Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Kemarahan Kirana


__ADS_3

Raka pun berlalu pergi dari hadapan Alvin tanpa sepatah kata. Hingga Alvin merasa heran padanya," sudah curhat, tetapi sama sekali tidak merespon saran yang aku berikan. Aku kok jadi penasaran dengan gadis yang di sukai oleh, Raka?'


" Seberapa cantik gadis itu, sehingga berani menolak anakku yang tampan dan rupawan bahkan sudah jelas karirnya sukses. Jika seperti ini aku akan mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu."


Tanpa disengaja ponsel Raka tertinggal di meja di teras halaman dan pada saat itu ponsel tiba-tiba menyala sendiri lantas mati kembali, yang ternyata ada sebuah notif chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel, Raka. Hingga secara otomatis ponsel menyala, dan Alvin tak sengaja melihat wallpaper ponsel anaknya sebuah foto gadis yang pernah ia temui.


"Astagaaa, ini kan gadis yang waktu itu meninju perutku. Ya, ini anak gadis Kayla. Ya ampun, jadi Raka suka pada gadis barbar itu? untung saja gadis itu tidak menerima cintanya, jika mereka sampai saling mencintai. Bisa perang dech aku dengan Kayla," gumam Alvin.


"Heran juga, gadis itu kok tidak mau menerima cinta Raka? padahal kan hal Raka sangat tampan dan rupawan. Selama ini banyak sekali yang menginginkan menjadi kekasihnya, tetapi pilihan dirinya mencintai seorang gadis barbar itu, dan di tolak mentah-mentah. Mungkin saja gadis itu tidak normal, hingga menolak pemuda tampan seperti Raka."


"Aku pastikan ia akan menyesal karena telah menolak Raka begitu saja. Aku kok merasa terhina, karena gadis itu adalah anak dari, Kayla?"


Terus saja Alvin bergumam di dalam hatinya, setelah mengetahui siapa gadis yang dicintai oleh, Raka.


******


Pagi menjelang...


Kehebohan terjadi di kampus, dimana kabar pengunduran diri Raka sudah tersebar di seantero kampus. Semua mahasiswi merasa kehilangan dengan mundurnya Raka dari kampus tersebut. Tetapi tidak dengan Kirana, dia bersikap biasa saja.


"Heran, aku pikir ada apa? Karena semua gadis tidak rela dengan kepergiannya. Lelaki seperti dosen Raka saja begitu di cintai hingga ada yang sampai menangis mengetahui jika ia sudah tidak mengajar lagi di kampus ini."


"Tetapi aku sama sekali tidak merasa kesedihan apapun. Aku malah suka si dosen aneh itu tidak lagi mengajar di sini."


Tidak ada kesedihan sama sekali di wajah Kirana pada saat mengetahui jika Raka sudah tidak lagi mengajar di kampus tersebut.


Pada saat Kirana akan pulang, tiba-tiba langkahnya di hadang oleh seseorang yang tak asing lagi baginya. Walaupun ia baru dua kali ini bertemu, tetapi sudah hapal dengan sosok pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Maaf Om, menghalangi langkahku. Karena aku ingin pulang."


Tetapi pria tersebut tidak bergeming dari hadapan Kirana," apakah kamu masih ingat denganku?"


"Jelas saja aku akan selalu ingat dengan seorang pria tua yang bersifat genit dan kurang ajar ke mamahku," ucap ketus Kirana.


"Jadi seperti ini, Kayla mendidikmu? tidak punya rasa sopan santun. Percuma saja kamu sekolah tinggi-tinggi jika tidak bisa menghormati orang yang lebih tua darimu," ejek sosok pria yang tak lain adalah Alvin.


Entah kenapa tiba-tiba Alvin ingin datang ke kampus guna menemui Kirana. Karena ia masih saja belum menerima bahwa gadis yang telah menolak cinta Raka adalah anak dari, Kayla.


"Nggak usah banyak ngomong, om! sebenarnya apa sih, tujuan om menghadang langkahku? apa ingin merasakan tinjuku lagi?" ejek Kirana kesal.


