Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Saling Melapor


__ADS_3

Hingga pada akhirnya Ayah Sugeng melangkah juga menuju ke pintu gerbang diikuti oleh langkah kaki istrinya.


"Raka-Vina, sebenarnya ada apa?" tegurnya.


"Ayah, sebaiknya ayah ajak ibu masuk saja ke dalam rumah. Nanti pasti aku aku bercerita, biarkan aku dan Raka yang menyelesaikan kesalah pahaman ini."


Mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Vina, akhirnya Ayah Sugeng pergi sembari menuntun istrinya. Sontak saja Bu Riris kecewa karena ia tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Ayah, kenapa malah kita masuk sih? padahal ayah barusan mengatakan akan mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bukanlah malah seperti ini, payah dech Ayah," ucap Bu Riris mendengus kesal.


"Terserah ibu mau bicara apa. Yang jelas ayah juga tidak ingin kehadiran kita justru membuat permasalahan mereka semakin runyam. Biar saja mereka yang menyelesaikannya. Toh Vina sudah mengatakan jika nanti ia akan bercerita pada kita, jadi untuk apa kit terus memaksanya menceritakan semuanya pada kita?" ucap Ayah Sugeng dengan santainya.


Sementara Iman dan Raka serta Vina terus saja berdebat. Segala yang dituduhkan oleh Iman selalu dibantah oleh Vina dan Raka karena mereka tidak terima jika di tuduh telah melakukan hal kejam pada Lina dan Gita.


"Dari pada seperti ini tidak juga ada jalan keluarnya, dan kamu terus saja menuduh kami. Mari kita selesaikan saja di kantor polisi," ucap Vina.


Sejenak Iman diam, ia seolah berpikir dengan apa yang barusan dikatakan oleh Vina. Juga saat ini Raka dan Vina juga diam menunggu jawaban dari Iman. Hingga beberapa detik kemudian, Iman bersedia jika permasalahan di bawa ke jalur hukum. Dia melupakan satu hal jika dirinya tidak mempunyai barang bukti yang kuat.

__ADS_1


Mereka pun segera ke kantor polisi terdekat, tanpa berpikir panjang lagi. Kedua belah pihak sama-sama di rasuki oleh amarah yang membara hingga tidak menempuh jalan kekeluargaan. Apa lagi Raka yang begitu emosi karena dirinya sudah mendapatkan kekerasan dari Iman.


"Lihat saja, setelah ini kalian berdua yang akan membusuk di dalam penjara untuk jangka waktu yang lama!" umpat Iman seraya mengemudikan mobilnya arah kantor polisi.


"Aku yakin, setelah ini kamu pasti akan mendekam di dalam penjara. Dan ini akan membuatku puas karena bisa meluapkan sakit hatiku melihat Tante Vina disakiti olehmu. Sebenarnya aku tidak setuju jika kamu hanya mendekam di dalam penjara. Itu belum setara dengan apa yang dirasakan oleh Tante Vina selama ini karena perbuatan bejatmu itu!" gumam Raka seraya mengemudikan mobilnya pula arah kantor polisi.


Sementara di dalam hati Vina juga sedang bertanya-tanya tentang orang yang melakukan perampokan di rumah Iman dan juga merudal paksa istri dan anaknya," apakah Raka memang memerintahkan orang untuk melakukan semua itu? tetapi aku kok tidak yakin ya? walaupun almarhum Alvin jahat, tetapi aku yakin Raka tidak seperti Papahnya. Jadi nggak mungkin ia melakukan hal sekeji itu."


Tak berapa lama, sampai juga mereka di kantor polisi. Dan Iman segera melaporkan semua yang terjadi di rumahnya. Dan bahkan ia menuduh Vina dan juga Raka.


Aparat kepolisian yang ternyata adalah Kombes Beno bertanya banyak hal pada Iman.


"Lantas jika anda menuduh Mbak Vina dan Mas Raka, apakah ada bukti yang kuat? misalkan bukti rekaman video CCTV, atau bukti yang lain?"


Iman tergagap, karena sama sekali tidak ada bukti kuat untuk menyeret Vina dan Raka masuk ke dalam bui. Ia pun sejenak diam, bingung harus berkata apa karena bukti rekaman video CCTV saja di pecah layarnya oleh para penculik.


Melihat sikap diamnya Iman, Kombes Beno berkata lagi," jika anda melaporkan seseorang tanpa adanya bukti yang kuat, anda bisa di tuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik. Jadi jangan pernah mempermainkan aparat keamanan loh!"

__ADS_1


Iman naik pitam pada saat Kombes Beno mengatakan hal itu," saya kemari benar-benar ingin melaporkan apa yang telah terjadi pada istri dan anak saya. Kenapa malah kesannya bapak tidak percaya?"


Kombes Beno berkata lagi," bukan saya tidak percaya pada anda. Setiap warga negara Indonesia berhak melaporkan kejadian kriminal yang di alaminya kepada kami, itu memang sudah sewajarnya. Tetapi setiap pelaporan juga ada prosedur dan tata cara. Kami sebagai aparat hukum, tidak bisa sembarangan menangkap orang tanpa adanya bukti dan saksi yang kuat. Jika hal itu kami lakukan, berarti kami telah menyalahi aturan yang sudah di tentukan oleh pihak kepolisian."


"Lagi pula apa yang menimpa pada istri dan anak anda juga terjadi karena perampokkan bukan? jangan menuduh seseorang atas apa yang telah menimpa pada keluarga anda. Bisa saja itu murni tindak kejahatan yang tidak ada unsur kesengajaan atau suatu perencanaan terlebih dahulu."


Iman diam setelah mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Kombes Beno. Dia pun berpamitan untuk segera melakukan visum pada istri dan anaknya tersebut. Dan juga menunjukkan bukti rekaman video CCTV, yang sebenarnya sama sekali tidak bisa di jadikan barang bukti karena tidak jelas terlihat pelaku kekerasan tersebut.


Iman pergi, tanpa mengatakan apapun pada Raka dan Vina. Ia hanya melirik sinis pada mereka. Sementara Raka tidak tinggal diam. Ia juga melaporkan balik Iman. Dan ia menunjukkan bukti rekaman video CCTV dimana dirinya tiba-tiba di tinju perutnya dua kali. Ia tidak terima dengan perlakuan kasar Iman. Ia juga tidak terima jika dirinya dan Vina di tuduh yang bukan-bukan.


Kombes Beno menggelengkan kepalanya," hem saling melapor jika begini kasusnya.


Raka dan Vina pun memutuskan untuk segera kembali, mereka siap jika suatu waktu di panggil untuk dimintai keterangan untuk permasalahan tersebut.


Sementara saat ini Iman telah sampai di rumah. Ia meminta pada Gita dan Lina untuk segera turut serta dirinya ke rumah sakit untuk melakukan visum. Sontak saja Lina dan Gita marah.


Mereka tidak akan bersedia jika diminta visum. Mereka akan malu dengan apa yang telah menimpa pada mereka jika diadakan visum.

__ADS_1


"Mas, bukannya aku sudah mengatakan padamu supaya tidak usah melaporkan hal ini pada aparat kepolisian. Apa lagi dalam melapor, kamu menuduh Keponakan dan Tante itu? belum tentu mereka yang melakukan hal ini. Bisa saja ini murni tindak kriminal," ucap Lina sangat kesal.


Gita juga turut bicara, ia juga tidak setuju jika dirinya melakukan visum.


__ADS_2