Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Merenung


__ADS_3

Kayla begitu lega karena Hendrik sudah menikah, kini ia tinggal berharap Kirana segera menikah juga. Dan sudah nggak sabar melihat Sandy bekerja di kantor.


Di sore hari, dirinya sedang termenung sendiri di balkon kamarnya. Sejenak ia mengenang setiap yang terjadi di dalam hidupnya di masa lalu. Ia sama sekali tidak berpikir jika dirinya akan berpisah dengan almarhum Alvin dan ia juga tidak menyangka jika kebahagiaan dirinya malah bersama dengan Mickel pacar masa kecilnya.


"Kehidupan ini memang tidak bisa ditebak sama sekali. Bagaikan sebuah misteri. Terkadang apa yang kita harapkan dan impikan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan."


"Jodoh, maut, rezeki, semua sudah di atur oleh Allah SWT. Walaupun kita sekuat tenaga berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jika itu bukanlah kehendakNya, maka akan lepas dari tangan kita. Tidak akan bisa kita raih."


"Alhamdulillah ya Allah, dikala dulu aku mencoba ikhlas dengan semua yang aku alami. Pengkhianatan dari sahabat dan suamiku yang sangat menyakikan hati ini. Aku pun pada akhirnya menemukan sebuah kebahagiaan."


"Kini aku telah bahagia mempunyai seorang suami yang setia dan sangat tanggungjawab. Walaupun kadang suka gokil di situasi yang tidak tepat dan tidak pada tempatnya. Tetapi aku tidak memungkiri, jika Kak Mimie lain dari pada yang lain ri banding dengan lelaki yang aku kenal."


"Aku sudah bahagia dengan ketiga buah hatiku yang kini sudah dewasa. Dan aku sampai tidak sadar jika umurku ini sudah tidak muda lagi."


"Semua berlalu begitu cepat, padahal seperti terjadi kemarin. Tidak terasa aku sudah bisa melewati semua kesakitan, penderitaan, kegagalan rumah tangga."

__ADS_1


"Semua bukan karena kuat dan hebatku. Tetapi semua karena pernyataan Allah di dalam setiap kehidupanku. Jika tidak ada Allah di setiap langkah hidupku, mungkin aku tidak akan bisa bertahan hingga sampai hari ini."


Terus saja Kayla merenung melakukan kisah hidupnya selama ini. Tiba-tiba lamunan hilang ketika ada satu tepukan di bahunya yang sangat membuat dirinya kaget," DOR!"


"Astaghfirullah alzdim, Kak Mimie bikin kaget saja dech!" Kayla sontak saja terlonjak kaget sembari mengusap dadanya dan menghela napas panjang.


"Sayang, apa lagi rih yang sedang kamu pikirkan? menurutku sudah tidak ada masalah lagi tapi kok kamu melamun sih?" tegur Mickel merangkul istrinya.


Kayla mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak sedang melamun. Ia sedang merenungi kehidupan dirinya selama ini.


"Bedalah, tak perlu aku jelaskan. Aku malas untuk menjelaskan padamu, Kak Mimie," ucap Kayla.


Mickel pun tidak mempermasalahkan hal itu, ia hanya tersenyum dan membicarakan hal lain dengan istrinya. Akan tetapi pada saat dirinya sedang asyik bercengkerama dengan Kayla, tiba-tiba ponselnya berdering.


Sejenak Mickel mengeceknya, dan ia heran," siapa ya? kok nomor tidak terdaftar di ponselku?"

__ADS_1


"Angkat saja Kak Mimie, siapa tahu penting!" perintah Kayla.


Dengan enggan, Mickel mengangkat panggilan telpon tersebut.


📱"Hallo maaf ini dengan siapa ya?"


📱"Hallo Om, aku Oddy. Om bisa datang ke rumah sakit A sekarang juga nggak om? karena ayah ingin bicara dengan om sekarang juga."


📱"Baiklah, Om ke rumah sakit sekarang juga ya?"


Mickel mematikan panggilan telpon tersebut," sayang, mau kan temani aku ke rumah sakit untuk menjenguk Isal. Kok aku jadi cemas ya, karena sakitnya sudah parah," Mickel terlihat panik dan cemas.


"Nggak usah panik seperti itu, ayok aku temani ke rumah sakit. Dan sebaiknya kita nggak usah mengemudi sendiri. Tetapi biar Pak Jajang saja yang menyopir," saran Kayla.


Saat itu juga mereka pergi menyambangi rumah sakit dimana sahabat baik Mickel sedang di rawat.

__ADS_1


__ADS_2