
Kabar buruk tersebut membuat Sandy dan kedua orang tuanya tidak bisa memejamkan mata mereka. Bahkan Kayla meminta kepada Mickel untuk segera ke bandara guna menanyakan informasi tentang kecelakaan pesawat terbang yang di tumpangi oleh Kirana dan Derry.
"Pah, ayok kita ke bandara sekarang juga untuk mencari tahu lebih lanjut. Karena informasi di televisi belum tentu akurat!" pinta KaYla benar-benar was-was memikirkan kondisi Kirana dan Derry.
"Mah, sebaiknya besok pagi saja. Ini kan sudah malam, pasti para petugas sedang istirahat," Mickel memberi pengertian pada Kayla, akan tetapi Kayla tetap memaksanya.
"Ayolah pah, pasti ada petugas jaga. Nggak mungkin tidur semua. Apa lagi ada permasalahan seperti ini, pasti dari pihak keluarga yang menumpangi pesawat terbang itu berdatangan untuk mencari tahu kabar anggota keluarga mereka."
Sandy pun setuju dengan saran Kayla," apa yang mamah katakan memang benar pah. Ayok kita bandara sekarang juga, biar aku yang mengemudi," ucap Sandy dengan penuh antusias.
Sejenak Mickel diam, seolah sedang berpiki. Dan ia pun teringat dengan orang tua Derry," bagaimana dengan orang tua Derry, apakah sebaiknya kita memberi tahu mereka sekarang atau nanti saja?" tanya Mickel meminta saran dari Kayla dan Sandy.
"Sebaiknya nanti saja pah, kita ke bandara terlebih dulu," ucap Sandy.
Mereka segera pergi ke bandara dengan hati gelisah dan panik bercampur menjadi satu. Sandy yang mengemudikan mobilnya.
Hanya beberapa menit, mereka telah sampai di bandara. Segera mereka menyambangi ruangan bagian informasi. Kebetulan sekali, orang tua Derry juga sudah ada di bandara.
"Pak-bu, kami pikir kalian belum tahu tentang kabar ini," ucap Mickel.
"Kami sudah tahu dari adikku, makanya kami segera kemari. Tetapi belum juga mendapatkan informasi yang akurat," ucap Pak Drajat.
"Jika terjadi sesuatu dengan Derry, kami tidak akan memaafkan Kirana. Karena ia yang berkeras hati meminta pada Derry untuk honeymoon ke Negara Jepang!" oceh Bu Dira.
"Mah, sudahlah nggak usah seperti itu hanya menambah masalah saja. Kamu itu selalu saja percaya dengan hasutan adikmu dan istrinya itu! situasi sedang kalut seperti ini, keluarga Kirana juga sedang cemas seperti kita. Kamu nggak usah menambah kecemasan mereka," tegur Drajat pada istrinya.
__ADS_1
Dira telah terlebih dulu dihasut oleh sepasang suami istri yang pada waktu pernikahan Derry dan Kirana, mengatakan banyak hal buruk tentang keluarga Kirana. Dimana Kirana tidak suka dengan hal itu dan ia langsung menegur mereka. Karena merasa dendam, mereka pun menghasut Dira.
Dimana mereka mendengar sendiri jika Kirana yang meminta ingin honeymoon Ke Negara Jepang pada saat prosesi pernikahan.
Dira kekeh menyalahkan Kirana," Papah kenapa nggak suka dengan Adri dan istrinya. Justru mereka yang telah mendengar sendiri pada saat setelah acara ijab kabul, Kirana meminta kepada Derry untuk honeymoon ke negara Jepang. Jika Kirana tidak meminta ke sana pasti saat ini kondisi anak kita baik-baik saja. Lah ini, ingin mengetahui informasinya saja lama banget seperti ini!"
Dira terus saja mengoceh hingga memperuncing permasalahan.
Drajat semakin tidak enak hati dengan keluarga Kirana," maafkan sikap istri saya ya Mas Mickel- Mbak Kayla."
Drajat menangkupkan kedua tangannya didada.
