
Kirana sampai melupakan jika dirinya ada janji meeting bersama dengan klien yang terkenal galak dan begitu disiplin.
Ia begitu terhipnotis pada saat dirinya sudah duduk di boncengan motor gede milik pria tersebut.
"Kenapa aku merasa nyaman bersama dengan dirinya ya? dan aku merasa jantungku berdegup dengan kencang? aku juga merasa tak asing dengannya? lantas siapa pria yang ada di depanku ini ya?" batin Kirana.
Tiba-tiba pria tersebut berkata," aku tahu jika saat ini kamu merasakan getaran yang sama di dalam hati. Aku juga tahu bila saat ini kamu merasakan telah mengenalku."
Pernyataan pria tersebut sontak saja membuat Kirana menjadi semakin penasaran," ini orang seperti cenayang saja. Mengetahui apa yang sedang aku rasakan di dalam hatiku?"
Tiba-tiba motor gede tersebut melaju ke arah perusahaan Kirana, dan bahkan berhenti tepat di pelataran kantor Kirana. Tentu saja hal ini semakin membuat Kirana penasaran dengan sosok pria yang ada di hadapannya tersebut.
Pada saat dirinya akan mengatakan sesuatu, pria tersebut terlebih dahulu berkata," bukannya kamu akan menghadiri meeting. Jadi cepatlah masuk ke dalam kantormu jika tidak ingin terlambat, karena klien kerjamu sudah siap menunggu."
Kembali lagi Kirana terperangah mendengarkan kata-kata pria tersebut," dia juga mengetahui tentang hal ini? kok aneh sekali ya?"
Kirana masih saja terpaku melihat pria yang ada di hadapannya tersebut. Ia ingin sekali melihat paras wajahnya yang tersembunyi dibalik helm dan tertutup masker. Karena hanya ada satu pria yang bisa menggetarkan hatinya, yakni cinta semasa SLTA nya.
Pria tersebut malah sengaja tidak membuka helm dan maskernya," kenapa kamu malah bengong saja? cepatlah masuk!"
Sontak saja pria tersebut mengagetkan lamunan Kirana tentang masa lalunya pada zaman dahulu di bangku SLTA," eh iya, terima kasih ya sudah mengantarku. Aku berhutang sarapan denganmu ya, karena aku barusan sudah berjanji akan menebus kesalahanku tadi dengan menerima tawaran sarapan bersama dirimu."
Pria tersebut hanya mengacungkan kedua ibu jarinya tanpa melepaskan helmnya sama sekali. Ia lekas duduk kembali di motor gedenya dan segera melajukannya berlalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Bahkan Kirana sempat menatap laju kepergian motor gede tersebut," dasar orang aneh, tapi dari mana dia mengetahui kantorku ini ya? padahal aku sama sekali tidak memberitahunya? aku pikir tadi akan sarapan bersamanya? astagaaa kenapa aku jadi berharap padanya ya? padahal kenal saja enggak?"
Kirana menepuk jidatnya sendiri, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantornya. Sementara dari balik pohon besar, seorang pria yang masih duduk di atas motor gedenya tersenyum," ternyata kamu masih cantik seperti dulu Kirana. Aku yakin kamu juga masih mencintaiku seperti halnya aku mencintaimu. Aku sengaja datang untuk menemuimu Kirana."
"Apakah saat ini kamu telah mengetahui bahwa dulu yang terjadi adalah suatu kesalah pahaman yang telah dibuat oleh teman baikmu. Hingga pada akhirnya kamu pun memutuskan hubungan kita."
Ternyata memang benar, pria yang barusan mengantarkan Kirana adalah mantan kekasihnya pada saat mereka sama-sama masih duduk di bangku SLTA. Ia sengaja datang kembali setelah beberapa tahun pergi menghilang dari kota tersebut.
Kirana sampai tidak fokus dengan meeting nya gara-gara pria tadi. Hanya ada satu pria yang sanggup membuat dirinya seperti itu yakni mantan pacarnya semasa duduk di bangku SLTA.
