Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Di Hantui Rasa Bersalah


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan, Vina bekerja di perusahaan Mickel. Dia benar-benar bekerja dengan sangat baik dan jujur serta disiplin.


"Kak Mimi, bagaimana kinerja Vina di kantor? apakah dia membuat suatu masalah atau kecurangan?" tanya Kayla di sela duduk bersantai di balkon.


"Sejauh ini dia tidak berbuat suatu kecurangan atau masalah. Semoga saja dia selamanya bekerja dengan baik," ungkap Mickel.


Kayla merasa bersyukur dan lega, karena jika Vina membuat suatu masalah, Kayla yang harus bertanggung jawab pada Mickel. Tetapi feeling Kayla tentang Vina tidak salah. Mickel pun mengakui jika gelagat Vina juga tidak kecentilan seperti yang sempat ia khawatirkan pada saat pertama kali datang ke kantor.


"Semoga saja Vina tidak berulah dan tidak genit padaku. Jika sekali saja dia merayuku akan aku pecat saat itu juga. Tetapi jika dia genit dengan karyawan lain aku tidak peduli," batin Mickel.


Sementara Hendrik juga sudah bisa move on dari, Ayu. Sudah satu bulan dari perpisahan dirinya dengan Ayu. Kini situasi hatinya sudah kembali seperti sediakala, tidak memikirkan Ayu terus.


Begitu pula dengan Ayu, dia kini sedang mencari pekerjaan di beberapa perusahaan baru. Karena belum juga mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan.


"Ternyata, apa yang pernah Mas Hendrik katakan memang benar. Aku susah sekali mendapatkan pekerjaan. Sudah beberapa kali perusahaan aku datangi tapi tidak ada hasil yang memuaskan."


Sejenak Ayu duduk diam di sebuah trotoar sambil dia melamun. Tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang sedang berlari kecil memegang dadanya kesakitan tepat di hadapan dirinya.


Ayu dengan sigap menolong si bapak tua itu dan lekas membawanya ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan.


"Aduh, bagaimana ini? aku harus menghubungi siapa ya? kasihan sekali bapak tua ini," gumamnya gelisah.


Pada saat Ayu sedang mondar-mandir di depan ruang penanganan si pria paruh baya tersebut, datanglah seorang wanita paruh baya," Adek yang sudah membawa suami saya kemari ya? terima kasih ya, dek."


Ayu terperangah pada saat di hampiri oleh wanita paruh baya tersebut. Belum juga Ayu bertanya, wanita paruh baya tersebut kembali berkata," Saya istri dari pria yang kamu tolong. Karena kebetulan ini rumah sakit milik kami. Hingga semua orang telah paham dan hapal, dan ada seorang perawat yang telah memberitahukan pada saya."

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari wanita paruh baya tersebut, barulah Ayu mengerti," syukur Alhamdulillah, barusan saya sempat bingung ingin menghubungi siapa untuk memberi tahu tentang keberadaan pasien."


"Nama suami saya, Suseno dan saya Ane. Siapa namamu, cantik?" Bu Ane mengulurkan tangannya dengan senyuman.


"Nama saya, Ayu." Ia membalas uluran tangan Ayu.


Sejenak Ane melihat ke salah satu tangan Ayu yang memegang stop map coklat," maaf, apakah Ayu sedang mencari pekerjaan?"


"Iya, benar sekali Bu."


"Wah, kebetulan sekali. Di butik saya sedang butuh seseorang untuk menjadi asisten pribadi saya. Apakah kamu mau bekerja di butik saya?" Bu Ane menawarkan sebuah pekerjaan untuk Ayu.


Hal ini mendapatkan sambutan yang positif bagi Ayu. Dia sangat sumringah," ibu serius? saya akan menerimanya dengan senang hati, Bu."


Bu Ane menganggukkan kepalanya tanda ia serius memberikan sebuah pekerjaan pada Ayu. Dan Ayu di minta datang ke butik jika kondisi suami Bu Ane sudah membaik.


