Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Akhirnya Terbongkar


__ADS_3

Alvin tergagap," jadi kamu adalah Ayu yang....


"Iya, aku Ayu yang selalu kamu hina dengan kamu selalu memanggilku dengan sebutan bibir sumbing! apa ingatanmu telah pulih tentang diriku? apa perlu kamu aku pertemukan dengan, Mamah Naya?"


Alvin semakin terperangah, ia benar-benar percaya jika yang ada di hadapannya adalah si bibir sumbing yang selalu ia hina dan bahkan ia tolak, tidak diakui sebagai anaknya.


"Papah minta maaf, Ayu. Untuk segala kesalahan di masa lalu, yang pernah papah lakukan dulu. Tolong kembalikan perusahaan, papah," pinta Alvin lirih


"Tidak bisa! setelah kamu mengetahui aku ini anak kandungmu, masih saja kamu tidak ikhlas jika perusahaan ini diberikan kepadaku? seharusnya kamu tak memintanya kembali."


"Biarlah perusahaan ini sebagai penebus kesalahanmu di masa lalu, kepada aku dan mamahku. Aku tidak akan mengembalikannya kepadamu, karena ini sudah sepantasnya menjadi milikku."


"Jangan hanya Raka saja yang kamu akui sebagai anak! aku juga anak kandungmu. Kenapa setelah kamu tahu aku ini anakmu, tidak ada rasa kangen atau rindu? hanya harta saja yang kamu pikirkan!"


Pada saat mereka berdebat, datanglah Raka," Ayu, kenapa kamu ada di kantor papahku? di ruang kerjanya pula? terus, apakah kalian ini saling kenal?" berbagai pertanyaan terlontar dari bibir Raka, tetapi Alvin tidak bisa menjawab, hanya diam saja.


"Apa perlu aku yang mengatakan semuanya pada, Raka?" ucap Ayu mengangetkan lamunan Alvin.


"Raka, aku ini saudaramu dari lain ibu. Sebelum papah Alvin menikah dengan Mamahmu, dia sudah memiliki istri dan anak. Dan dia meninggalkan kami begitu saja."


Ayu terus saja bercerita tentang masa kecilnya dimana dia mendapatkan penolakan dari, Alvin. Ayu juga bercerita jika selama ini mencari keberadaan, Alvin.


Tetapi Raka sama sekali tidak percaya dengan perkataan Ayu. Hal ini membuat Alvin mulai bisa berkilah," Raka, ia bohong dengan apa yang barusan dikatakannya."


Dia datang hanya untuk menipu Papah saja, papah pikir ia tulus cinta papah dan akan menikah dengan papah, ternyata dia wanita penipu!"


Ayu memicingkan alisnya, pada saat mendengar apa yang harus dikatakan oleh Alvin," astagaaaa, padahal baru saja kamu mengakuiku dan meminta maaf. Tetapi di depan Raka kamu berkilah. Benar-benar manusia tak berhati!"


"Raka, cek saja rekaman video CCTV yang ada di ruangan ini. Dan kamu pasti akan menemukan jawaban dari rasa penasaranmu itu."


Raka segera mengecek rekaman video CCTV yang ada di ruang kerja Alvin, dia ia sempat terpengarah pada saat mendengar pembicaraan yang telah di lakukan oleh Alvin dan Ayu.


"Pah, aku pikir Papah ini seorang suami yang setia dan tanggung jawab. Aku pikir hanya mamah saja istri Papah satu-satunya. Kenapa papah nggak cerita hal ini padaku? apakah almarhumah Mamah juga tidak tahu tentang hal ini?"

__ADS_1


Alvin tertunduk lesu," Almarhumah Mamah tahu, hanya saja kami sengaja merahasiakan hal ini darimu. Maafkan papah, Raka."


"Kata maaf tidak bisa untuk mengembalikan rasa percayaku pada papah! aku sudah benar-benar kecewa dan tidak menyangka jika seperti ini kelakuan, Papah. Setidaknya Papah tidak menolak, Ayu. Bagaimana pun, dia anak kandung papah!"


"Heran juga, Mamah baru meninggal belum lama, papsh sudah mau menikah lagi dengan daun muda! yang ternyata anak kandung sendiri!"


