Derit Ranjang Temanku

Derit Ranjang Temanku
Menyerah Juga


__ADS_3

Kini Raka sudah hidup bahagia bersama dengan Desi, sudah tidak gelisah memikirkan siapa jodohnya kelak. Setelah selesai menyelesaikan hutang piutang dengan keluarga Kayla, barulah Raka memikirkan untuk segera berangkat honeymoon bersama dengan Desi.


Sementara keresahan kini sedang melanda Hendrik. Karena semakin hatie ia semakin kesalahan dan kerepotan sendiri, harus pontang panting bolak balik ke rumah Rindi.


Kini ia baru merasakan repot karena kebetulan urusan kantornya mulai padat.


"Semua gara-gara aku sendiri, awalnya ingin menghibur diri dengan menyibukkan sering menemui Airin. Kini Airin justru semakin lengket padaku. Apa lagi jika ia minta aku tidur di rumahnya. Ini yang kerap kali membuat aku harus pintar mengatur waktu karena aku tidak ingin kepergok oleh warga dan mereka salah paham," gumamnya di dalam hatinya.


Dia selalu bahagia karena sudah tidak ada jarak dengan Airin, tetapi kerapkali was-was juga.


Kegelisahan Hendrik sempat terbaca oleh Kayla yang kebetulan akan menyirami tanaman kesukaannya karena kebetulan saat ini Hendrik sedang berada di teras halaman.


"Hendrik, kok bengong sendiri? sebenarnya ada apa? tumben nggak ke rumah Airin?" serentetan pertanyaan keluar dari bibir Kayla, ia lekas duduk di samping Hendrik.

__ADS_1


Hendrik pun menceritakan kegelisahan dirinya pada Kayla tanpa ada ragu lagi karena ia sudah tidak bisa menanganinya sendiri.


"Hendrik, jujur saja. Mamah itu berharap kamu bisa membina rumah tangga lagi dengan Rindi. Supaya hubunganmu dengan Airin tidak ada dinding penghalang. Dan kamu lebih nyaman serta lebih leluasa lagi bisa menjaga Airin. Pasti kamu tidak akan gelisah lagi," saran Kayla.


Hendrik diam saja, sebenarnya ia setuju dengan saran Mamahnya. Karena ia tidak ingin jauh dari Airin yang sudah ka anggap seperti anaknya sendiri. Tetapi ada banyak hal yang membuat dirinya harus berpikir ulang untuk menikah lagi.


Dirinya sama sekali tidak ada rasa cinta sedikitpun pada Rindi. Apa kata mantan mertuanya juga, jika dirinya menikah lagi. Itulah yang menjadi bahan pertimbangan dirinya tidak langsung menerima saran dari orang tuanya.


Kayla mencoba untuk terus menasehati Hendrik. Karena ia tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan suatu saat nanti. Melihat semakin lama Hendrik semakin nekad saja sering menginap di rumah Rindi.


"Mah, aku juga memikirkan hal itu. Tetapi aku dan Rindi tidak ada rasa saling cinta sama sekali. Bagaimana kami bisa menikah? lantas apa yang harus akurate katakan pada mantan mertuaku?" tanya Hendrik bingung.


Kayla pun akan mengajak Mickel untuk membahas hal ini," nanti kita bicarakan dengan papahmu ya? tetapi misalkan kamu menikah saja dengan Rindi bagaimana? cinta itu datang jika sudah terbiasa bertemu."

__ADS_1


Kayla terus saja membujuk Hendrik.


*******


Sesuai dengan keinginan Kayla, ia mengajak Mickel untuk membicarakan tentang kegelisahan Hendrik. Mickel juga menyarankan alangkah baiknya jika Hendrik menikah saja dengan Rindi.


Cinta bisa datang dengan sendirinya jika setiap hari bertemu. Hampir semua mengatakan seperti itu.


Hingga akhirnya Hendrik pun menyerah dan ia menerima saran dari Kayla dan Mickel," baiklah mah-pah, aku turuti saran kalian untuk menikah dengan Rindi. Tetapi aku lakukan ini demi Airin karena aku tidak ingin jauh dari Airin."


"Alhamdulillah," serentak Kayla dan Mickel mengucapkan syukur.


"Tapi bagaimana urusannya dengan mantan mertuaku?" tanya Hendrik bingung.

__ADS_1


__ADS_2