Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Menjernihkan Masalah


__ADS_3

Setelah beberapa menit berada di cafe tersebut, mereka segera pergi ke rumah Desi untuk menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi antara Desi dan Raka.


Hanya beberapa menit saja telah sampai di rumah Desi. Orang tua Desi kaget pada saat melihat kedatangan Kayla bersama dengan dua orang yang sama seperti tidak mereka kenal.


"Vina-Raka, nanti kalian jangan bicara dulu ya. Biar Tante yang bicara dulu karena kebetulan Tante kan sudah pernah bertemu dengan orang tua Desi, sedangkan kalian belum pernah bertemu," pinta Kayla lirih.


Raka maupun Vina hanya mengangguk perlahan tanpa satu perkataan sama sekali.


"Bu Kayla,apa kabar?" sapa Ayah Aris seraya menyalami Kayla dan melirik ke arah Vina serta Raka tanpa lupa menyalami mereka.


"Alhamdulillah baik, pak. Kamu ingin bertemu dengan Desi dan juga ingin berbicara dari hati ke hati dengan bapak serta ibu juga," ucap Kayla ramah.


Mendadak wajah Aris terlihat sumringah, didalam hatinya begitu senang," wahhh... pucuk dicinta ulampun tiba. Aku sangat yakin pasti saat ini Bu Kayla ingin mengatakan apakah kami selaku orang tuanya berkenan jika Desi menikah dengan Hendrik. Belum juga aku berkata padanya, gayung bersambut."


"Mari silahkan duduk, Bu Kayla!" ajak Bu Iris.


Ayah Aris memberikan kode dengan menyikut lengan Bu Iris untuk memanggil Desi sambil kepala menoleh bke arah dalam rumah. Bu Iris pun segera melangkah masuk menuju ke kamar Desi.


Tok tok tok tok tok


"Desi, tolong buka pintunya nak!"


"Nggak dikunci kok Bu, masuk saja," jawab Desi dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Krekettttttttt


Bu Iris membuka pintu kamar tersebut secara perlahan dan ia melangkah masuk menghampiri Desi yang sedang tertelungkup menyembunyikan tangisnya.


"Desi, kamu kenapa? sepertinya kok sedang sedih?" tanya Bu Iris penasaran.


Belum juga Desi menjawabnya, dari arah pintu kamar terdengar suara menggelegar," Desi, cepat bangun dan keluar! Bu Kayla ingin bicara padamu. Bu, kamu terlalu lambat sih! cepat ajak Desi keluar nggak enak jika Bu Kayla terlalu lama menunggu kalian berdua!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Ayah Aris berlalu pergi untuk menemui tamunya kembali. Sementara Desi segera menghapus air matanya dan ia bangkit," Bu Kayla kemari, Bu? untuk apa?" tanyanya heran.


"Entahlah ibu juga nggak tahu. Makanya cepat kita temui mereka, nggak enak juga mereka menunggu terlalu lama!" pinta Bu Iris.


"Mereka Bu, lah kata Bu Kayla?" kembali Desi bertanya.


"Sudah nggak usah banyak tanya, ayok cepat kita keluar supaya kita tahu apa maksud kedatangan mereka. Jangan sampai ayahmu marah-marah Jia kita terlalu lama keluar!" Bu Iris segera menuntun Desi supaya mempercepat langkahnya, karena Desi terlalu bersantai dan lambat dalam melangkah.


Bu Iris menarik tangan Desi untuk segera duduk karena dari tadi Desi tak sadar terus saja berdiri bahkan sampai Ayah Aris melotot ke arah dirinya.


"Desi, Tante kemari ingin membantu menjelaskan padamu tentang kekeliruanmu pada hubungan Raka dan Vina. Vina ini adalah Tante Raka, ia adik kandung dari almarhum papahnya Raka. Dia bukan pacar Raka."


"Dan maafkan Tante kemari juga ingin membantumu menjelaskan pada orang tuamu bahwa kamu sudah punya kekasih yakni Raka. Karena Tante rasa, hubungan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu tidak baik Desi."


