Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Sedikit Kecewa


__ADS_3

Hendrik pun terperangah pada saat mendengar saran yang menurutnya gila," pah, aku sedang bicara serius malah Papah bercanda seperti ini. Apakah Papah nggak bisa menempatkan situasi yang tepat? dimana harus bercanda dan dimana harus serius?"


Setelah mengatakan hal itu, barulah Hendrik berlalu pergi dari hadapan orang tuanya. Kadang kala dirinya tidak mengerti dengan sikap Mickel yang suka sekali tidak bisa menempatkan kata-kata yang tepat.


"Makanya aku malas jika curhat sama papah yang nggak pernah bisa serius. Aku lebih suka curhat pada Mamah. Baru hari ini aku curhat di saat mamah bersama dengan papah. Uuuhh menyebalkan sekali!" umpatnya didalam hatinya.


Seperginya Hendrik, Kayla masih saja melotot ke arah Mickel hingga dirinya heran," memangnya apa yang aku katakan salah ya, hingga istri tercintaku dan anak sulungku ngambek?"


"Jelas sekali salah!" umpat Kayla kesal.


"Salahnya dimana istriku?" Mickel semakin tidak mengerti.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladzim, jelas sekali jika dari tadi Kak Mimi nggak menyimak semua yang Hendrik katakan. Masa iya aku harus mengulang kata-kata Hendrik? lantas dari tadi diam seperti fokus sekali memperhatikan Hendrik untuk apa?"


'Kak, Hendrik saja nggak mau jika suatu saat nanti dirinya dinikahkan warga jika sering main ke rumah Rindi walaupun tujuan utamanya ingin bertemu Airin. Di cerna dari kata-kata itu sudah jelas, dia sama sekali belum ingin menikah lagi. Kok malah memberikan saran menikah dengan Rindi!"


"Jika memang Hendrik mau, ia bahkan tidak akan peduli jika dirinya di grebeg dan di nikahkan oleh warga pada saat ketahuan oleh warga sering ke rumah Rindi. Begini saja harus aku jelaskan secara mendetail. Makanya jangan dibiasakan suka bercanda jika sedang berbicara serius."


Setelah menjelaskan seperti itu pada Mickel, Kayla berlalu pergi dari hadapan Mickel. Didalam hatinya kesal," dasar aneh suamiku! jika memberikan suatu saran asal ceplos saja. Sendiri menasehatiku untuk tidak mencarikan pasangan untuk Hendry. Tetapi sendiri mengatakan hal yang sangat tidak terduga!"


Berbeda dengan Sandy yang sedang mengganggu Kirana yang saat ini sedang berada di teras halaman. Dia penasaran sekali dengan apa yang dikatakan oleh Hendrik pada Kayla dan Mickel. Hingga ia kepo pada Kirana yang sedang asik chattingan dengan pacarnya.


'Kak Kirana, sebenarnya ada apa dengan Kakak Hendrik ya?" tanyanya kepo.

__ADS_1


"EGT!" ucap Kirana singkat sambil asik bermain ponsel seraya sesekali cengengesan karena sedang chattingsn dengan pacarnya.


'Kak, kalau bicara itu yang jelas bisa nggak? apa sih itu EGT?" tanya Sandy yang memang terkenal super bawel dan cerewet.


"Astagaaaa EGT saja nggak tahu, tapi sok ngaku anak gaul. EGT ya Emang Gue Tahu! kenapa kamu nggak kepoin saja ke Kak Hendrik langsung. Kepo ke aku ya jelas nggak tahu, dodol!" oceh Kirana kesal dengan tatapan terus ke arah ponselnya.


Sandy diam, tapi di dalam hatinya bergumam," aku pikir Kak Kirana bisa diajak bicara makanya aku ngikutin dia duduk di teras ini. Eh malah asyik chatingan, mentang-mentang sudah punya pacar!"


Sandy pun kesal dan ia tiba-tiba merebut ponsel Kirana dan meletakkannya di lubang di atas ambang pintu ruang tamu," pacaran Mulu!"


Setelah itu dia berlari masuk ke dalam rumah seraya terkikih.

__ADS_1


Kirana sangat kesal dan mengumpat sambil meraih ponselnya," dasar adik durhaka!"


__ADS_2