
Semakin dekat, Hendrik semakin mengenali sosok yang ada di hadapannya," Ya Allah, Derry-Kirana!"
Hendrik langsung berlari menghampiri Derrry yang sedang menangisi Kirana. Ia merasa iba melihat Kirana tergeletak tak berdaya. Segera ia meminta pada tim untuk membantu Kirana membawanya ke mobil.
"Teman-teman, tolong bantu aku! karena adikku gaeus segera mendapatkan penanganan medis!"
Seluruh anak buah Hendrik bergerak dengan cepat. Membantu menaikkan tubuh Kirana di punggung Hendrik. Karena kondisi Derrry juga lemas hingga tidak di izinkan untuk menggendong tubuh Kirana oleh Hendrik.
"Bismillah irrahmanirrahim, kita akan segera sampai di rumah sakit. Kamu yang sabar, yang kuat ya Kirana. Bertahanlah demi mamah dan papah serta suamimu."
Hendrik melangkah dengan cepat untuk segera sampai di tempat perkemahannya dimana ada mobil mereka pula.
Setelah berjalan kaki tiga puluh menit, Hendrik telah sampai di perkemahan. Ia langsung membawa Kirana masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Derry, ayok lekas masuk karena sebentar lagi waktu berganti sore dan kita harus segera pergi dari hutan ini. Untuk sementara waktu kita bawa Kirana ke pemukiman warga yang memiliki klinik atau kesehatan. Karena tidak mungkin membawa Kirana pulang dengan kondisi seperti ini."
Derry hanya mengangguk perlahan, tanpa ada suatu kata karena memang tidak ada kata yang ingin ia ucapkan.
Beberapa saat kemudian...
Mereka telah sampai di sebuah pemukiman dan kebetulan mereka mendapati sebuah klinik yang hampir saja tutup karena waktu sudah sore.
Seorang perawat pria yang selalu membantu dokter di klinik tersebut tidak tega hingga mengizinkan Hendrik yang sedang menggendong Kirana masuk. Sang dokter pun tidak keberatan, ia segera memberikan pertolongan pada Kirana tanpa ada bantahan. Justru ia merasa iba melihat kondisi Kirana.
"Astaghfirullah aladzim, bagaimana semua bisa terjadi seperti ini? apa yang telah menimpa pada pasien?" tanya sang dokter kepada Hendrik, sembari terus memberikan pertolongan pada Kirana.
Ia memasang selang infus dan selang oksigen pada Kirana," pasien harus di rawat inap karena kondisinya sangat memprihatinkan."
__ADS_1
Hendrik sangat bersyukur karena dokter tersebut sangat ramah dan baik hati.
"Alhamdulillah, terima kasih ya dok. Jika dokter tidak menerima saya masuk, entah bagaimana kondisi adik saya."
Sejenak Hendrik menceritakan apa yang telah terjadi pada Kirana Sam Derry. Bahkan dokter dengan senang hati, meminta Derry untuk serta di periksa. Dokter sangat iba pada Kirana dan Derry. Ia bahkan akan sepenuhnya memberikan perawatan medis kepada Kirana supaya lekas pulih.
Bahkan sang dokter mengizinkan Hendrik dan tim untuk sementara waktu tinggal di rumahnya yang kebetulan di samping klinik tempatnya praktek.
"Dok, sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih karena pertolongan dokter pada kami sungguh luar biasa, sungguh berguna," Hendrik menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Nggak usah sungkan Mas Hendrik, di samping saya sebagai seorang dokter. Bukankah sudah sepantasnya kita saling tolong menolong? Nanti anda atau suami adik anda ingin menjenguk Kirana, tinggal lewat pintu samping rumah yang berhubungan langsung menuju ke arah klinik. Tinggalah yang nyaman dan tak usah sungkan hingga adikmu pulih seperti sedia kala."
Dokter yang ramah, padahal usia masih teramat muda dan masih lajang. Ia sengaja memilih tugas menjadi seorang dokter di sebuah perkampungan yang tak padat penduduknya.
__ADS_1