
Sesampainya di rumah kontrakan, Oddy merendahkan tubuhnya. Ia merasa sangat lelah sekali, bukan hanya lelah fisik tetapi juga lelah pikiran.
"Ya Allah, kadang aku merasa hidup ini terlalu berat. Aku harus menanggung semua ini seorang diri tanpa adanya saudara atau orang tua. Ayah sudah tiada, ibu masuk rumah sakit jiwa."
"Aku bisa saja lari dari permasalahan ini dengan tidak peduli pada kondisi ibu. Tetapi itu bukan sifatku, karena seburuk apapun ia tetap ibuku. Ibu yang telah memberiku napas kehidupan."
"Walaupun aku merasa beban hidupku begitu berat seperti ini, tetapi aku masih bisa bersyukur karena Allah masih memberikan pertolongan yang luar biasa."
"Allah mengirimkan Om Mickel dan Tante Kayla untuk selalu menolongku dan selalu ada di sampingku. Terima kasih ya Allah."
Oddy seorang lelaki muda tetapi pikirannya sudah dewasa dan ia tidak memikirkan dirinya sendiri. Ia hanya memikirkan kondisi ibunya saat ini. Ia juga tidak berkeluh kesah atau menyalahkan ibunya untuk apa yang sedang menimpa dirinya saat ini.
Oddy sangat yakin jika apa yang sedang terjadi padanya hanyalah sesaat saja. Suatu saat nanti ia akan hidup bahagia dan juga akan melihat ibunya pulih.
"Bismillahirrahmanirrahim, aku yakin aku mampu menjalani segala ujian dariMu ini ya Allah. Karena aku percaya Engkau tidak akan mengujimu melebihi batas kemampuanku."
******
Kayla di rumah juga memikirkan Oddy, ia benar-benar merasakan merasa iba padanya. Hingga ia terus saja berlarut dalam lamunan tentang Oddy.
"Sayang, ada apa lagi sih?" tegur Mickel heran.
"Sedang memikirkan Oddy, Kak. Kasihan juga ya, harus alami kondisi seperti ini. Semoga saja Mba Usna segera pulih dan mereka bisa hidup bahagiax ucap Kayla.
Mickel merasa heran dengan sikap istrinya, padahal Usna sudah begitu merugikan Kayla. Tetapi Kayla masih mendoakan supaya Usna sembuh.
"Sayang, aku bangga deh punya istri yang jiwa sosialnya tinggi sepertimu. Dan aku minta maaf ya, semua permasalahan yang terjadi ini karena aku," ucap Mickel tertunduk lesu.
Kayla menjadi heran kenapa tiba-tiba Mickel meminta maaf padanya," kenapa Kakak tiba-tiba meminta maaf?"
__ADS_1
Mickel mengatakan bahwa jika dirinya tidak menolong Usna dan Oddy, pasti tidak akan terjadi permasalahan pelik dimana Usna dengan lancang memakai uang Kayla dalem jumlah besar.
Kayla sama sekali tidak menyalahkan Mickel. Karena semua yang terjadi itu diluar pemikiran mereka. Semua sudah digariskan oleh yang Kuasa.
"Kak, tak perlu minta maaf padaku karena Kakak Mimie tidak salah sama sekali. Allah yang telah menuntun kita untuk menolong Oddy dan Usna. Semua yang terjadi didalam kehidupan ini sudah digariskan oleh Allah, Kak. Sudahlah tak perlu merasa bersalah seperti itu. Aku juga sudah ikhlas dengan uang yang telah dipakai oleh Usna. Justru sekarang aku malah merasa iba karena ternyata Usna mempunyai riwayat penyakit jiwa seperti itu," ucap Kayla.
Selagi mereka sedang asik bercengkrama panjang lebar, pintu kamar di ketuk oleh seseorang.
Tok tok tok tok tok
"Mah-pah, ini aku ingin bicara penting dengan kalian berdua."
Ternyata di balik pintu ada Kirana yang ingin berbicara dengan Mickel dan Kayla.
"Ada apa nak?" tanya Kayla pada saat melihat Kirana berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Sebaiknya masuk saja jika penting," saran Mickel.
"Mah-pah, Derry ingin menikahiku. Menurut papah dan mamah bagaimana?" tanya Kirana tertunduk malu.
