
"Masa kecil kita berdua, jadi kamu terhubung denganku di masa kecilku?" tanya Kayla tak paham.
"Semoga saja nanti kamu bisa mengingatku lagi ya, Kayla..Dan jika kamu sudah ingat aku, pasti kamu ingat panggilan apa yang kamu berikan padaku," ucap Mickel.
Dia sangat berharap sekali jika Kayla benar-benar bisa mengingat dirinya. Karena dia begitu mencintai Kayla. Cinta masa kecilnya hingga dia tumbuh dewasa tidak bisa ia lupakan.
Tiga puluh menit perjalanan, mereka telah sampai di sebuah telaga yang terkenal dengan nama Telaga Sunyi.
Kayla terperangah pada saat melihat telaga tersebut, tiba-tiba air matanya tercurah.
"Kay, kenapa kamu menangis?"
"Entahlah, aku juga nggak tahu kenapa air mata ini tiba-tiba menetes. Sepertinya ada hal yang membuatku sedih di telaga ini," ucap Kayla.
"Jelas saja, Kay. Waktu itu aku pergi meninggalkan dirimu. Itu semua karena terpaksa, aku harus ikut orang tuaku pindah ke kota J. Dan jika aku tahu dari dulu kamu dan orang tuamu juga pindah ke kota J, pasti aku tidak aksn berpisah denganmu dalam jangka waktu yang cukup lama," batin Mickel.
Kayla melangkah menuju ke rerumputan yang ada ayunan anak dan tak jauh mengalir air telaga yang begitu dingin dan sangat jernihnya.
Perlahan ingatan Kayla akan masa lalu kembali datang.
#Flash Back On#
"Kak Mimi, tega sekali mau pergi begitu saja? lantas siapa yang akan jaga De Kay?"
"De Kay, nggak usah khawatir. Kak Mimi, pasti akan sering jenguk kemari."
Pada saat itu Kayla baru lulus SD, sedangkan Mickel baru lulus SLTP. Tetapi mereka sudah merasakan cinta monyet. Apa lagi orang tua mereka saling bersahabat, dan rumah mereka juga bersebelahan. Hingga hampir tiap hari, mereka sering bertemu.
__ADS_1
"Mick, ayok buruan. Nanti kita tertinggal pesawat. Kay, Mick dan om serta tante pergi dulu ya ke LN. Kami pasti akan sering main kemari," ucap Papahnya Mickel pada waktu itu.
Kayla hanya menganggukkan kepalanya perlahan seraya mencoba tersenyum. Tetapi matanya berkaca-kaca, dia tak rela melepas kepergian Mickel.
Saat itu juga meeeka pergi, dan orang tua Kayla juga mengajak Kayla pulang ke rumah yang tak jauh dari telaga tersebut.
Sejak saat itu Kayla tak ceria, dia terus saja murung. Apa yang di rasakan oleh Kayla juga di rasakan oleh, Mickel. Selama tinggal di LN, pikirannya tertumpu pada, Kayla.
#Flash Back Of #
"Jadi kamu adalah, Kak Mimi?" Kayla menoleh ke arah Mickel.
"Ya, De Kay. Apakah kamu sudah ingat semua tentangku?" tanya Mickel untuk memastikan.
"Ya, Kak Mimi. Aku sudah ingat semuanya. Bahkan setelah itu beberapa hari kemudian, aku alami kecelakaan. Yakni kena kasus tabrak lari. Dimana seseorang yang telah menabrakku tidak bertanggung jawab sama sekali. Orang itu kabur begitu saja. Dan karena kecelakaan itu, dimana kepalaku terantuk aspal yang membuatku kehilangan ingatan masa kecilku," ucap Kayla.
Tiba-tiba Mickel memeluk erat Kayla," sudahlah, nggak usah merasa bersalah seperti itu. Justru aku yang seharusnya minta maaf."
Perlahan Kayla melepas pelukan Mickel, membuat Mickel heran," kenapa, De Kay? apakah kamu sudah tidak ingin bersamaku lagi?"
