
Raka sama sekali tidak menyangka jika Kirana benar-benar gadis yang sudah di taklukkan. Sejak kejadian saat itu, Raka tidak berani mengusik Kirana.
"Bagaimana caranya ya, supaya aku bisa meluluhkan hati Kirana? susah sekali mendapatkan hatinya. Padahal jika untuk gadis lain, aku sama sekali tidak sesusah ini. Aku bahkan tak usah melakukan usaha apa pun. Para gadis yang mendekatiku," batinnya kesal.
Hingga ia pun menemui ide yang menurutnya jitu untuk bisa meluluhkan hati Kirana.
"Yes, aku yakin dengan cara ini aku akan segera bisa mendapatkan hati, Kirana."
Berbeda dengan Raka, Kirana malah sangat kesal mengetahui jika Raka beberapa kali mencoba mebrlp dirinya dan bahkan mengirimkan chat pesan padanya.
"Apa sih ini, norak banget dech! dia pikir alu cewek gampangan apa? dengan mudahnya di rayu, dasar dosen gadungan!" umpatnya kesal hingga terdengar oleh Kayla yang tak sengaja melintas.
"Kirana, siapa yang gadungan? kamu sedang marah-marah pada siapa?" Kayla menghampiri Kirana.
Sontak saja Kirana terhenyak kaget karena tak mengira jika ada yang mendengar umpatannya.
"Mamah, bikin kaget saja dech! hehehe.. Mamah salah dengar ya? aku sama sekali tidak mengatakan apapun kok," Kirana mencoba berbohong.
Tetapi Kayla seorang ibu yang peka terhadap anak-anaknya, hingga ia tahu apakah anwk tersebut berkata jujur atau bohong.
"Kirana, kenapa kamu berbohong pada Mamah? padahal selama ini kamu tidak pernah berbohong loh. Apa sih yang kamu sembunyikan dari, mamah? sesuatu yang tak boleh mamah tahu?"
Kirana cengengesan," Mamah bakat banget loh menjadi cenayang. Karena tahu saja jika apa yang aku katakan barusan adalah bohong."
Hingga pada akhirnya Kirana bercerita tentang apa yang terjadi di kampus. Kayla menggelengkan kepalanya setelah mendengar cerita tersebut," astaghfirullah aladzim..kamu kok berani sekali pada dosenmu sendiri? itu tidak baik, Kirana. Besok kamu minta maaf padanya."
"Nggak mau, mah! aku sama sekali tidak bersalah apa pun. Dia saja yang telah berbohong. Aku hanya membaca apa yang ia tulis sesuai dengan perintahnya.. Katanya aku di minta baca, sudah di baca eh salah," protes Kirana.
"Kirana, mamah nggak mau kamu suka iseng seperti ini. Apa lagi pada pendidik kamu, nak. Itu namanya kurang ajar.. Pokoknya Mamah mau, besok kamu minta maaf secara langsung padanya," ucap Kayla.
__ADS_1
Kayla memang selalu mendidik anaknya dengan sangat tegas. Mengajarkan untuk selalu menjaga etika dan sopan santun.
"Jika kamu memendam rasa benci kepada dosen tersebut, hati-hati saja suatu saat nanti kamu bisa jatuh cinta kepadanya."
Perkataan Kayla tersebut membuat Kirana menjadi resah gelisah, karena ia tidak ingin jatuh cinta kepada dosen yang menurutnya selalu berbuat onar kepadanya.
"Mah, tolong jangan mengatakan hal seperti itu. Karena ucapan adalah doa, apalagi doa seorang ibu pasti dikabulkan oleh Allah. Karena aku sama sekali tidak ingin jatuh cinta kepada dosen itu."
Kayla terkikik mendengar perkataan dari Kirana. Apa lagi pada saat melihat reaksi di wajahnya yang terlihat sangat cemas," makanya jadi seorang gadis itu janganlah bersifat kasar ataupun urakan, tetapi bersikaplah lemah lembut."
"Yang urakan siapa, yang kasar siapa? udah ah, capek kalau ngobrol sama mamah. Yang ada, aku selalu saja salah dimata mamah."
