Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Debat


__ADS_3

Kirana semakin kesal pada saat pemuda di hadapannya tersebut menggampangkan kesalahannya.


"Heh sombong! ini bukan perkara uang ya! tapi rasa bersalahmu itu, kamu nggak sadar ya sudah melakukan kesalahan tapi nggak mau minta maaf, hah?' oceh Kirana seraya menyingsingkan lengan bajunya seolah akan berangkat berperang.


Pemuda tersebut mendekati Kirana hingga amat dekat, kemudian tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya," cantik-cantik kok barbar ya? aku punya nama jadi jangan seenaknya memanggil namamu dengan kata sombong! masa iya kamu nggak tahu siapa aku hah? perkara kecil saja diributkan diperpanjang dipermasalahkan! sudah aku katakan aku akan ganti kerusakan mobilmu, tinggal sebut saja berapa nominal yang harus aku bayar. Mau cash atau ditransfer?"


Kirana semakin kesal," aku tidak ingin uang cash ataupun ditransfer. Yang aku inginkan sekarang juga kamu temani aku ke bengkel untuk memperbaiki mobilku ini!"


Tetapi pemuda tampan ini menolak," nggak bisa seenaknya seperti itu! aku sedang ada acara penting ya! jadi kamu tidak bisa mengacaukan acara yang akan aku hadiri ini hanya untuk ke bengkel!"


Kirana naik pitam, ia pun memencet nomor ponsel Beno," hello Om Beno, lekas kemari ya biar aku share lokasi. Ada pemuda rese nech, minta di kandangin ke penjara."

__ADS_1


Sang pemuda awalnya tidak percaya mengira jika Kirana pura-pura sok kenal dengan Kombespol Beno. Tetapi Kirana menunjukkan foto profil Beno yang digunakan untuk nomor WhatsAppnya.


"Apa perlu aku video call dengan Om Beno biar kamu percaya?" Kirana lekas memencet tombo video dan Beno mengangkat.


"Ada apa Kirana?"


"Ada yang buat masalah om, dan ia ingin merasakan pengapnya penjara."


Kirana mengarahkan ponselnya ke arah pemuda tersebut. Sontak saja Beno terperangah," heh bukannya kamu aktor pendatang baru yang ada difilm remaja itu ya? kenapa kamu berbuat onar pada Kirana? mau karirmu hancur?"


Kirana mengalihkan panggilan teleponnya ke dirinya lagi," sudah dulu ya om, terima kasih atas bantuannya. Kalau nggak seperti ini, si sombong rese nggak mau bertanggung jawab telah menabrak mobilku."

__ADS_1


Kirana mematikan panggilan telepon tersebut, sedangkan di seberang sana Beno menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalanya," hemmmm..aku pikir ada apa, ternyata hanya masalah kecil dengan seorang pemuda."


Beno kembali melanjutkan pekerjaannya, sedang saaat ini pemuda tersebut membawa mobil Kirana ke sebuah bengkel mobil yang tidak terlalu jauh dari pertikaian mereka tersebut.


"Nah kaya gini kan sama-sama enak, kenapa nggak dari tadi sih menurut saja, dasar sombong!" ejek Kirana.


Pemuda itu kembali kesal, ia heran kenapa Kirana tidak mengenal dirinya. Sedangkan Beno saja tahu jika dia bekerja sebagai seorang aktor pendatang baru.


"Aku ini seorang aktor, masa iya kamu nggak tahu siapa aku?" ocehnya kesal.


"Terserah kamu mau mengaku sebagai aktor atau dokter atau apalah. Itu nggak penting buatku, yang penting itu mobilku secepatnya selesai diperbaiki!"

__ADS_1


Kirana sama sekali tidak tertarik dengan pemuda tersebut, walaupun ia mengakui jika memang pemuda itu tampan tapi ia sama sekali tidak menyukainya.


Pemuda itu pun hanya diam, karena ia tidak ingin berbicara lagi dengan Kirana yang hanya berujung perdebatan.


__ADS_2