Kayla tertunduk," aku yang sekarang bukan aku yang dulu, Kak. Dimana sekarang aku sudah janda, jika aku tidak hilang ingatan masa kecilku. Mungkin aku akan terus menunggumu dan bahkan aku akan menyusulmu ke LN."
Rasa cinta dan sayang Mickel begitu besarnya, bahkan dia sama sekali tidak mempermasalahkan status janda, Kayla.
"Kay, aku ingin kita bersama selamanya. Kay, mau ya menikah denganku? lagi pula masa Iddahmu sudah terlewat begitu lama. Supaya kita selalu bersama dan takkan terpisahkan lagi."
"Jika kamu sudah sah menjadi istriku, aku bisa membawamu ke ujung dunia. Aku tidak akan meninggalkan dirimu. Apa lagi saat ini kita berdua sama-sama hidup sebatang kara. Orang tuaku juga sudah meninggal dunia secara bergantian karena suatu penyakit."
__ADS_1
Sejenak Kayls terdiam, di seolah sedang berpikir tentang hal itu. Karena apa yang di katakan oleh Mickel ada benarnya juga, dia kadang kala merasa kesepian tinggal di rumah seorang diri.
"Kay, aku tidak akan memaksamu untuk menjawabnya sekarang. Karena aku tahu pasti kamu masih trauma dengan kegagalan rumah tanggamu yang telah lalu. Tapi aku mohon, jangan tolak aku lagi ya? jika aku ingin selalu menjagamu dengan cara aku sering main ke rumahmu atau ke kantormu."
Kayla pun mengangguk pelan, dia tidak akan lagi menolak kehadiran Mickel. Karena sudah tahu siapa sebenarnya Mickel itu.
"Tidak apa-apa, jika Kayla belum bisa menerimaku seutuhnya. Yang terpenting dia sudah mengingat masa lalunya tentangku. Aku yakin suatu saat nanti kau pasti akan lulus dan mau menerimaku untuk menjadi pendamping hidupmu, Kay," batin Mickel.
Mickel sangat senang karena telah berhasil menemukan keberadaan, Kayla. Dan bahkan kini Kayla sudah mengingatnya kembali, sehingga pencariannya selama ini tidaklah sia-sia.
Sejak ingatan Kayla tentang masa lalunya pulih, kini dia sudah bisa menerima kehadiran Mickel. Dan bahkan kerap kali mereka bercanda ria seperti pada waktu anak-anak dulu.
"Kak, kok Kak Mimi yang sekarang beda dengan yang dulu ya? dulu kan gembul sekarang kok...
"Sekarang apa? hayo katakan saja, kenapa kata-katamu nggak di teruskan? pasti mau bilang jika sekarang aku lebih tampan kan, beda pada saat waktu masih kecil?" goda Mickel terkekeh.
"Hhee.. percaya diri banget koh. Kak, bagaimana bisa tahu kalau aku ini, Kayla di masa lalumu itu? aku yang dulu sama yang sekarang juga tidak sama bukan?"
Mickel tersenyum," jelas aku tahu. Karena aku mencarimu ke kampung dulu dan mendapatkan informasi jika kalian pindah di kota."
"Aku kembali ke Indonesia juga belum lama, baru beberapa tahun. Itupun untuk mencari diri dan akan aku nikahi. Tetapi malah saat ketemu kamu sudah menjanda. Gerakakanku begitu lambat."
"Dan pada saat aku tahu, kamu telah menikah, aku memutuskan untuk kembi lagi Ke LN.. Karena aku berpikir percuma jika aku bertahan lama di Indonesia sementara kamu sudah menikah."
"Tetapi keadaan memaksaku untuk kembali ke Indonesia karena ada beberapa perusahaan yang ada di tanah air, mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaanku. Termasuk proposal dari kantormu dan kantor Alvin."
Kayla hanya berhooh ria pada saat mendengar perkataan dari, Mickel. Dia begitu kagum pada kesetiaan, Mickel yang hingga saat ini tidak juga menikah tetapi malah mencari keberadaan dirinya. Jarang ada pria seperti, Mickel.
__ADS_1