Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Lulus Kuliah


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di cafe, Kayla dan Mickel mengajak Airin segera kembali ke rumah. Mereka benar-benar menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan bersama dengan Airin.


Beberapa bulan kemudian....


Kirana di nyatakan lulus kuliah dan sudah menjadi seorang sarjana. Mickel sudah berencana untuk menyerahkan perusahaannya pada Kirana untuk di kelola.


Hingga pada saat makan malam bersama, Mickel mengatakan hal itu.


"Kirana, kamu kan sudah lulus kuliah. Dari pada kamu bekerja pada orang lain, lebih baik kamu menghandle perusahaan Papah. Dan nanti jika Sandy sudah lulus juga akan Papah minta mengurus satu perusahaan Papah lainya."


"Uhuk-uhuk"


Karena saking kagetnya, Kirana kesedak. Kayla segera memberinya air putih.

__ADS_1


"Pah, aku kok tidak yakin dengan kemampuanku sendiri ya? aku kok takut, pah," ucap Kirana panik, padahal baru di beri tahu belum juga memimpin perusahaannya.


Kayla dan Mickel terkekeh melihat tingkah Kirana, anak wanitanya yang terkena barbar dan pemberani, kini malah menjadi panik.


"Kamu itu aneh, Kirana. Pada orang jahat kamu nggak takut, tapi pada perusahaan papah kamu langsung panik seperti itu," ejek Kayla.


"Ya aneh banget, anak kita yang satu ini dech. Padahal papah juga belum selesai berbicara loh. Kamu sudah menyela terlebih dahulu dan ketakutan seperti ini?" ucap Mickel.


Dia menjelaskan bahwa dirinya tidak akan melepaskan Kirana untuk memimpin perusahaan jika sudah mahir. Karena ia terlebih dahulu akan mengajari dan mendampingi Kirana sampai benar-benar bisa dan paham dengan segala urusan kantor Mickel.


"Kak Kirana, aku boleh menitip pesan nggak?" Sandy ikut saja berkata.


"Pesan apa maksudmu?" tanya Kirana heran.

__ADS_1


"Aku hanya ada satu pesan untuk Kak Kirana, jika nanti sudah resmi memimpin perusahaan Papah. Tolong jadilah pemimpin yang baik dan lemah lembut. Jangan tunjukkan ke bar-baran Kakak ya? aku khawatir kakak nggak bisa nahan amarah jika ada salah satu karyawan berbuat salah. Nanti tahu-tahu kakak tonjok tuh karyawan."


Sontak saja semua yang ada di meja makan terkekeh, kecuali Kirana. Tatapannya sejenak berubah menjadi tatapan membunuh. Dan ia segera mendekati Sandy dan menarik telinganya.


Kayla dan Mickel biasa saja, mereka tidak menghiraukan kedua anak ini yang memang suka sekali seperti itu. Kayla dan Mickel asik dengan makanan yang ada di hadapannya. Begitu pula dengan Hendrik, ia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua adiknya tersebut.


Esok harinya...


Kirana mulai berangkat ke kantor bersama dengan Mickel. Dan di kantor tersebut, Mickel memperkenalkan pada semua karyawannya jika Kirana yang akan menggantikan posisinya.


"Wah, cantik banget anak gadis Tuan Mickel. Wajahnya ada mirip-miripnya dengan Mbak Kayla dan juga ada mirip-miripnya dengan Tuan Mickel. Perpaduan gen yang tampan dan cantik luar biasa," batin Vina.


Vina masih bertahan bekerja di perusahaan Mickel, karena ia sudah merasa nyaman. Walaupun Raka menawarkan dirinya untuk bekerja dengannya, tetapi ia tidak mau. Dia sengaja bertahan di perusahaan milik Mickel, karena ingin balas budi atas kebaikan Mickel dan Kayla selama ini kepadanya yang telah menolong dirinya dan orang tuanya hingga ia memutuskan untuk setia bekerja di perusahaan Mickel.

__ADS_1


Kirana benar-benar kagok dan belum terbiasa di kantor Mickel. Di dalam hatinya berkeluh kesah," apakah aku mampu ya, karena aku lebih suka bekerja sebagai sopir. Yang tidak tertekan dan bebas. Tetapi mana mungkin Papah dan mamah mengizinkan?'


__ADS_2