Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Ketidak Jujuran Berujung Kesalah Pahaman


__ADS_3

Vina hanya tersenyum mendengar celotehan keponakannya tersebut. Tetapi Raka tidak menolak, ia mengajak Vina saat itu juga ke cafe yang diinginkannya.


"Ini judulnya kencan sama Tante-tante," protes Raka seraya mengemudikan mobilnya.


"Heh, ngomong kok gitu sih? kalau nggak iklhas ya sudah nggak usah dech, yuk balik rumah saja!" rajuk Vina kesal dengan ucapan nyeleneh Raka.


Raka justru senang jika melihat Vina ngambek," hahaha... tanteku ngambek nech ye? Tante, kan aku mengatakan hal yang nyata. Karena semula aku mengajak Desi untuk healing nggak mau dengan alasan sakit kepala. Eh malah healingnya sama Tante bukan?"


Vina diam saja mendengar celotehan ponakannya yang suka sekali usil padanya.


Sementara saat ini Desi sudah bertemu dengan Kayla," ada apa Desi? kok wajahmu murung seperti itu? apakah ada masalah lagi dengan ayahmu tentang perjodohan itu?"


Kayla belum tahu jika lelaki yang dimaksud oleh Aris untuk di jodohkan dengan Desi adalah anak sulungnya. Kayla juga tidak tahu jika pacar Desi adalah Raka. Desi selalu curhat pada Kayla, tetapi ia tidak pernah mengatakan jati diri orang yang ia ceritakan.


"Tante, ada hal yang ingin aku katakan sejujurnya pada tante," ucap Desi ragu.


"Katakan saja Desi, kamu nggak usah ragu dan cemas seperti itu. Tante itu nggak punya taring jadi nggak akan gigit kamu !" pinta Kayla.


Belum juga Desi berkata lagi, ia tidak sengaja melihat Raka sedang berjalan dan duduk di sebuah meja yang tak jauh dari dirinya dan Kayla saat ini duduk. Desi terbakar api cemburu pada saat melihat Raka dengan Vina," jadi seperti ini Mas Raka di belakangku? astaghfirullah aladzim, ia bahkan jalan dengan Tante-tante, seumuran Tante Kayla!"


Desi terus saja bergumam di dalam hatinya, seraya tak sadar tangan kanannya mengepalkan tinjunya. Dan ia juga tidak sadar jika saat ini dirinya bersama dengan Kayla. Tatapan matanya terus tertuju ke arah meja Raka. Dimana saat ini Raka dan Vina terus saja bercanda ria.


Tanpa pamit sama sekali, Desi bangkit dari duduknya dan ia menyambar tas selempangnya dan melangkah ke arah Raka. Sementara Kayla menjadi heran, ia pun mengikuti langkah kaki Desi, dan memanggilnya," Desi, kamu mau kemana nak?'


Sejenak Desi menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Kayla," astaghfirullah aladzim, Tante Kayla. Aku minta maaf ya, sepertinya pembicaraan kita tunda lain waktu saja karena ada hal yang harus aku selesaikan sekarang juga." Desi menangkupkan kedua tangannya di dada, lalu ia melangkah ke meja Raka.

__ADS_1


Kayla masih saja terpaku, dan ia juga heran pada saat melihat Desi mendekati meja pesanan Raka," Desi mau ngapain nyamperin Raka dan Vina ya?"


Kayla berinisiatif menyusul Desi, tetapi Desi sudah terlebih dahulu pergi dengan berlari.


"Desi, tunggu!" Raka mengejar Desi.


Sementara Kayla pun menghampiri Vina. Vina kaget," loh Mbak Kayla ada di sini juga, dengan siapa?" Vina celingukan.


"Dengan Desi, apa Raka kenal dengan Desi? kok tadi...


"Ya kenallah mbak, Desi itu pacarnya Raka. Dan tadi itu dia salah paham, mengira aku ini pacar Raka. Belum juga Raka menjelaskan, Desi keburu pergi," kata Vina santai.


"Lah kamu nggak ikut menjelaskan pada Desi?" tanya Kayla.