"Nggak apa-apa Mas Drajat, kami bisa memahami sikap Mbak Dira. Karena saat ini kami juga sedang merasakan hal yang sama. Tapi setidaknya jangan memperkeruh masalah dengan mengatakan hal buruk tentang Kirana."
Kayla sangat kesal mendengar perkataan Mickel," tidak bisa seperti itu pah! adanya kecelakaan ini adalah suatu musibah, bukan kesalahan dari Kirana! baik buruknya kondisi mereka, kecelakaan ini bukan kesalahan Kirana! mamah nggak terima ya, jika Kirana disalahkan padahal dia sendiri juga sebagai salah satu korban!"
Mickel menjadi serba salah," maafkan aku mah, jika aku salah dalam berbicara."
Sandy pun tidak tinggal diam, ia mencoba menengahi," mah-pah, om dan Tante. Tolong jangan meributkan hal yang tidak penting. Seharusnya kita berpikir positif bahwa Kak Derry dan Kak KaYla saat ini kondisinya baik-baik saja. Dan kita harus fokus berdoa saja, bukan malah berdebat seperti ini."
"Iya Nak Sandy, maafkan istri saya ya. Mas Mickel- Mbak Kayla, sekali lagi saya minta maaf atas nama istri saya," ucap Drajat.
Kayla dan Mickel hanya merespon dengan anggukan kepala tanpa mereka berkata lagi.
"Mah-pah, Om dan Tante. Sebaiknya kalian duduk saja, biar aku yang menerobos kerumunan itu. Supaya cepat mendapatkan informasi yang akurat," ucap Sandy.
__ADS_1
Semua mematuhi permintaan Sandy, serentak mereka duduk. Karena memang mereka sulit untuk bisa menerobos kerumunan orang yang merupakan keluarga dari pesawat yang alami kecelakaan tersebut. Orang-orang tersebut juga sedang mencari informasi tentang keluarga mereka.
Sandy segera melangkah menerobos kerumunan tersebut untuk menghadap ke depan petugas yang berjaga tersebut. Dan ia pun berhasil mendapatkan informasi secara langsung dari salah satu petugas yang sedang berjaga, walaupun harus menunggu hingga beberapa menit.
Sandy begitu sedih dan shock mendengarnya, tetapi ia mencoba untuk tidak terlihat sedih dihadapan kedua belah pihak keluarga.
"Sandy, bagaimana?" Kayla sangat antusias untuk mengetahui kabar Kirana dan Derry.
Sandy pun duduk di tengah-tengah di apit oleh orang tuanya dan juga orang tua Derry. Ia segera menceritakan informasi yang ia dapat dari salah satu petugas penyampaian informasi yang ada di bandara tersebut.
"Menurut petugas, belum jelas diketahui apa penyebab pesawat itu terbakar secara tiba-tiba. Mereka hanya mengira-ngira jika pesawat alami kebocoran di bahan bakar."
"Pesawat terbakar dan jatuh di laut. Dan sekarang tim SAR sedang mencari para korban. Untuk saat ini belum satupun korban yang ditemukan."
"Petugas tim SAR dan kepolisian sedang mengevakuasi daerah jatuhnya pesawat tersebut. Jika nanti sudah ditemukannya para korban, pasti akan segera diberi tahukan kembali lewat acara televisi atau akan dihubungi langsung pihak keluarga."
Tak terasa bulir bening keluar dari pelupuk mata Kayla. Mendengar informasi tersebut, mendadak tubuhnya lemas dan pandangan berkunang-kunang. Kayla tak sadarkan diri saat itu juga.
Untung saja posisi sedang duduk hingga Mickel segera menopang tubuh Kayla.
"Astaghfirullah aladzim, bagaimana ini Sandy? mamahmu pingsan," Mickel panik melihat kondisi Kayla yang bercucuran keringat dingin dan matanya terpejam.
"Jangan panik pah, sebentar aku akan cari minyak kayu putih."
Sandy berlari ke salah satu toko yang ada di bandara tersebut. Kebetulan toko itu selalu buka, hanya berganti yang melayani saja.
__ADS_1