Rasa riang gembira membuat Naya pun penasaran," Ayu, apakah ada berita bagus? hingga kamu pulang dengan wajah riang? apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan hatimu?"


"Ya, mah. Ini berkat doa mamah, aku minta maaf ya mah. Sempat marah ke mamah beberapa waktu lalu. Hal ini yang membuat aku jauh dari rezeki dan susah mendapatkan pekerjaan. Tetapi setelah aku tidak marah lagi sama mamah. Aku mendadak mendapatkan pekerjaan. Sekali lagi aku minta maaf ya, mah."


Naya sama sekali tidak menyalahkan apa yang pernah di lakukan oleh, Ayu padanya. Karena ia juga sadar jika hal itu karena kesalahan dia di masa lalu.


"Ayu, Mamah bisa memaklumi apa yang pernah kamu lakukan waktu itu. Semua juga karena kesalahan mamah di masa lalu mamah. Walaupun Mamah sudah menyesalinya, tetapi dampak dari perbuatan mamah terdahulu masih bisa berdampak hingga kini."


"Makanya mamah minta, kamu jangan pernah berbuat jahat seperti yang pernah Mamah lakukan dulu."

__ADS_1


Sejenak Ayu diam, dia tiba-tiba ingat akan dosa yang pernah ia lakukan dulu pada istri Alvin," astaghfirullah aladzim, apakah yang terjadi padaku ini karena dosaku yang sangat besar pada Almarhumah istri papahku?"


"Pantas saja hidupku selalu saja berantakan dan tidak pernah menemukan kebahagiaan. Aku harus bagaimana ya Allah?"


"Masa iya, aku menyerahkan diri ke kantor polisi untuk hal ini? aku nggak ingin di penjara, tetapi aku


juga tidak ingin terus di hantui rasa bersalah seperti ini."


Naya malah heran pada saat melihat Ayu tiba-tiba murung tanpa ada sebabnya," Ayu, apakah mamah mengatakan hal yang menyinggung perasaanmu? hingga kamu tiba-tiba diam seperti ini?"


Sejenak Ayu terhenyak kaget dari lamunannya setelah mendapatkan teguran dari Naya," tidak ada satu kata pun dari mamah yang menyinggung perasaanku. Justru aku sedang berpikir tentang suatu hal.... eh enggak mah, lupakan saja."


Naya memicingkan alisnya, ia pun penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Ayu, kenapa tiba-tiba ia tidak melanjutkan perkataannya.


"Kenapa kamu menghentikan kata-katamu, Ayu? seharusnya kamu lanjutkan saja, supaya mamah tahu apa yang sedang kamu pikirkan dan siapa tahu mamah bisa memberikan sebuah solusi yang tepat untuk permasalahan yang sedang kamu hadapi saat ini," ucap Naya masih saja penasaran.


"Nggak ada hal yang penting cari apa yang barusan ingin aku katakan kok, mah. Jadi Mamah tidak perlu penasaran seperti itu."


Ayu benar-benar tidak bisa berkata jujur kepada Naya tentang kejahatan yang pernah ia lakukan terhadap mamah kandung Raka. Ia begitu takut jika dirinya masuk ke dalam penjara.


Ayu saat ini sedang mencari cara untuk biasa menebus segala kesalahannya di masa lalu supaya hidupnya tenang. Tetapi bukan dengan cara dirinya menyerahkan diri ke kantor polisi.


Dia terus saja di hantui rasa dosa dan salah, sejak dia menyadari semua kesalahannya.


Beberapa hari kemudian...

__ADS_1


Ayu mulai bekerja di sebuah butik milik, Bu Ane. Dia pun begitu memperhatikan semua arahan dan segala pembelajaran yang di berikan oleh, Bu Ane. Dia ingin bersungguh-sungguh mendalami pekerjaannya di butik tersebut.


__ADS_2