seperti itu. Bagaimana pun, Tante Dira adalah ibu dari suami Kirana. Sama saja ibunya Kirana. Bersikaplah yang sopan, jika kamu nggak sopan padanya sama saja kamu juga menyakiti hati mamah yang juga seorang ibu," Kayla sengaja memotong perkataan Sandy dengan nasehatnya.
"Huh, kamu pikir aku mau di tolong olehmu, Kayla! nggak usah sok perhatian dech!" ucap lantang Dira memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Padahal saat ini dirinya masih saja terduduk di lantai, tetapi gengsi untuk mendapatkan pertolongan dari Kayla. Sontak saja sikap Dira menuai perkataan dari Sandy kembali," mah, lihatlah sikapnya seperti itu bukan? sudah terkapar tidak berdaya saja masih sombong!"
"Sandy, Mamah harus berkata apa lagi padamu. Sudahlah tak usah ditanggapi perkataan dari, Tante Dira. Yuk kita pulang, karena Tante Dira nggak mau kita tolong," ucap Kayla bergelayut dilengan Sandy.
Sedangkan Mickel merangkul Kayla dari sisi lain. Mereka pun melangkah pergi begitu saja dari hadapan Dira yang masih saja tergeletak di lantai.
Baru beberapa langkah mereka pergi, Dira ketakutan celingukan kanan dan kiri karena situasi di bandara sudah mulai sepi," ya ampun, aku bahaya jika disini sampai besok pagi."
"Heh, kenapa kalian berdiam diri saja seperti itu? kemarilah dan tolong aku! tega kalian jika aku sendirian di bandara ini?" rengeknya.
__ADS_1
Hingga membuat Kayla tidak tega," Papah dan Sandy disini saja dulu ya, biar aku saja yang menolong Mbak Dira."
Belum juga Mickel dan Sandy mengiyakan, Kayla sudah berlalu pergi dari hadapan Mickel dan Sandy. Ia melangkah pasti menghampiri Dira.
"Pah, kenapa papah diam saja? seharusnya larang Mamah untuk membantu Tante Dira yang sombong itu," protes Sandy tidak suka dan tidak setuju jika Kayla menolong Dira.
Namun Mickel memang sudah sehati dengan Kayla, hingga ia justru membela Kayla," Sandy, seharusnya kamu tidak boleh memiliki sifat pendendam karena itu tidak baik. Bagaimana pun Tante Dira itu ibu kandung Derry. Dan satu hal, dulu Tante Dira tidak bersikap seperti ini. Dia bersikap seperti itu karena terkena hasutan dari adik dan adik iparnya hingga membenci Kirana."
Namun Sandy tidak mau tahu," dia itu sudah dewasa sudah tua malah Seharusnya bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. Masa. iya percaya saja dengan hasutan orang."
__ADS_1
Sandy pun berlalu pergi dari hadapan Mickel, ia tidak ingin menunggu Kayla yang saat ini sedang menolong Dira. Ia memutuskan untuk menunggu didalam mobil saja.
Sebenarnya Mickel juga kesal dengan ulah Dira yang terlalu kekanak-kanakan," jika dari tadi di tolong mau dan nggak gengsi, pasti tidak memakan waktu seperti ini. Jika saja bukan mertua Kirana, aku juga tidak akan sudi menunggu lama seperti ini," batin Mickel.