
Pada saat bersantai, Kirana memilih untuk tetap berada di dalam kamarnya. Ia duduk di meja riasnya, seraya menatap foto semasa dirinya duduk di bangku SLTA. Kirana asik menatap foto kebersamaannya dengan mantan kekasihnya.
"Derry, baru saja aku bertemu dengan sosok pria yang sangat mirip dengan dirimu. Tentu saja hal ini membuatku teringat kembali kepadamu."
"Aku minta maaf atas kebodohanku di masa lalu di mana aku gampang dipercaya oleh Menik, perihal dirimu jalan dengan banyak wanita."
"Aku pikir dia sahabat terbaikku,ternyata justru dialah yang menusukku dari belakang. Dia memperdayaku dengan memperlihatkan foto-foto kebersamaanmu dengan wanita-wanita cantik."
"Ternyata apa yang dia lakukan karena merasa cemburu dan sakit hati. Ia iri jika aku berpacaran denganmu karena ternyata dia diam-diam menyukaimu."
"Jika kamu tahu tentang perasaanku, bahwa sampai detik ini aku masih mencintaimu. Tapi sejak kejadian itu kamu entah berada di mana."
Kirana terus saja melamunkan mantan kekasihnya sembari menatap foto kebersamaan dirinya dengan Derry. Hingga ia pun tidak sadar jika di belakang dirinya telah berdiri Kayla.
"Jadi kamu pernah mempunyai seorang kekasih Kirana? karena patah hati hingga sampai detik ini kamu belum bisa move on dari kekasihmu itu? pantas saja mamah tidak pernah melihatmu jalan dengan lelaki. Sudah nggak usah melamun terus, sudah waktunya makan sore ayo kita makan! percaya saja pada Allah, jika memang dia itu jodohmu pasti akan dipertemukan lagi denganmu entah bagaimana caranya."
Kirana sempat tersentak kaget karena tidak mengetahui sama sekali kedatangan Kayla. Tetapi ia bisa mengontrolnya. Ia pun tersenyum ke arah Kayla dan bangkit dari duduknya seraya merangkul Kayla melangkah keluar dari kamarnya.
Kirana pintar sekali menutupi perasaannya hingga orang tuanya sama sekali tidak pernah mengetahui bahwa dirinya dulu pernah menjalin kasih dengan seorang pria pada masa dirinya masih duduk di bangku SLTA.
Baru kali ini Kirana merasakan getaran itu kembali, di mana ia bertemu dengan sosok pria bermasker yang menurutnya sempat menggetarkan hatinya, bagaikan ia bertemu dengan mantan kekasihnya dulu.
Pada saat makan bersama, ia pun tidak konsentrasi bahkan tidak berselera untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya. Hal ini membuat Kayla merasa iba padanya.
__ADS_1
"Kirana, makanlah! jika sudah dingin rasanya tidak akan nikmat lagi," tegur Kayla.
"Sepertinya ada sesuatu yang meresahkan hati anak gadis kita, mah," celoteh Mickel.
Sandy dan Hendrik beralih menatap ke arah Kirana. Tetapi mereka sama sekali tidak mengatakan apapun. Hanya Kayla saja yang berkata," tanya saja pada anaknya, kenapa doa terlihat resah dan gelisah seperti itu."
Mickel pun bertanya pada Kirana," nak, sebenarnya ada apa? seharusnya cerita saja pada kami atau pada adik dan kakakmu."
"Nggak ada apa-apa kok pah, hanya terasa lelah saja karena di kantor banyak kerjaan. Hanya butuh istirahat saja," ucap Kirana santai.
Kayla yang sudah mengetahui akan hal itu juga tidak mengatakan apapun. Ia juga diam saja karena ia tak ingin salah dalam berbicara. Ia berniat akan mengajak Kirana berbicara empat mata.
"Kirana, makanlah! nanti selesai makan mamah ingin berbicara denganmu ya?" ucap Kayla dengan halusnya.
"Baiklah mah."
Tiga puluh menit kemudian...
