Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Tidak Bisa Menolak Lagi


__ADS_3

Usna pun tidak bisa berkata lagi, ia hanya diam. Justru Oddy yang berkata," sudahlah Bu, nggak usah keras kepala lagi. Terima saja hukuman atas perbuatan yang ibu lakukan. Ini termasuk ringan karena ibu tidak diminta mengembalikan uang yang sudah ibu gunakan dengan seenaknya sendiri. Apa ibu ingin masuk penjara saja?"


Usna pun akhirnya menerima hukuman dari Kayla, tetapi didalam hatinya masih punya pikiran jahat. Yang hanya Usna saja yang tahu," baiklah Kayla, aku terima hukuman darimu untuk menjadi asisten rumah tangga selama sepuluh bulan. Tetapi masa iya aku nggak diberi gaji sedikitpun?"


Usna masih saja meminta keringanan hukuman pada Kayla. Akan tetapi Kayla tetap pada pendiriannya," maaf Mbak Usna, jika kamu terus saja seperti ini aku sudah tidak akan memberi kebijakan lagi. Akan langsung aku laporkan kamu ke kantor polisi!"


Usna sudah tidak berani tawar menawar lagi karena ancaman dari Kayla. Saat itu juga Kayla meminta Usna ikut dengannya.


"Oddy- Kak Mimie, sebaiknya kalian juga ikut ya? untuk mengantarkan Mbak Usna ke tempat kerjanya," pinta KaYla.


Oddy bersedia begitu juga dengan Mickel. Tetapi Kayla tidak mengajak mereka untuk masuk kedalam mobil, hingga Mickel pun penasaran," loh kita berjalan kaki mau kemana? bukannya ke rumah kita, sayang?" tanya Mickel penasaran.

__ADS_1


"Kak, untuk apa ke rumah kita. Karena aku tidak akan mempekerjakan Mbak Usna di rumah kita kok. Nanti juga kalian semua tahu," ucap Kayla masih terus melangkah.


Tak berselang lama, Kayla menghentikan langkahnya di depan sebuah rumah mewah tetapi terlihat sudah tidak berpenghuni.


"Mbak Usna, nanti bekerja di rumah itu," ucap Kayla.


"Loh ini rumah siapa sayang?" tanya Mickel heran.


"Dan ini aku tugaskan pada Mbak Usna untuk membersihkan rumah dan halaman sekeliling rumah ini. Harus bersih pokoknya."


"Mbak bisa tiap hari pulang pergi karena kebetulan dekat dengan rumah kontrakan. Mbak bekerja dari jam delapan pagi sampai jam lima sore."

__ADS_1


"Nanti akan ada orang yang aku tugaskan untuk mengawasi kinerja Mbak Usna. Dan Mbak Usna juga akan mendapatkan makanan pagi dan sore jadi nggak usah khawatir. Karena aku tidak akan membiarkan Mbak kelaparan."


Usna terlihat tidak senang," kenapa aku tidak diminta bekerja di rumahmu saja? supaya ada teman sesama asisten rumah tangga?"


"Dengan tabiat buruk Mbak Usna, aku sama sekali tidak percaya. Apa lagi di rumahku banyak barang penting. Nanti yang ada di salah gunakan olehmu Mbak," ucap KaYla tegas.


Di dalam hati Usna sangat kesal dan kecewa," sialan, ternyata Kayla sangat cerdas. Semua rencanaku gagal, karena aku tidak bisa bekerja di rumah Kayla yang memang banyak barang yang bisa aku jual. Huhhh...aku sama sekali nggak menyangka."


Kayla tersenyum sinis ke arah Husna," aku tahu mbak, apa yang sedang mbak pikiran saat ini. Kesal ya, karena harus bekerja di rumah kosong hingga niat hati ingin mencuri gagal."


Usna diam saja, ia tidak menyangka jika Kayla mampu membaca apa yang sedang ia pikirkan di otaknya. Ia pun pasrah dan menerima dirinya bekerja di rumah baru Kayla seperti keinginan Kayla.

__ADS_1


__ADS_2