Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Jebakan Seseorang


__ADS_3

Saat itu juga Kayla mengajak Sandy dan beberapa guru ke sebuah rumah sakit untuk mengecek apakah Sandy pernah mengkonsumsi narkoba atau tidak?


Beberapa jam setelah ada di rumah sakit...


Semua sudah terlihat jelas, bahwa Sandy bersih dan tidak pernah mengkonsumsi narkoba. Tetapi tak lantas semua dosen percaya begitu saja. Ada satu dosen yang tidak percaya sama sekali dengan hasil cek kesehatan tersebut.


"Sandy bukan pemakai atau pecandu. Tetapi bisa saja ia itu sebagai pengedar atau bahkan bandar narkoba."


Sontak saja Sandy geram mendengar perkataan dari salah satu dosen tersebut. Ia tidak terima dan membela dirinya," untuk apa saya menjadi seorang pengedar atau bahkan bandar narkoba. Karena saya tidak pernah ada masalah dengan keuangan saya. Lihatlah ini pak!"


Sandy menunjukkan sebuah black card kepada dosen yang telah menuduh dirinya.


"Apa yang Sandy katakan benar sekali pak. Kami selaku orang tua sama sekali tidak pernah membiarkan salah satu dari anak kami kekurangan uang. Jadi untuk apa Sandy harus bersusah payah untuk menjual barang haram itu untuk bisa mendapatkan uang! lagi pula mana mungkin seorang pengedar atau bandar hanya menjual satu plastik kecil sabu-sabu? saya rasa ada yang ingin menjebak anak saya," ucap Kayla membela Sandy.


Bahkan beberapa dosen juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Kayla. Dan ada yang berpikir jika ada seseorang yang telah menjebak Sandy. Dan para dosen sedang tahap penyelidikan untuk kasus Sandy tersebut.


"Bu Kayla, sebelumnya kami minta maaf. Untuk sementara waktu, Sandy kami minta tidak datang dulu ke kampus. Kami tidak DO Sandy, hanya saja kami ingin menyelidiki lebih lanjut tentang hal ini. Untuk mempermudah penyelidikan sebaiknya Sandy libur dulu ke kampus. Biar ia untuk sementara waktu belajar lewat daring," ucap seorang dekan.


Dekan tersebut mengatakannya juga karena sudah berdiskusi dengan para dosen yang membuat suatu keputusan jika lebih baik Sandy tidak ke kampus dahulu.


"Sandy, mohon jangan tersinggung ya.. Kami melakukan semua ini juga untuk mengembalikan nama baikmu juga."

__ADS_1


Sandy pun tidak keberatan, ia pun menuruti kemauan para dosen dan dekan. Ia sendiri juga bingung, bagaimana bisa ada seseorang yang tidak suka padanya dan melakukan hal keji tersebut. Ia sendiri juga akan menyelidiki siapakah dalang di balik semua yang telah terjadi tersebut.


Setelah semua pembicaraan usai, para dosen dan dekan kembali ke kampus. Sementara Sandy kembali ke rumah bersama dengan Kayla. Sepanjang perjalanan pulang, Kayla terus saja bertanya banyak hal.


"Sandy, coba kamu ingat kembali. Apakah kiranya kamu punya musuh di kampus? atau kamu membuat suatu kesalahan pada seseorang tanpa kamu sadari, karena kamu kan suka sekali usil."


Tetapi Sandy mengatakan pada Kayla bahwa ia tidak pernah melakukan keusilan terhadap sesama mahasiswa. Hal ini sontak saja membuat Kayla semakin bingung dibuatnya.


"Coba kamu ingat kembali siapa yang hari ini duduk di bangkumu atau ngobrol denganmu. Bisa jadi orang tersebut yang diam-diam meletakkan barang haram tersebut ke dalam tas."


"Atau siapa yang telah melaporkan dirimu pada pihak dekan dan dosen hingga tas kamu di geledah dan ditemukan satu plastik kecil sabu-sabu tersebut?"


