Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Musibah Yang Terjadi


__ADS_3

Setelah sampai di rumah pun Kayla masih saja murung, hingga membuat Mickel juga merasa resah," sayang, sudahlah nggak usah terlalu cemas terus seperti itu. Kamu selalu menasehatiku bukan, jika sedang ada suatu masalah di kantor atau di manapun. Kenapa sekarang kamu sendiri yang resah padahal tidak ada suatu masalah sama sekali."


Kayla membalas perkataan Mickel," aku juga nggak ingin seperti ini Kak. Aku juga nggak tahu kenapa aku mencemaskan kepergian Kirana. Aku sendiri juga tidak ingin seperti ini, kak. Tetapi rasa cemas ini tiba-tiba datang, dan aku sama sekali tidak bisa menepisnya. Aku juga heran sendiri Kak, aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak seperti ini tapi tidak bisa."


KaYla terus saja menjelaskan kepada Mickel bahwa ia juga tidak ingin cemas berkepanjangan. Tetapi rasa itu tiba-tiba datang dan tidak mau pergi dari diri Kayla. Seumur hidup, baru kali ini dia alami rasa cemas yang mendalam. Pada saat Hendrik mengalami kecelakaan, sebelumnya ia juga tidak alami kecemasan seperti pada saat Kirana akan pergi honeymoon.


Sampai menjelang malam, Kayla tidak bisa memejamkan matanya. Kebetulan ia belum menunaikan sholat isya, ia pun segera sholat berjamaah dengan Mickel.


Selesai sholat, keduanya berdoa bersama-sama. Suami istri selalu rajin san rutin berdoa untuk kehidupan ketiga anak mereka dan juga untuk rumah tangga mereka supaya selalu langgeng selamanya. Jika rezeki selalu mengalir juga berdoa supaya mereka selalu bersedekah.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Tok tok tok tok tok


"Mah-pah, sudah tidur ya?"


Terdengar suara Sandy mengetuk pintu kamar mereka, Kayla dan Mickel yang bari baru saja selesai berdoa lekas menghampiri pintunya pintu kamar. Dan mereka memicingkan alisnya pada saat meliha raut wajah Sandy begitu panik.


"Kamu kenapa seperti itu? seperti habis melihat setan saja dech," goda Mickel terkekeh.


Kayla menatap lekat wajah Sandy yang terlihat begitu gelisah dan panik," nak, sebenarnya ada apa?"


Sandy tidak berucap, ia justru menarik tangan Kayla untuk ikut dirinya di ruang tengah melihat acara televisi. Mickel juga penasaran, iapun turut melangkah mengikuti langkah kaki istri dan anaknya menuju ke ruang tengah.

__ADS_1


"Mah, lihatlah! berita tentang kecelakaan pesawat terbang," ucap Sandy.


Sejenak Kayla dan Mickel melihat siaran acara televisi tentang kecelakaan pesawat terbang.


"Astaghfirullah aladzim, pah! itu bukannya pesawat terbang yang di tumpangi oleh Kirana dan Derry. Ya Allah, bagaimana ini pah!"


Kayla mendadak tubuhnya limbung dan lemas, hampir saja ia terjatuh untung saja Mickel menangkap tubuh istrinya dan mendudukkannya di kursi. Tiba-tiba air mata Kayla menetes begitu saja, keringat dingin bercucuran. Mickel pun merasa cemas," Sandy, lekas ambilkan air putih untuk mamah!"


Sandy lekas berlari ke dapur segera meraih gelas dan menuang air putih dan membawanya ke ruang tengah, ia memberikannya kepada Mickel," ini pah!"


Mickel menerimanya," mah, minumlah supaya sedikit tenang. Percaya aja mah, jika Kirana dan Derry pasti selamat."

__ADS_1


Kayla meminum air putih tersebut, dan ia menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya," ternyata ini yang membuatku cemas dan nggak rela Kirana dan Derry pergi. Ya Allah, bagaimana nasib mereka saat ini."


__ADS_2