Mendengar pernyataan dari Kayla, orang tua Desi menoleh kearah Desi. Ayah Aris bahkan melotot," apa-apaan ini Desi, jadi kamu diam-diam pacaran dibelakang ayah dan ibu?"

__ADS_1


Kayla pun tidak ingin terjadi keributan atau melihat kemarahan pada wajah Ayah Aris, diapun segera menengahi," Pak Aris, tolong tahan emosi bapak ya.. Mari kita bicara dengan suasana hati yang dingin, supaya pikiran kita jernih."


Ayah Aris merasa malu karena dirinya tidak sadar tidak bisa mengontrol emosinya," maafkan saya Bu Kayla. Baiklah saya tidak akan marah kok."


Kayla meminta kepada Desi untuk bercerita sejujurnya tentang hubungannya dengan Raka kepada orang tuanya dihadapan dirinya dan Vina.


"Desi, seharusnya kamu itu terbuka pada orang tuamu. Karena tidak baik menutupi hal yang penting seperti ini. Lagi pula dengan kamu merahasiakan hubunganmu dengan Raka dari orang tuamu, pasti kamu selama ini di hantui rasa tidak tenang bukan? coba kamu ceritakan sekarang juga pada orang tuamu, jika kamu belum bisa berkata biar Raka yang mengatakan pada orang tuamu," ucap Kayla.


Desi terus saja tertunduk, ia benar-benar sangat takut dengan murka ayahnya, hingga ia diam saja.


"Tante Kayla, biar saja saja yang menjelaskan pada orang tua Desi," ucap Raka dengan sangat yakin.


Saat itu juga Rama memperkenalkan diri pada orang tua Desi bahwa dirinya adalah bos dimana saat ini Desi bekerja. Dan ia sudah jatuh cinta pada Desi dari awal Desi bekerja hanya saja ia belum berani mengungkapkan rasa cintanya tersebut.


Raka mengatakan jika hubungan dirinya dan Desi terjalin belum lama. Dirinya selalu meminta kepada Desi untuk mengatakan sejujurnya kepada orang tuanya, tetapi Desi selalu saja beralasan belumlahe siap.


"Pak-bu, jujur saja saya serius dengan Desi bukan hanya sekedar berpacaran saja. Kebetulan sekali saya diajak Tante Kayla kemari untuk menjelaskan pada Desi bahwa Tante Vina ini adalah Tante saya bukan pacar saya, karena Desi sempat salah paham."


"Sudah sejak lama saya ingin sekali datang kemari tetapi Desi selalu melarang. Saya sudah paham setelah Tante Kayla bercerita."


"Pak-bu, tolong restui hubungan kami berdua dan jangan jodohkan Desi dengan pria lain. Saya akan berusaha semampu saya untuk bisa memberikan kebahagiaan pada Desi. Bahkan saya bersedia untuk melunasi hutang bapak kepada Tante Kayla."


Sejenak orang tua Desi terdiam, keduanya saling berpandangan satu sama lain. Kemudian Ayah Aris menatap ke arah Desi," nak, kenapa nggak jujur sih? jika kamu dari awal bercerita pada ayah bahwa kamu sudah punya pilihan sendiri, mana mungkin ayah akan terus memaksamu untuk menikah dengan pria lain. Selama ini ayah pikir kamu masih sendiri belum punya pacar."

__ADS_1


"Ma-maafkan aku, ayah. Jujur saja aku takut ayah tidak setuju jika aku berpacaran dengan Mas Raka," ucap Desi masih saja ketakutan.


"Astaghfirullah aladzim, kamu ini terlalu berprasangka buruk pada ayah. Mentang-mentang sifat ayah keras, hingga kamu berpikir ayah akan memaksakan kehendak ayah padamu begitu saja? jika kamu belum punya pacar atau pacarmu pria yang buruk, barulah ayah paksa terus untuk kamu mau menerima pilihan ayah, walaupun ayah juga nggak tahu apakah pria itu bersedia denganmu atdu tidak," ucap Ayah Aris.


__ADS_2