"Nona Kirana, apakah anda sakit? jika iya, sebaiknya meeting kita tunda saja untuk beberapa hari lagi," tegur klien tersebut.
Herannya klien yang terkenal arogant dan congkak serta dingin. Kini justru bisa bersikap lembut dihadapan Kirana, hal ini juga sempat membuat Kirana merasa heran.
Hari ini benar-benar di penuhi dengan kejadian aneh. Dan ia juga tidak mengerti apa maksud dari semua ini.
****
Siang menjelang...
Kirana baru ingat jika dirinya meninggalkan mobilnya di jalanan karena sebuah kemacetan. Tetapi pada saat ia akan meminta tolong salah satu security untuk mengantarkan dirinya ke lokasi dimana ia meninggalkan mobilnya. Kembali lagi ia terperangah pada saat datang mobil derek membawa mobil Kirana. Dan di sampingnya lagi-lagi pria yang memakai motor gedenya.
"Kirana, ini mobilmu aku bawakan kemari."
__ADS_1
Pria itu keceplosan menyebutkan nama Kirana, sontak saja Kirana kaget," hey, ternyata kamu tahu namaku? siapa kamu sebenarnya?"
Pria itu hanya menghela napas panjang, ia tidak menjawab pertanyaan Kirana, justru melajukan motor gedenya lagi.
"Dasar orang aneh! apa sih pakai main rahasia segala? padahal aku hanya ingin mengenalnya saja dan penasaran dengan wajahnya seperti apa? mungkin saja wajahnya terlalu buruk sehingga malu jika aku mengetahuinya. Makanya tidak berani membuka helm dan maskernya!"
Kirana sewot, ia pun masuk ke dalam mobilnya yang sudah diturunkan dari deret tersebut dan melajukannya pergi meninggalkan kantornya untuk sekedar mencari makan siang.
Lagi-lagi pria tersebut menatap kepergian Kirana sembari tersenyum," ternyata kamu masih seperti yang dulu Kirana, gampang sekali ngambek. Tetapi aku sangat menyukaimu bahkan mencintaimu sampai detik ini. Hanya saja aku takut untuk menemuimu, makanya aku beberapa tahun bersembunyi darimu sejak kesalah pahaman itu."
"Jika saja waktu itu kamu mau mendengarkan penjelasanku, mungkin saat ini kita sudah bahagia hidup bersama menjalin mahligai sebuah pernikahan. Hanya saja waktu itu kamu tidak mau mendengarkan sama sekali penjelasanku karena sifat keras kepalamu itu."
Sejenak pria bermasker tersebut teringat masa-masa di bangku SLTA. Dimana dia sedang bahagia berpacaran dengan Kirana. Tetapi ada seorang wanita yang tidak menyukai kebersamaan mereka yakni teman baik Kirana yang diam-diam suka pada pacar Kirana.
Bahkan teman baik Kirana sengaja merekayasa atau mengarang cerita jika dirinya sering melihat pacarnya jalan dengan beberapa wanita lain.
Temennya itu menunjukkan beberapa foto kebersamaan pacar Kirana dengan beberapa wanita. Pose di foto itu terlihat sangat nyata dan sangat romantis hingga Kirana terpancing emosi.
Padahal pacarnya sudah menjelaskan jika dirinya sama sekali tidak pernah berkhianat. Semua foto tersebut hasil rekayasa atau editan dari teman baik Kirana.
"Aku heran, kenapa dulu Kirana sama sekali tidak pernah mau mendengarkan apa yang ingin aku katakan. Padahal hingga saat ini pun aku belum bisa move on darimu Kirana. Moga saja kali ini kamu bisa menerima penjelasan dariku dan tidak salah paham lagi karena aku sudah lelah hidup dengan penuh kesalah pahaman."
"Semoga saja kita berjodoh ya Kirana. Karena rasa cintaku ini hanya untuk dirimu saja tidak ada wanita lain selain dirimu. Walaupun kamu terkenal bar-bar tapi aku suka."
__ADS_1