Tak berapa lama Raka datang dengan wajah masam. Ia duduk lagi di hadapan Vina.


"Sudah, nggak usah terlalu dipikirkan, nanti juga clear. Toh hanya salah paham bukan, nanti Tante temani dech kamu ke rumahnya untuk menjelaskan," ucap Vina berusaha menghibur Raka.


Sejenak Raka menoleh ke arah Kayla," Tante Kayla, duduk sini makan bareng kita!" pinta Raka.


Hal ini sangat kebetulan sekali, karena Kayla juga penasaran dengan Desi hingga ia pun setuju duduk bersama Raka dan Vina.


"Raka, jadi kamu ini pacarnya Desi?" tanya Kayla.


"Iya Tante, tadi itu Desi salah paham mengira jika Tante Vina ini pacarku. Pada saat aku kejar, eh dia sudah terlebih dahulu masuk mobil dan ngacir begitu saja," ucap Raka.

__ADS_1


Kayla berhooh ria, dia pun mengatakan jika suatu hubungan banyak hal yang di tutupi dan tidak terbuka itu tidak baik.


"Raka, jika kamu cinta pada Desi. Kamu ajak dia bicara dari hati ke hati, dan berikan penjelasan padanya bahwa menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi itu tidak baik," saran Kayla.


Raka mengernyitkan alisnya," dari mana Tante tahu jika aku pacaran sembunyi-sembunyi dengan Desi?"


Kayla menceritakan bahwa selama ini Desi sering curhat padanya. Tetapi Desi sendiri tidak mengatakan sejujurnya pada Kayla jika pacar Desi adalah Raka.


Kayla juga bercerita bahwa saat ini Desi sedang gundah karena ayahnya terus saja memojokan dirinya dengan lelaki pilihan ayahnya.


Raka sedih, karena memang banyak sekali yang di sembunyikan Desi padanya," ya Allah, ternyata ini alasan kenapa Desi masih saja tidak mau mengajakku ke rumahnya untuk bertemu orang tuanya. Desi-Desi, kenapa harus takut pada orang tuanya sih? selama kita tidak berbuat salah. Toh aku juga tidak berniat main-main, aku berniat menikahinya, Tante."


Tak berapa lama pesanan makanan datang, dan Vina yang sudah kelaparan langsung saja makan. Tentu saja Raka kesal," Tante, bagaimana ini? aku nggak mau pada akhirnya kesalah pahaman ini berujung tidak baik. Tante, kasih solusinya dulu donk! malah makan dulu!" oceh Raka.


Vina tidak peduli dengan perkataan Raka, dia asik dengan makanan yang terhidang di hadapannya," Raka, jika perut kosong pasti nggak akan bisa mikir. Ayok makan dulu, Mbak Kayla juga yuk makan!"


Raka sudah panik sekali, bahkan ia tidak berselera untuk makan. Di dalam hatinya terus saja bergumam," ahhhh... masalah satu belum juga selesai, kini tambah masalah baru! aku hanya khawatir kesalah pahaman Desi berlanjut dengan dia setuju menerima lelaki pilihan ayahnya. Sedangkan aku tidak ingin Desi dengan yang lain."


Sementara Desi terus saja menitikkan air matanya sembari mengemudikan mobilnya," aku sama sekali nggak menyangka jika ternyata Mas Raka tidak sebaik yang aku kira. Apakah ini suatu pertanda jika aku harus menerima perjodohan dari ayah dengan Mas Hendrik?"


Ketidak jujuran dirinya telah membuat dirinya terhimpit oleh masalah karena ulahnya sendiri.


Di cafe Raka terus saja mengetuk-ngetuk jarinya di meja sembari menunggu Vina selesai makan.


"Raka, kamu nggak usah terlalu khawatir. Nanti Tante ikut menemani kamu dan Vina ke rumah Desi ya. Biar Desi percaya kalau Vina ini bukan pacarmu. Sekaligus kita selesaikan permasalahan Desi. Nanti Tante akan bantu kamu bicara dengan orang tuanya," saran Kayla.

__ADS_1


__ADS_2