
Esok harinya...
Semua melakukan aktifitas sesuai bisanya. Hanya Kayla saja yang pagi hari sedang sibuk dengan rutinitas menyirami tanaman kesayangannya.
Selagi dirinya asyik, tiba-tiba si bibi tergopoh-gopoh berlari kecil menghampiri Kayla.
"Nyonya, di meja makan ada ponsel tertinggal. Ini ponselnya, Inem nggak tahu punya siapa."
Bu Inem memberikan ponsel tersebut pada Kayla.
"Terima kasih Bi."
Kayla menerima ponsel tersebut.
Sedangkan BI Inem kembali ke meja makan untuk membersihkan ruang makan. Sementara Kayla mengamati ponsel tersebut," ini bukannya ponsel milik Kirana? belum hilang juga sifat cerobohnya, aku harus mengantarkan ponsel ini karena pasti di butuhkan. Tetapi aku akan menelpon kantor dulu, karena khawatir Kirana pulang, aku kesana."
Kayla melangkah masuk ke dalam rumah, ia menuju ke ruang tengah dan memutar nomor telepon kantor Kirana.
📱" Hallo, mbak Asih. Ini saya Kayla, tolong sambungan telpon saya ke ruangan Kirana karena ada hal yang penting yang ingin aku sampaikan."
📱" Baik Nyonya Kayla."
Saat itu juga Asih sang resepsionist menghubungi nomor telepon di ruangan Kirana terlebih dahulu.
📱" Hallo Non Kirana. Ada telpon dari Nyonya Kayla yang mengatakan bahwa ada hal penting yang ingin disampaikan kepada Nona Kirana."
📱"Ya sudah sambungkan saja ke mamahku sekarang juga!'
Saat itu juga Asih menyambungkan telpon dari Kayla ke ruang kerja Kirana.
📱"Ada apa mah? kata Asih ada hal penting yang ingin mamah sampaikan padamu."
📱"Ya nak, ponselmu ketinggalan di meja makan. Mamah akan mengantarnya ke kantormu. Mamah sengaja memberi tahu terlebih dahulu padamu karena mamah nggak ingin kita bersimpangan. Dimana Mamah antar ke kantor, malah nanti kamu pulang ke rumah. Kan yang ada kita nggak bertemu."
📱"Astaghfirullah aladzim, aku malah sama sekali nggak merasakan jika ponselku tertinggal karena begitu sampai ke kantor langsung mengecek berkas-berkas. Apa nggak sebaiknya aku saja yang pulang ya mah, untuk mengambil ponselku?"
📱"Nggak usah Kirana, biar Mamah saja yang mengantarkannya. Sekaligus mamah healing, karena bosan juga berada di rumah saja. Kamu fokus saja dengan pekerjaanmu."
📱"Ya sudah dech, tapi bawa sopir ya Mah. Jangan mengemudi sendiri loh. Mamah hati-hati ya."
📱"Ya nak, ya sudah mamah berangkat sekarang juga ya."
__ADS_1
Saat itu juga baik Kirana maupun Kayla mematikan panggilan telepon. Dan Kayla segera menuju ke paviliun belakang, ia pun meminta Mamang sang sopir pribadi untuk segera menemani dirinya ke kantor Kirana guna mengantarkan ponselnya yang tertinggal.
Beberapa menit kemudian...
Mobil yang ditumpangi oleh Kayla telah sampai di pelataran kantor Kirana. Dan ia pun segera turun dari mobil, melangkah masuk ke dalam kantor Kirana.
Saat berada di dalam ruang kerja Kirana, Kayla bercakap-cakap sejenak. Setelah itu ia pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah karena tidak ingin menggangu Kirana yang sedang fokus dalam bekerja.
Namun pada saat mobil yang di tumpangi baru seperempat jalan, ia tidak sengaja melihat kecelakaan. Dimana seorang pengendara motor gede, terserempet mobil. Tetapi mobil tersebut malah kabur begitu saja.
"Mang, berhenti sebentar! kasihan pengendara motor itu, cepat kita tolong dia tertindih motornya!"
Saat itu juga Mamang menghentikan laju mobilnya tepat di depan si pengendara motor dan ia bersama Kayla segera keluar dari mobil untuk menolong pengendara motor gede tersebut.
"Aahhh.... kakiku sakit sekaliiiii!!!"
ucapnya lirih.
Mamang membantu mengangkat motor gede yang menindih tubuh si pengendara. Bahkan ada beberapa pengendara lain yang juga ikut membantu mengangkat motor yang berat itu. Sementara Kayla membantu pria itu berdiri dan memapahnya ke dalam mobilnya.