Ia sedang berpikir mengingat semua orang yang ia temui hari ini di kampus. Tetapi ia sama sekali tidak ingat apa pun.


"Mah, aku sama sekali tidak ingat siapa saja yang bertemu denganku hari ini," ucap Sandy.


Sontak saja hal ini membuat Kayla kesal dibuatnya," kamu ini bagaimana sih? masa iya mengingat kejadian hari ini saja kamu tidak bisa? kamu ini masih muda kenapa sudah pelupa sih. Makanya berbenah diri dan jangan sering bercanda karena suatu candaan tidak semua mendapatkan respon yang positif. Ada kalanya ada seseorang yang tidak suka dengan kekonyolan."


Selama dalam perjalanan, terus saja Kayla menasehati anak bungsunya tersebut yang terkenal suka sekali bercanda, supaya merubah tabiatnya tersebut.


Sandy hanya diam saja pada saat Kayla mengatakan banyak hal. Karena memang apa yang dikatakan oleh Kayla benar adanya hingga ia tidak bisa membantah sama sekali. Ia justru tiba-tiba minta maaf pada Kayla," mah, maafkan aku ya. Sudah besar dan dewasa seperti ini masih saja berbuat onar. Aku janji akan melakukan semua yang mamah nasehatkan barusan."

__ADS_1


Kayla senang mendengarnya, ia juga berkata jika tidak semua manusia suka jika kita ajak bercanda. Sandy tertunduk, ia tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan sebuah permasalahan di kampus yang menyebabkan dirinya diminta untuk tidak ke kampus dulu.


"Padahal bulan ini semester akhir, tetapi kenapa aku harus alami permasalahan ini? bahkan aku sama sekali tidak ingat siapa saja yang telah berbicara denganku barusan."


Sandy benar-benar tidak ingat siapa saja yang sempat bercengkrama dengan dirinya," mah, aku lupa siapa saja yang sempat berbicara denganku. Karena terlalu banyak orang yang barusan menyapa dan berbicara denganku. Masa iya kita harus mencurigai semuanya?


Kayla pun mengatakan iya, Sandy harus mengatakan siapa saja yang telah berbicara padanya barusan. Walaupun orang itu banyak, harus tetap disebutkan karena Kayla akan menyelidiki semua orang.


"Sebutkan saja siapa nama-nama orang yang sempat bercengkrama denganmu. Nanti mamah akan meminta tolong pada papah untuk berbicara pada Om Beno. Dia pasti bisa bantu kita," ucap Kayla.


"Berarti kita sekarang juga ke kantor papah?" tanya Sandy untuk memastikan.


"Nggak, nunggu Papah pulang saja. Mamah nggak ingin mengganggu waktu kerjanya. Kalau sudah di rumah kan papah sudah dalam kondisi bersantai," ucap Kayla.


Sebenarnya Sandy sudah tidak sabar lagi karena ia ingin permasalahan dirinya lekas selesai dalam waktu itu juga. Ia ingin segera ke kampus lagi. Jika ia di liburkan dalam waktu lama ia akan merasa rugi. Walaupun ia sebenarnya bisa belajar lewat daring tapi tidak nyaman.


Sementara di suatu tempat, seorang pemuda sedang tersenyum bahagia," rasakan kamu Sandy! sudah aku ingatkan jika Sella itu gebedanku, tetapi kamu malah semakin lengket saja dengannya, dan itu membuatku tidak nyaman juga tidak suka! aku yakin kamu akan di DO dari kampus, dengan begini tidak ada lagi cowok yang dekat dengan Sella."


Ternyata apa yang menimpa iasa Sandy adalah ulah dari seorang pemuda yang seusianya. Dan pemuda tersebut satu kelas dengan Sandy. Pemuda ini bernama Rony.


Dia sangat mencintai Sella, sedangkan Sella sama sekali tidak pernah cinta padanya. Ia justru lebih nyaman dekat dengan Sandy. Hal ini yang membuat Rony cemburu dan berbuat tidak baik pada Sandy.

__ADS_1


__ADS_2