Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Bercanda Tidak Pada Tempatnya


__ADS_3

Kayla berkata lirih seraya mencondongkan tubuhnya kearah Mickel," Kak Mimie, ini sedang membahas serius. Nggak usah pake acara bercanda bisa kan?"


"Ya maaf, kan biar nggak panik. Kesannya seperti bahas apa kok nggak ada bercandanya sama sekali," balas Mickel berbisik.


Hendrik yang melihat kelakuan orang tuanya hanya bisa menghela napas panjang seraya berdehem," EHEM!"


Sontak saja mengagetkan Kayla dan Mickel yang sedari tadi heboh berdebat sendiri.


"Hehehe.... ma-maafkan kami ya Rindi -ibu." Wajah Kayla sejenak pias didalam hatinya merasa kesal pada suaminya.


Kini ia pun fokus kembali membahas pernikahan Hendrik dan Rindi tanpa ada perdebatan lagi dengan Mickel. Dan Mickel juga berusaha untuk tidak bercanda walaupun itu sangat sulit baginya. Karena ia memang tripikal pria yang suka sekali bercanda dalam segala situasi dan kondisi.


Setelah mendapatkan kesepakatan kapan waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan, Kayla mengajak Mickel dan Hendrik untuk segera pulang. Apa lagi Kirana sudah kembali bersama dengan Airin.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, barulah Kayla menegur Mickel yang sedang duduk di sampingnya," Pah, sudah berapa kali Mamah ingatkan! masih saja belum bisa berubah, bikin malu saja!" protes Kayla manyun.


"Memangnya apa yang dilakukan oleh Papah, Mah?" jiwa kepo Kirana meronta ingin mengetahui apa yang tengah terjadi.


Berbeda dengan Hendrik, ia diam saja hanya sesekali matanya melirik dari kaca spion untuk melihat reaksi kedua orang tuanya. Dirinya hanya menjadi pendengar setia sembari mengemudikan mobilnya.


Belum juga Kayla menjawab pertanyaan dari Kirana, Mickel sudah berkata terlebih dahulu," mah, kenapa dibahas lagi sih? bukannya papah sudah minta maaf pada waktu berada di rumah Rindi?" rajuknya.


Kirana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah orang tuanya dari kaca spion mobil. Didalam hati berkata," mereka saja yang sudah lama menikah masih suka berselisih paham seperti ini bahkan terlihat sekali seperti anak kecil yang sedang bertengkar. Lantas bagaimana denganku dan Derry jika kami sudah menikah ya? akankah aku seperti mamah atau lebih parah ya? lantas apakah Derry juga seperti Papah?"


Kirana malah asyik pikirannya traveling membayangkan banyak hal jika sudah menikah dengan Derry, tanpa ia sadar tertawa ngakak hingga membuat Hendrik dan orang tuanya terhenyak kaget dan heran.


"Kirana, ada apa? lihat, gara-gara ulah Papah! kita di tertawakan oleh Kirana!" rajuk Kayla kesal.

__ADS_1


Kayla berpikir Kirana menertawakan pertengkaran dirinya dengan Mickel.


"Eh mamah, aku tidak menertawakan mamah dan papah kok. Aku menertawakan diri sendiri saja," ucap Kirana baru sadar akan ulahnya sendiri.


"Itu dengar mah, Kirana sedang tidak menertawakan kita, itu hanya perasaan Mamah saja," Mickel membela dirinya sendiri.


Kayla pun kini diam, tidak mengatakan sepatah kata lagi karena percuma saja baginya, ia sudah paham dengan sifat Mickel yang selalu pintar berkilah dari kesalahannya. Mickel yang selalu saja tidak bisa menempatkan waktu yang tepat dimana waktunya bercanda dan dimana waktunya serius.


Pada saat seni semua diam, tiba-tiba Hendrik menghentikan laju mobilnya secara mendadak, dan ia pun menepikan mobilnya.


Hal ini tentu saja membuat penasaran orang tuanya dan juga Kirana. Tetapi hanya orang tuanya yang berani bertanya, namun tidak dengan Kirana.


"Ada apa Hendrik, kok tiba-tiba berhenti begitu saja?" tegur Kayla penasaran.

__ADS_1


__ADS_2