Setelah mengatakan akan hal itu, Raka berlalu pergi dari hadapan, Ayu dan Alvin.


'Puas kamu! dulu Naya menghancurkan pernikahanku bersama Kayla. Sekarang kamu menghancurkan hubungan ayah dan anak!" bentak Alvin.


PROK PROK PROK PROK


Ayu bertepuk tangan," bagus, kamu nggak koreksi akan kesalahanmu malah menyalahkan orang lain. Jika kamu tidak mudah tergoda, sebesar apa pun mamahku menggoda, kamu nggak akan tergoda."


"Semua yang terjadi itu bukan kesalahan mamah aku sepihak, tetapi juga salahmu. Mau enaknya saja nggak mau tanggung jawab. Pergilah kamu dari sini, karena perusahaan ini sudah bukan milikmu lagi!"


Dengan langkah berat, Alvin berlalu pergi dari kantornya sendiri. Padahal perusahaan tersebut pemberian dari, Almarhumah istrinya.


Niat hati Raka ingin curhat tentang Kirana pada Alvin. Tetapi dia mendapati suatu kenyataan yang sangat menyakitkan sekali.


"Aku tidak menyangka jika ternyata papah tidak sebaik yang aku kira. Bagaimana mungkin, Ayu yang baru beberapa hari risgn ternyata anak kandung papah!"


"Herannya lagi, kenapa juga almarhumah mamah nggak pernah mengatakan hal ini kepadaku. Tega sekali mereka menyembunyikan rahasia masa lalu seperti ini!"


Rasa kecewa yang sangat mendalam kini di rasakan oleh, Raka. Entah dia bisa memaafkan Alvin atau tidak.


Sesampainya di kantornya, Raka sama sekali tidak bisa konsentrasi di dalam bekerja. Dia selalu teringat akan kata-kata Ayu barusan. Kata-kata tersebut selalu terngiang di dalam otaknya.


******


Sore menjelang...


Ayu pulang menuju ke rumahnya. Tanpa sepengetahuannya, Alvin mengikuti laju mobilnya.

__ADS_1


Tak berapa lama sampailah di depan rumah kecil milik Naya. Kebetulan Naya sedang asik menyirami tanaman kesukaannya.


"Mamah...."


Naya langsung menyambut kepulangan Ayu dengan memeluknya," hem... bau acem dech. Mandi dulu gih, nanti kita makan bareng.. Mamah sudah memasak makanan kesukaanmu, tinggal di hangatkan saja."


"Siap, bos."


Ayu melangkah masuk ke dalam rumah tersebut, sedangkan Naya tetap asik menyirami tanamannya.


"Naya!"


Sontak saja Naya terkejut pada saat melihat ke arah sumber suara," Mas Alvin, bagaimana bisa kamu tahu rumahku?"


"Aku sengaja mengikuti laju mobil, Ayu. Aku sengaja melakukannya karena ingin bertemu denganmu," ucapnya dengan tatapan tajam.


"Bagaimana bisa kamu bertemu Ayu?" tanya Naya heran.


"Kamu nggak usah berpura-pura lagi kepadaku, Naya. Aku sudah hapal bagaimana dengan sikapmu. Serendah itukah kamu memperalat anakmu sendiri untuk membalas dendam kepadaku," ucap lantang Alvin.


Naya semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan dari Alvin," kita baru saja bertemu, tetapi kamu sudah mengatakan banyak hal yang sama sekali tidak aku ketahui."


"Halahhhh, kamu masih saja berpura-pura seperti itu! bukannya kamu yang memerintah Ayu untuk mendekatiku dan mengelabuiku?"


"Sudah aku katakan barusan bahwa Mamah tidak mengetahui apapun tentang apa yang aku lakukan."


Ayu tiba-tiba datang menyela pembicaraan.


"Jadi kamu diam-diam mengikuti laju mobilku, hingga sampai ke rumahku?" ucap sinis Ayu.


Naya semakin tidak mengerti, sesekali dia melihat ke arah Ayu, sesekali dia melihat ke arah Alvin, seraya terperangah bingung.


"Jadi kalian sudah saling bertemu? Ayu, kenapa kamu tidak mengatakannya pada mamah?" Naya menatap tajam ke arah Ayu, yang terus saja diam.

__ADS_1


__ADS_2