Kirana berlalu pergi dari hadapan, Kayla. Hal ini sudah sering terjadi, jika ada seorang pria yang jatuh cinta pada Kirana. Pasti respon dari Kirana tidak bagus.
"Heran sekali dengan Mamah, bukannya membelaku malah seolah membela dosen konyol itu! menyebalkan sekali!" gumamnya manyun.
"Hey, kakakku yang syantik sedang manyun dan ngomel-ngomel nech? ada. apakah gerangan?" tegur Sandy yang juga suka iseng seperti Kirana.
Sandy lekas menyingkir," hestah kok Ka Kirana sedang galak banget yah? ada apa gerangan?"
******
Esok harinya, Kirana berangkat ke kampus seorang diri. Karena kebetulan Sandy sedang tidak ada jadwal ngampus.
Pada saat di jalan yang sepi, dia di hadang oleh dua orang preman dengan mengendarai satu motor berboncengan.
Preman tersebut mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil. Awalnya Kirana tak merespon, dia tetap melajukan mobilnya. Akan tetapi, preman tersebut semakin membuat Kirana terbakar amarah.
"Sialan, sepertinya mereka benar-benar ingin menantangku? belum pernah mendapatkan tendangan maut dariku di bagian alat reproduksinya," gumamnya kesal.
__ADS_1
Kirana menepikan mobilnya, dengan sangat berani dia mendekati dua preman itu," ada apa sih? ganggu saja? mau ngajak gelut, berkelahi?"
Dua preman tersebut saling berpandangan satu sama lain, mereka tidak menyangka jika Kirana sangat pemberani, tidak terlihat ada rasa takut sedikit pun di wajahnya. Yang ada rasa marah.
Dua preman tiba menyerang dan dengan sigap Kirana menghindar. Gerakan begitu lincah dan gesit, layaknya bagaikan Bruce Lee. Sontak saja pengendara yang sempat melihat hal itu tidak ingin berlalu pergi begitu saja.
Semua malah menonton bahkan hingga dia preman tersebut babak belur dan lari kalang kabut. Suara tepuk tangan riuh sekali.
Sementara tak jauh dari kejadian tersebut, seorang pria sangat kesal.
"Sialan, aku pikir dengan aku yang akan menjadi dewa penolong seperti yang ada di televisi-televisi. Aku yang menghajar dia preman itu. Eh, malah Kirana sudah mampu menghadapinya sendiri bahkan dengan tangan kosong."
Pemuda ini adalah Raka, dia sengaja menyewa dua orang preman dengan tujuan, dirinya akan menolong Kirana pada saat dua preman ini menyerang.
Tetapi usahanya gagal, sebelum dirinya databg untuk menjadi dewa penyelamat. Kirana telah berhasil melumpuhkan dua preman tersebut.
"Gagal lagi-gagal lagi, bagaimana ini?" batinnya kesal.
Sementara ada seorang pengendara mobil yang juga sempat melihat aksi Kirana. Dia menepikan laju mobilnya, tepat di depan mobil Kirana.
"Papah?"
"Hem, anak papah ternyata bisa bela diri juga ya? tadi Papah sempat melihatnya loh. Darimana kamu bisa bela diri dan sejak kapan bisa bela diri, kok Papah nggak tahu?"
Mickel memeluk putrinya,dia mengecup pucuk rambut putrinya. Tak jauh dari lokasi, Raka melihat hal itu.
"Hah, jadi selama ini Kirana pacaran dengan pria seusia papahku? apa matanya sudah rabun ya? nggak mau sama aku malah sama pria tua? aku sama sekali nggak menyangka jika selera Kirana...ih... nggak banget dech!"
Raka salah paham, dia pikir Mickel itu pacar Kirana. Hingga pada saat dirinya akan mendekati mobil Kirana, ia mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Pah, jangan seperti ini. Kirana malu di lihat orang banyak," Kirana melepaskan diri dari pelukan Papahnya.
"Astaga.. mentang-mentang kamu sudah gadis hingga tak mau di peluk Papah," protes Mickel seraya terkekeh.