Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Debat Hebat


__ADS_3

Tak berselang lama, sampailah mobil yang dikemudikan oleh Iman, di depan pintu gerbang rumah Raka. Dengan amarahnya ia memencet pintu gerbang rumah Raka. Hingga orang yang ada di dalam rumah juga ikut penasaran terutama dengan Raka dan juga Vina serta orang tua Vina.


"Siapa sih, memencet pintu gerbang kok seperti itu ya?" gumam Raka melangkah ke arah pelataran rumah.


Begitu juga dengan Vina dan kedua orang tuanya. Mereka juga tergesa-gesa melangkah ke pelataran rumah seperti halnya Raka.


"Siapa sih pak?" tanya Raka pada security.


"Entahlah Den Raka, baru saja aku akan mengeceknya."


Namun pada saat security akan mengecek siapa yang telah memencet pintu gerbang dengan sangat kasar, Raka melarangnya. Ia yang akan mengecek sendiri. Security diminta berjaga disampingnya saja. Alangkah terkejutnya Raka pada saat melihat siapa yang ada di depan pintu gerbang tersebut.


"Astaga ternyata kamu? untuk apa juga kamu datang kemari?"

__ADS_1


BUG...BUG!


Tiba-tiba Iman memukul perut Raka dua kali, pada saat security akan membalas perlakuan Iman, Raka melarangnya.


"Tidak usah, pak! aku akan selesaikan permasalahan ini ke jalur hukum karena ada rekaman video CCTV."


Iman tidak gentar mendengar hal itu, ia malah tersenyum sinis," silahkan saja laporkan aku ke aparat kepolisian. Dengan begitu kamu dan Tantemu itu menggali lubang sendiri, dengan apa yang telah kalian lakukan di rumah ku!"


Perkataan Iman yang sangat keras tersebut membuat Vina dan orang tuanya juga sempat mendengarnya.


Vina diam saja, karena ia bingung harus berkata apa pada orang tuanya. Karena ia tidak pernah bercerita tentang Iman.


Melihat sikap diamnya Vina, Bu Riris juga turut bertanya," Vina, katakan saja jika memang kamu mengenalnya. Siapa dia?"

__ADS_1


Vina tak menjawab apa yang di tanyakan kedua orang tuanya, ia justru melangkah menuju ke pintu gerbang," heh, apa maksud perkataanmu itu?"


Iman menatap tajam ke arah Vina," nggak usah berpura-pura lagi. Aku pikir kamu wanita yang sangat baik, ternyata apa yang aku pikirkan selama ini salah! aku yang telah menyakitimu, tetapi kenapa kamu membalas dendam pada istri dan anakku?"


Vina memicingkan alisnya, ia tidak terima dengan apa yang di tuduhkan oleh Iman kepadanya," heh, jangan asal bicara ya? ini sama saja pencemaran nama baik, lagi pula aku tidak pernah menemui istri dan anakmu!"


Raka pun beranggapan jika kejadian waktu itu yang membuat Iman marah besar," apa kamu benar-benar sudah hilang ingatan ya? bukankah waktu itu sudah aku jelaskan bahwa aku datang ke rumahmu itu tidak ada sangkut pautnya dengan Tante Vina. Bahkan ia sama sekali tidak tahu jika aku datang ke rumahmu, lantas kenapa kamu ungkit hal ini lagi?"


Raka, Vina, dan Iman terus saja berselisih paham. Mereka tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Hingga orang tua Vina yang melihat hal itu ikutie bingung. Mereka memang tidak mendengar dengan jelas apa yang sedang di perdebatkan oleh ketiganya.


"Pak, sebenarnya mereka bertiga sedang berdebat masalah apa sih ya?" tanya Bu Riris penasaran.


"Entahlah Bu, ayah juga penasaran. Tetapi rasanya tidak sopan juga jika kita tiba-tiba turut campur masalah mereka," ucap Ayah Sugeng.

__ADS_1


Tetapi Bu Riris memaksa suaminya untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.


__ADS_2