"Aku hanya ingin menasehati dirimu, jadi seorang gadis itu tidak boleh bersifat sombong, apa lagi barbar. Yang ada nanti kamu tidak laku dan menjadi perawan tua selamanya," ejek Alvin.


Kirana memicingkan alisnya, dia sama sekali tidak mengerti apa maksud perkataan dari Alvin," apa maksud perkataan om ya?"


Kirana semakin kesal, karena menurutnya perkataan Alvin sudah sangat keterlaluan sampai membawa bahwa nama Kayla segala," Oh jadi dosen muda itu anak om? apa saja sifatnya sama seperti, om. Terlalu agresif terhadap wanita."


"Om jangan memancing amarahku ya? jika tidak ingin babak belur oleh tanganku ini. Aku tidak suka jika ada seseorang yang mengatakan hal buruk tentang mamahku!"


Kirana mengepalkan tinjunya, dia sedang berusaha menahan supaya tidak hilang kendali.


Alvin melihat kepalan tangan Kirana, ia pun malah terkekeh,' silahkan saja kamu pukul aku lagi, ini kampus loh. Yang ada nama baikmu tercoreng buruk atas perbuatanmu sendiri."


Kirana tidak ingin terjadi keributan di kampus, ia pun mencari jalan lain untuk dirinya menghindar dari Alvin. Sementara Alvin tersenyum sinis, di dalam hatinya merasa puas karena telah berhasil membuat gadis itu sangat marah.


Kirana juga tidak tinggal diam, setelah dia masuk di dalam mobilnya, ia segera menelpon, Raka.

__ADS_1


Raka sangat sumringah pada saat melihat ponselnya berdering dan mengetahui bahwa itu adalah panggilan telepon dari, Kirana.


"Gadisku menelpon, aku yakin dia akan meminta maaf kepadaku dan menerima cintaku."


Raka langsung mengangkat panggilan telepon dari Kirana.


📱" Halo cantik, ada apa ya?"


📱" Nggak usah basa basi dan berpura-pura dech, pak! anda itu sudah dewasa tetapi kelakuan seperti anak kecil saja!"


📱"Hey, kenapa telpon kok marah-marah seperti ini ya?"


📱" Untuk apa anda menyuruh Papah anda, menemui saya di kampus barusan, hah? saya nggak terima ya, papah anda mengatakan hal buruk tentang mamah saya di hadapan saya. Jika tidak sedang ada di kampus, Papah anda sudah saya habisi!"


📱"Jangan main-main ya dengan saya? nasehati tuh Papahnya untuk tidak seenaknya menghina mamah saya!'


Setelah mengatakan banyak hal, Kirana mematikan telponnya secara sepihak. Dia heran dengan perkataan dari Kirana.


"Aneh, aku kok nggak maksud dengan apa yang di katakan oleh Kirana ya? papah datang ke kampus dan menghina mamahnya di hadapan Kirana? astagaa... berarti papah kenal dengan Mamahnya Kirana? dan dari mana juga papah tahu tentang Kirana? padahal waktu tidak menunjukkan fotonya. Waktu itu aku hanya bercerita tentangnya saja. Tanpa menyebut namanya juga," batin Raka heran.


Dia pun memutuskan untuk menemui Papahnya saat itu juga di kantornya. Dan kebetulan saat ini Alvin berangkat ke kantor. Hanya saja ia belum sampai di kantor. Hingga Raka harus menunggunya beberapa menit lagi.


Raka sengaja menunggu di ruang kerja,


Alvin sambil mondar-mandir gelisah. Dan tak berapa lama, pintu ruang kerja di buka perlahan oleh, Alvin. Ia terhenyak kaget pada saat mengetahui do dalam sudah ada Raka.


"Kok kamu datang nggak memberi kabar dulu sama papah? karyawan Papah juga tidak ada yang memberi tahu, mereka diam semuanya," tanya Alvin.

__ADS_1


__ADS_2