Kirana melangkah keluar dari ruang makan bersama dengan Kayla. Mereka melangkah ke balkon kamar Kirana supaya pembicaraan mereka tidak ada yang mengetahuinya sama sekali.
"Kirana, coba ceritakan saja pada Mamah apa yang menyebabkan dirimu murung dan terlihat tidak bersemangat sama sekali. Maafkan Mamah ya, bukan mamah ingin mencampuri urusan pribadimu, tetapi mamah tidak ingin melihatmu murung terus. Tadi Mamah belum jelas mengerti tentang kisah cintamu," pinta Kayla.
Saat itu juga Kirana menceritakan tentang masa lalunya bersama dengan Derry di saat dirinya masih duduk di bangku SLTA. Ia menceritakan apa yang menyebabkan hubungan dirinya dengan Derry putus. Ia juga menceritakan bahwa semuanya teringat kembali karena hari itu, ia bertemu dengan sosok yang perilakunya mirip sekali dengan Derry.
__ADS_1
"Oh jadi seperti itu? bisa saja pria yang bermasker itu adalah Derry yang sedang menyamar makanya dia mengetahui namamu. Jika nanti kamu bertemu dengannya lagi, kamu coba tanyakan apakah dirinya itu Derry atau bukan?" saran Kayla.
Tetapi Kirana tidak yakin dengan hal itu," mah, aku nggak yakin akan bertemu lagi dengannya. Kami sudah bertahun-tahun nggak bertemu, jadi mana mungkin bertemu lagi. Harapan ingin meminta maaf pun sudah sirna, mah."
Kirana seolah berputus asa, tetapi Kayla memberikan support dan dukungan bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Segala yang mustahil bagi kita, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hingga Kirana sudah ceria lagi dan tidak murung lagi," terima kasih ya mah, berkat Mamah aku jadi mempunyai suatu pengharapan yang lama telah sirna."
Kayla memeluk putri satu-satunya tersebut, di dalam hatinya juga berharap supaya suatu saat nanti Kirana bisa bertemu dengan tambatan hatinya. Karena Kayla tidak ingin salah satu dari anaknya hidup seorang diri tanpa seorang pendamping.
Pada saat Kayla mengingat ketiga anaknya, tiba-tiba Kayla ingat pada Hendrik. Ia pun termenung sendiri membuat Kirana heran," mah, ada apa kok tiba-tiba diam seperti ini? aku sudah nggak sedih kok mah, jadi mamah nggak usah khawatir lagi."
Kayla mengatakan sesuatu pada Kirana," mamah tiba-tiba ingat Hendrik, semoga saja kelak Hendrik juga menemukan pengganti Almarhumah Mey."
"Mah, nggak usah terlalu khawatir. Bukannya mamah selalu mengatakan bahwa kita harus selalu positif thinking dan juga selalu percaya pada Allah?"
Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Kirana, barulah Kayla tersadar. Ia pun menyunggingkan senyuman sembari mengucap," astaghfirullah aladzim, terima kasih sayang. Maafkan hamba ya Allah, seharusnya tidak meragukan kuasaMu."
Kayla merasa bersyukur karena mempunyai seorang putri yang terlihat barbar tetapi sebenarnya baik hati dan juga bisa memberikan sebuah saran yang luar biasa.
Walaupun di dalam hatinya juga masih merasakan gelisah karena Kirana belum juga menikah. Walaupun usia Kirana tergolong masih muda. Karena belum sampai tiga puluh.
Setelah cukup lama bercengkrama dengan Kirana, Kayla memutuskan untuk kembali ke kamarnya sendiri. Sesampainya di dalam kamarnya, Kayla langsung di tanya macam-macam oleh Mickel.
"Sayang, bagaimana? apakah sudah mendapatkan informasi dari Kirana tentang apa yang sedang ia rasakan saat ini?" tanyanya penasaran.
__ADS_1
Kayla tersenyum," iihhhh kepo iihhhh... mau tahu saja atau mau tahu banget hayooooo..."
Mickel langsung pasang wajah cemberut dan bibirnya di monyongkan.