"Alhamdulillah," serentak Mickel dan Kayla berucap membuat Kirana tersentak kaget karena keduanya begitu keras dalam berucap.
"Astaghfirullah aladzim, mah-pah. Biasa saja kali, responnya nggak perlu begitu antusias seperti itu," protes Kirana seraya mengusap dadanya karena kaget.
Kayla dan Mickel terkekeh, mereka tidak menyadari jika ucapan syukur mereka begitu keras.
"Nak, kami sangat senang sekali mendengar kabar ini. Karena ini yang sudah kami tunggu-tunggu sejak lama. Alangkah bahagianya sekali jika kamu akan segera menikah," ucap Kayla terkekeh.
"Memang kalau jodoh seperti ini yah, bisa kompak sekali serentak berkata. Berarti mamah dan papah setuju jika kami segera menikah? aku pikir mamah atau Papah akan mengatakan jika ini terlalu cepat buat kami," ucap Kirana.
__ADS_1
"Nggak nak, Kam sering membicarakan dirimu selama ini tanpa kamu tahu. Ya kan mah? diam-diam kita kan sering sharing dan kadang kala mamahmu ingin sekali bertanya tentang hal ini padamu, tetapi Papah yang melarangnya," ucap Mickel.
Kirana bercerita panjang lebar bahwa dalam Minggu ini kedua orang tua Derry akan datang untuk memperjelas tentang hubungan kasih Kirana dan Derry. Bahkan Kirana memberikan bocoran pada orang tuanya, jika kelurga Derry meminta dakdm waktu dua bulan lagi diadakan pernikahan.
"Kami selalu siap Kirana, jika hari ini kamu menikah juga kami sudah siap," ucap Mickel dengan sangat antusias.
Kirana merasa lega setelah menceritakan semuanya pada orang tuanya.
"Kirana, apakah kamu sudah benar-benar siap untuk menjadi seorang istri?" tanya Mickel.
"Hehehe.... bukannya semua wanita juga pada akhirnya akan menikah? kok Papah mengatakan seperti itu?" tanya Kirana merasa heran.
"Hehehehe.. Papah khawatir dengan Derry. Kamu kan barbar, nanti kalau sudah menikah jika sedang ada masalah jangan bersikap kasar loh pada Derry," canda Mickel seraya menaik-turunkan alisnya.
Kayla mendengus kesal mendengar candaan yang dikatakan oleh Mickel," Kirana, nggak usah kamu dengarkan apa yang barusan papahmu katakan. Papah memang suka seperti itu! nggak cuma kepadamu, tetapi juga kepada mamah."
Kirana tersenyum seraya merangkul Kayla," mamah nggak usah khawatir. Aku sudah paham dengan sifat papah yang kadang kala norak parno banget jika sedang bicara serius tiba-tiba ngomong nyeleneh."
Mickel melirik sinis kearah Kirana," hestah...tiga anak kok semua membela Mamahnya. Papah pikir, kamu akan membela papah."
Sejenak mereka bercengkrama panjang lebar, hingga tanpa sadar Kayla telah melupakan lamunannya tentang nasib Oddy dan Usna. Saat ini Kayla sedang berbahagia karena Kiena sebentar lagi akan dipinang oleh Derry.
"Alhamdulillah ya Allah, di saat ada sebuah masalah, Engkau juga memberikan sebuah kabar bahagia. Anak keduaku akan segera berumah tangga. Kini tinggal si bungsu yang sebentar lagi lulus kuliah dan akan menggantikan posisi Kak Mickel di perusahaannya. Semoga semua urusan dilancarkan," ucap syukur Kayla didalam hatinya.
*******
Beberapa hari kemudian....
Derry dan orang tuanya datang ke rumah Kirana, mereka sengaja tidak mengajak siapun. Karena Derry dan Kirana sudah sepakat jika tidak bada prosesi lamaran atau tunangan. Mereka ingin segera melangsungkan pernikahan saja.
__ADS_1
Pembicaraan begitu serius dan fokus, bahkan Mickel juga bisa fokus pula. Ia tidak bercanda seperti biasanya jika sedang berbicara dengan Kayla atau anak-anaknya.