"Mang, aku pergi dulu ke rumah sakit ya. Kamu urus dulu motornya.. Nanti aku telpon Mamang. Mana kontak mobilnya?"
Si Mamang memberikan kontak mobilnya kepada Kayla. Dan pada saat Kayla akan mengajak pria pengendara motor gede tersebut masuk ke dalam mobilnya ada sedikit penolakan," tante, nggak usah mengajakku ke dokter aku nggak apa-apa kok."
"Nggak bisa seperti itu, cepat buka helmmu dan maskermu. Berikan helmmu pada si Mamang biar ia yang mengurus motormu percaya saja motormu akan aman," perintah Kayla pada pria tersebut.
Karena terus dipaksa oleh Kayla, pada akhirnya pria tersebut menuruti kemauannya dengan melepaskan helmnya dan memberikannya kepada si Mamang.
Sementara dengan langkah tertatih pria tersebut masuk ke dalam mobil Kayla. Segera Kayla melajukan mobil tersebut menuju ke rumah sakit terdekat.
Tak berapa lama sampai juga mobil yang dikemudikan Kayla di sebuah rumah sakit. Segera Kayla menuntun pria itu ke dalam rumah sakit untuk segera di tangani. Karena terlihat sekali jika salah satu kakinya ada yang lecet dan juga salah satu lengannya mengalami hal yang sama.
Pada saat pemuda tersebut sedang mendapatkan penanganan medis, sejenak Kayla mengetukkan jari telunjuknya di kening," sepertinya aku pernah melihat pemuda tersebut, tetapi dimana ya?"
Kayla terus saja mengingatnya tetapi tidak juga ingat. Hingga ia pun tidak lagi mencoba mengingat dimana ia pernah melihat pemuda tersebut.
Satu jam kemudian....
Pemuda tersebut sudah di tangani oleh sang dokter," Tante, terima kasih atas pertolongannya."
Kayla menyunggingkan senyumnya," sama-sama, oh ya siapa namamu?"
__ADS_1
Pemuda tersebut mengeluarkan tangan kanannya seraya tersenyum ramah," namaku Derry, tante."
Kayla menyambut uluran tangan dari pemuda tersebut, tetapi ia terpaku menatap wajah pemuda tersebut. Hingga membuat Derry memicingkan alisnya," Tante, ada apa?"
Kayla melepas jabatan tangannya," Tante seperti pernah melihatmu dan juga pernah mendengar namamu, tapi Tante kok lupa dimana?"
Derry tersenyum," masa sih Tante? mungkin wajah dan namaku pasaran banyak yang memakainya."
Selagi Kayla sibuk dengan mengingat kembali siapa itu Derry. Ponselnya berdering, dan itu panggilan telepon dari Kirana.
📱"Ada apa Kirana?"
📱"Mamah sudah sampai rumah kenapa kan?"
📱"Belum Kirana."
Sejenak Kayla mengatakan apa yang sedang ia alami saat ini. Sementara Derry juga sempat terkejut pada saat mendengar Kayla mengatakan nama Kirana. Ia sangat penasaran dan ingin sekali bertanya tentang hal itu, tetapi Kayla belum juga selesai menelpon.
📱"Ya sudah mah, hati-hati ya?"
📱"Ya Kirana, terima kasih."
Setelah sejenak menerima telepon dari Kirana. Barulah Derry berani bertanya," Tante, apakah kenal dengan Kirana?"
Kayla pun menjawab jika Kirana adalah anaknya. Dan kembali lagi Derry bertanya tentang tempat kerja Kirana. Kembali lagi Kayla menjawab dan Derry pun terpengarah.
"Ada apa Derry, apakah kamu mengenal anak saya?" tanya Kayla penasaran dengan terus menatap menyelidik kearah Derry.
Kring kring kring kring kring
Kembali lagi ponsel Kayla berdering.
📱"Ada apa Mang?"
📱"Nyonya sudah selesai belum urusannya di rumah sakit, karena Tuan Mickel menanyakannya."
📱"Sudah Mang, tapi aku akan mengantarkan Derry ke rumahnya dulu kasihan satu tangan dan satu kakinya terluka."
Hingga Kayla melupakan pertanyaan dirinya pada Derry. Dan ia lekas mengantarkan Derry pulang. Sementara Mamang juga diminta mengantarkan motor gede Derry ke rumahnya juga.
Di rumah Derry, Kayla akan bertemu dengan Mamang. Dengan begitu mereka akan kembali pulang ke rumah bersama-sama.
__ADS_1