Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Happy Ending


__ADS_3

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan, Kirana sudah pulih seperti sedia kala. Ia sangat bersyukur karena Hendrik bisa menemukan keberadaan dirinya. Ia pun sangat bahagia," kak Hendrik, terima kasih ya. Jika kakak tidak mencariku hingga hutan, entah seperti apa diriku dan Derry."


Kirana yang biasa bandel dan kuat, mendadak rapuh dan menitikkan air mata haru, ia memeluk Hendrik.


"Nggak usah mewek, bukannya kamu pantang untuk mewek? mana Kirana yang aku kenal bar-bar? sekarang kita fokus untuk lejas sampai ke rumah. Pasti saat ini mamah dan papah sudah tidak sabar untuk menunggumu. Tetapi aku sengaja tidak mengatakan apapun pada mereka karena aku ingin memberikan surprise."


Hendrik sesekali mengusap punggung Kirana, setelah itu merenggangkan pelukannya dan mengusap rambut Kirana.


"Sudah, nangisnya nggak perlu lama-lama! apa kamu nggak malu sama Derry? noh, ia terus saja menatap dirimu," canda Hendrik terkekeh.


Dia juga sangat bahagia karena berhasil menemukan Kirana dan Derry.


*******


Beberapa Hari Kemudian..

__ADS_1


Kirana dan Derry sudah melakukan aktifitasnya seperti sediakala. Bahkan Dira juga sudah tidak punya ras benci pada Kirana setelah ia mengetahui sendiri jika adik kandungnya dan iparnya yang telah berbuat tidak baik. Rumah tangga Kirana semakin bahagia karena kedua mertuanya sangat baik dan perhatian.


Kayla juga sangat bahagia karena kini sudah lenyap rasa cemas dirinya pada saat Kirana dan Derry belum bisa ditemukan.


Rumah tangga Hendrik dan Rindi juga semakin romantis, karena kini Hendrik sudah bisa mencintai Rindi sepenuhnya. Ia juga sudah bisa memberikan nafkah batin kepada Rindi.


******


Dua bulan berlalu...


Kabar bahagia terdengar dari dua pasang suami istri. Baik dari pernikahan Hendrik dan Rindi, maupun dari pernikahan Kirana dan Derry.


"Mah, kini aku. sudah tidak usah repot-repot memikirkan urusan kantor lagi karena Sandy sudah piyawai dalam memimpin perusahaan," ucap Mickel sangat senang.


"Iya pah, tak terasa kita sudah tua ya? sudah mau punya cucu. Kini kita fokus dengan menimang cucu saja," ucap Kayla terkekeh.

__ADS_1


Semua yang ada di meja makan turut serta terkekeh. Karena kebetulan hari ini Kayla sengaja mengajak ketiga anaknya dan pasangannya masing-masing untuk makan bersama.


Hanya Sandy saja yang masih melajang karena ia masih betah hidup sendiri. Ia ingin menata kariernya terlebih dahulu. Karena menurut dirinya, ia belum handal didalam dunia bisnis. Ia masih harus banyak belajar dan belajar.


Dia tidak ingin memiliki istri jika belum mapan. Karena ia tidak ingin membuat istrinya sengsara.


Suasana makan bersama begitu hangat, apa lagi Airin begitu cerianya karena ia tahu dirinya akan segera punya adik. Ia terus saja berkata banyak hal yang kerap kali membuat seluruh orang yang ada di meja makan tergelak dalam tawanya.


"Alhamdulillah ya Allah, kini hidupku sangat bahagia. Memiliki tiga orang anak yang tidak pernah membuatku kecewa. Tiga anak yang selalu membuat diriku tersenyum."


"Aku sangat bersyukur, aku pikir setelah aku alami patah hati, aku tidak akan lagi bisa merasakan kebahagiaan."


"Ternyata pemikiranku dulu salah, aku. masih bisa hidup bahagia setelah aku menikah dengan pacar masa kecilku."


Kayla tiada henti mengucapkan syukur didalam hatinya.

__ADS_1


*******T. A. M. A. T********


Terima kasih untuk para readers setia yang selalu menyimak karya remahan author. Doa yang terbaik untuk para readers. Jika bersedia, bantu baca karya author yang baru dengan judul " Karena Anak Hatiku Melunak"


__ADS_2